Indonesia memiliki situasi yang bernama lengkap
Kesemrawutan konseptual
( Djoko Sukmono )
KORAH KORAH
Kesadaran kolektif telah menjadi penumpukan sampah Dan kekotoran kesadaran ini perlu dibersihkan Sehingga Virus dan kuman yang telah berkembang biak Pada Kesadaran kolektif tidak berubah menjadi pandemi pola pikir yang keliru.
Pola berpikir tidak terikat oleh waktu Pola pikir itu sama dan sebangun dengan Era. Tidak ada Stigmanisasi terhadapnya Yang terjadi pada Sebuah ERA adalah PARADIGMA.
Agen agen perubahan itu Belum menyadari sepenuhnya bahwa dirinya adalah Agen DOGMA
DOGMA itu adalah Pandemi pikiran. Stratifikasi sosial Telah TERDEKONSTRUKSI oleh PARADIGMA Baru, yang Baru adalah konstruksi yang Lebih kokoh dari yang Lama
YANG Baru itu bernama free Generations. Keberadaannya adalah Respon terhadap yang saat ini dianggap PARADOX.
SITUASI ini bernama situasi Yang Kronis, Inilah lingkaran setan Sosial POLITIK dan hal yang sederhana itu mengakibatkan kesemrawutan konseptual.
Situasi Batas Sosial politik Telah mengakibatkan stagnasi Sosial politik Dan kondisi seperti ini tidak Bisa dibatasi lagi. Dekritpun tidak Bisa mengatasinya Bahkan akan berakibat kepada SITUASI yang semakin rumit pelik dan berbelit-belit
Tidak hanya KKN
Tidak hanya ketidakadilan Saja sebagai akar permasalahannya, melainkan penumpukan dendam SOSIAL
Dan borok POLITIK yang sudah Memasuki stadium Terminal
Bersiaplah menyambut kedatangan SITUASI BATAS SOSIAL POLITIK KRONIK yang mengerikan
Miris..
Situasi Batas Sosial politik di Indonesia Sudah Memasuki situasi KRONIK, Sudah sampai Kepada yang bernama lingkaran setan Sosial POLITIK.
Tidak Ada keputusan apapun ang Bisa mengeluarkan dari lingkaran setan yang Telah menjeratnya. Keputusan apapun apakah itu Dekrit maupun Referendum tidak akan Bisa.
Karena keputusan tersebut berasal dari SITUASI kronik dan tetap Saja menghasilkan uang Lebih KRONIK lagi
Untuk aufklarung tidaklah mungkin. Dikarenakan pencerahan model abad pertengahan di Eropa itu memiliki Permasalahan yang berbeda dengan di Indonesia.
Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis







