Keputusan Politik Jokowi Memiliki Dampak Yang Sangat Besar Bagi Partai Solidaritas Indonesia, Berikut Pernyataan Yunius Suwantoro

- Jurnalis

Jumat, 28 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Yunius Suwantoro Bendahara umum DPP Nasmar & Kader PSI

Foto Yunius Suwantoro Bendahara umum DPP Nasmar & Kader PSI

Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi, jelang akhir masa jabatan, merupakan fenomena unik yang belum pernah terjadi di Indonesia.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah memimpin negeri ini dalam dua periode, yakni sejak 2014 – 2019 hingga 2019 – 2024.

Selama satu dekade atau sepuluh tahun, pemerintahan Presiden Jokowi dinilai publik tetap konsisten dengan pendekatan Indonesia-sentris dan merakyat (populis).

Pendekatan pembangunan seperti ini membawa dampak signifikan dan dirasakan langsung oleh masyarakat seluruh Indonesia.

kepemimpinan Jokowi berdampak sangat signifikan khususnya di wilayah yang selama ini ‘nyaris’ tak tersentuh kebijakan pembangunan dari pusat.

Baca Juga :  Barang Elektronik Ilegal Senilai Rp6,7 Miliar Disita Pemerintah Diwilayah Banten, Berisi Perlengkapan Elektronik Yang Tidak Memiliki Berkas

Massifnya pembangunan infrastruktur dasar, konektivitas antarwilayah, jaminan sosial pendidikan dan kesehatan, pengendalian harga pangan, menyebabkan tingkat kepuasan terhadap Jokowi sejak kemimpinan periode pertama selalu tinggi. Rata-rata di atas 70 persen.

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan sangat mengejutkan jika bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Hal ini berkaitan dengan banyak spekulasi politik setelah beberapa bulan menjadi sorotan publik mengenai masa depan politiknya pasca-kekuasaan.

PSI merupakan partai yang dikenal dekat dengan keluarga Jokowi terutama setelah Gibran diusung sebagai calon wakil presiden bersama Prabowo Subianto.

Baca Juga :  PJ Gubernur Bali Prihatin Dengan Warganya Yang Ditahan Karena Memelihara Landak Jawa, Sudah Dipelihara Selama Lima Tahun

Fakta peristiwa ini yang membuat banyak pihak memiliki stigma politik bahkan diisukan sebagai “kendaraan politik” keluarga mantan Presiden Jokowi.

“Ini momentum sejarah bagi PSI. Dengan pengalaman dan visi Pak Jokowi, partai kami siap bersaing di Pemilu 2029,” ujar Yunius Suwantoro Bendahara umum DPP Nasmar & Kader PSI.

Di sisi lain, pendukung Jokowi-PSI berargumen bahwa kehadiran mantan presiden akan memperkuat elektabilitas partai yang masih kesulitan menembus parlemen.

“PSI butuh figur kuat, dan Jokowi adalah magnet suara,”kata Yunius Suwantoro ketika dihubungi redaksi melalui pesan WhatsApp.

Berita Terkait

Pelemahan Rupiah Adalah Ancaman Nyata, Reformasi Sudah Berumur 28 Tahun
Gelombang Baru Kaum Alit: NASMAR Menjadi Rumah Pergerakan Eks-PDIP dan Loyalis Jokowi 
“Naar Medan Merdeka Utara” Menapaki Jalan Terjal Megawati Soekarnoputri
Perjalanan Panjang Menjaga Nyala Api Marhaenisme Dari PNI ke PDI Perjuangan
Pernyataan Sikap FA GMNI Terkait Krisis Mencekam 25 Agustus 2025, Keputusan Politik Presiden Menentukan Nasib Indonesia
Evaluasi Kritis Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Terhadap Amnesti dan ABOLISI Koruptor
Beredar Kabar Bupati PATI Turun Mendadak, Rakyat Jangan Sampai Jadi Korban!”
Regulasi Selalu Tidak Terhubung Dengan Kondisi Obyektif

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:37 WIB

Pelemahan Rupiah Adalah Ancaman Nyata, Reformasi Sudah Berumur 28 Tahun

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:50 WIB

Gelombang Baru Kaum Alit: NASMAR Menjadi Rumah Pergerakan Eks-PDIP dan Loyalis Jokowi 

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:22 WIB

“Naar Medan Merdeka Utara” Menapaki Jalan Terjal Megawati Soekarnoputri

Selasa, 28 April 2026 - 16:47 WIB

Perjalanan Panjang Menjaga Nyala Api Marhaenisme Dari PNI ke PDI Perjuangan

Kamis, 4 September 2025 - 10:48 WIB

Pernyataan Sikap FA GMNI Terkait Krisis Mencekam 25 Agustus 2025, Keputusan Politik Presiden Menentukan Nasib Indonesia

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB