Pernyataan Sikap FA GMNI Terkait Krisis Mencekam 25 Agustus 2025, Keputusan Politik Presiden Menentukan Nasib Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo FA GMNI

Logo FA GMNI

 

 

No    : Istimewa Lamp: 1 ( satu ) berkas

Perihal : PERNYATAAN SIKAP

Kepada Yth : Bpk Prabowo Subianto

Presiden RI

 

Marhaen Jaya !!!

Mencermati dinamika sosial politik ahir-ahir ini yang terjadi terhadap kejadian vandalisme hal tersebut terjadi akibat kurangnya kepekaan dari penyelenggara negara dimana hal tersebut sangat berdampak dengan amuk massa sehingga menyebabkan korban berjatuhan akibat benturan antara masyarakat dan aparat di sejumlah daerah, hal ini sangat menganggu stabilitas nasional.

Kesungguhan pemerintah dalam membangun negeri dalam hal mengentaskan kemiskinan belum terbukti sehingga hukum kausalitas berlaku.

Sebagai pemimpin bangsa harusnya punya keberanian dan berani pasang badan.

Untuk itu Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( FA-GMNI ) merasa prihatin atas kejadian tersebut.

Demikian seruan moral ini disampaikan .

 

 

Merdeka !!!

 

Dinyatakan  : Bandung

Pada tanggal : 2 September 2025

Tembusan disampaikan kepada

  1. Yth Bpk Wakil Presiden RI
  2. Yth Bpk Menko Politik dan Keamanan
  3. Yth Bpk Menko Pemberdayaan Masyarakat
  4. Yth Bpk Menteri Dalam Negeri
  5. Yth Bpk Menteri Pertahanan RI
  6. Yth Bpk Panglima TNI
  7. Yth Bpk KAPOLRI
  8. Yth Ketua DPR RI
  9. Yth Ketua MPR RI
  10. Yth Ketua DPD RI 

Pernyataan Sikap FA- GMNI Terhadap eskalasi memanasnya stabilitas politik

Bahwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 adalah manifestasi murni tuntutan budi nurani rakyat dan bangsa Indonesia yang berjuang untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan kolonialisme dan imperialisme sekaligus bertujuan membangun tatanan masyarakat dan negara Indonesia yang berdaulat berkeadilan dan berkemakmuran dalam mensejahterakan rakyat menjadi bangsa yang bermartabat .

Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( FA-GMNI ) dalam mencermati dinamika sosial politik dan keamanan yang sudah menelan korban dari pihak masyarakat maupun aparat yang terjadi hampir merata disemua daerah.

Baca Juga :  Hasto Kristiyanto Akan Menghadiri Undangan KPK, Akan Mendapat Advokasi Hukum Dari Partai

Untuk itu sudah saatnya para pemimpin bangsa segera bertindak secara tegas atas nama kecintaanya kepada bangsa dan negara sebab kepentingan bangsa dan negara harus diatas kepentingan pribadi atau kelompok kekuasaan lainnya.

Amuk massa yang berlangsung sejak tanggal 25 Agustus itu merupakan refleksi akumulasi dan sebagai titik kulminasi ketidak puasan serta kekecewaan masyarakat terhadap kinerja legislatif ,eksekutif dan yudikatif .

Eskalasi yang semakin meningkat sehingga stabilitas politik nasional terganggu hal ini terjadi akibat kurang respon dari pemerintah ,sehingga rakyat merasa muak dengan prilaku elite politik yang dianggap tidak punya keberpihakan kepada rakyat.

 

Catatan kritis terhadap penyelenggaraan Negara sebagai berikut

  1. Bahwa 27 tahun sudah Reformasi digulirkan akan tetapi kehidupan berbangsa dan bernegara bukannya semakin baik melainkan jadi semakin semraut bahkan sekarang bisa disebut menuju sebuah negara gagal.

Indonesia betul melaksanakan sistem politik dan demokrasi tapi tidak merujuk ke demokrasi Pancasila, melainkan justru mempraktikan sistem demokrasi liberal.

  1. Presiden terpilih menjadi sandera koalisi partai-partai politik pendukung pemerintah sehingga presiden tidak bisa optimal dalam mensejahterakan rakyat,
  2. Tidak dilaksanakannya Undang-Undang No. 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang beresih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN ), artinya mustahil kebangkitan Indonesia bisa terwujud.

 

  1. Pentingnya komitmen pemerintah Indonesia terhadap penegakan hukum dan penegakan keadilan ,penegakan supremasi hukum untuk mengawal penyelenggaraan negara dan pemerintahan sehingga dapat mengantisipsi kesewenang-wenangan pelanggaran serta penyimpangan yang menyebabkan demokrasi liar dan anarkis .
  2. Mindset buruk dari penyelenggara negara hanya melahirkan kemiskinan dan kebodohan sebagai konsekuensi dari sistem bernegara produk UUD 2002 yang melahirkan mafia di semua sektor. Terbukti kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin semakin jomplang sehingga menimbulkan kecemburuan sosial yang sangat akut.
Baca Juga :  Khofifah Indar Parawansa Ingin Partai Yang Mendukungnya Tulus Dan Tanpa Syarat Pada Pilgub 2024

Sistem politik dan ekonomi yang liberal melahirkan politik oligarki konglomerasi akibatnya rakyat kehilangan kedaulatan ,keadilan bagi seluruh rakyat indonesia tidak bisa tercapai.

 

Presiden harus segera mengeluarkan keputusan politik untuk meredam eskalasi yakni :

  1. Presiden dengan kewenangannya yang dipegang harus berani menerbitkan PERPPU kembali ke UUD 1945 Asli mengingat Dekrit Prsiden adalah merupakan kewenangan dari Presiden.

Dekrit artinya Indonesia kembali ke rel perjuangan bangsa yang benar sebagaimana dicetuskan oleh bangsa Indonesia melalui Proklamasi 17 Agustus 1945.

  1. Segera sahkan RUU perampasan asset koruptor baik itu melalui paripurna DPR RI maupun dengan penerbitan PERPPU sebagai bukti bahwa Presiden tidak melindungi para koruptor dan mendukung apabila koruptor dimiskinkan.
  2. Resufle Menteri dan Wakil Menteri yang tidak kompoten dan perlu merampingkan komposisi kabinet Merah Putih.

Evaluasi terkait pendistribusian Makan Bergizi Gratis ( MBG ) harus lebih diutamakan untuk para siswa yang berada dipulau-pulau terluar dan perbatasan sehingga mereka merasa diperhatikan.

Penutup

Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bukti bahwa

Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( FA-GMNI ) sebagai Barisan Nasionalis – Marhaenis akan berada di Garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Semoga dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran terutama para elite politik harus selalu berhati-hati dengan lisannya dan harus bijak dalam menyampaikan ucapan dihadapan rakyat.

 

“ Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat,Aku besar karena rakyat,Aku berjuang karena rakyat dan Aku adalah Penyambung Lidah Rakyat “ ( Bung Karno ,Penggali Pancasila )

 

Dinyatakan : Bandung

Pada tanggal : 2 September 2025

 

 

 

Berita Terkait

Evaluasi Kritis Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Terhadap Amnesti dan ABOLISI Koruptor
Beredar Kabar Bupati PATI Turun Mendadak, Rakyat Jangan Sampai Jadi Korban!”
Regulasi Selalu Tidak Terhubung Dengan Kondisi Obyektif
Yunius Suwantoro Tanggapi Sindiran Roy Suryo “Partai Gajah”: Politik Harus Berdiri di Atas Etika dan Gagasan
Wawancara Eksklusif Yunius Suwantoro, Jangan Tumpukan Beban Pemilu Hanya Pada Caleg. Pengurus, Kader, Sayap Partai, dan Masyarakat Harus Bergerak Bersama
DPC GMNI Kota Mataram Berharap Dualisme Kepemimpinan Harus Diakhiri Tahun 2025, Segera Lakukan Kongres Persatuan
Pentingnya Gerakan Ideologi dan Politik, Anak Bangsa Wajib Berjalan Sesuai Hukum Rasional Sejarah
TRAGEDI ESENSIAL REPUBLIK INDONESIA, Reformasi Adalah Kontra Revolusi

Berita Terkait

Kamis, 4 September 2025 - 10:48 WIB

Pernyataan Sikap FA GMNI Terkait Krisis Mencekam 25 Agustus 2025, Keputusan Politik Presiden Menentukan Nasib Indonesia

Kamis, 14 Agustus 2025 - 23:15 WIB

Evaluasi Kritis Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Terhadap Amnesti dan ABOLISI Koruptor

Rabu, 13 Agustus 2025 - 18:09 WIB

Beredar Kabar Bupati PATI Turun Mendadak, Rakyat Jangan Sampai Jadi Korban!”

Rabu, 6 Agustus 2025 - 19:26 WIB

Regulasi Selalu Tidak Terhubung Dengan Kondisi Obyektif

Kamis, 24 Juli 2025 - 01:40 WIB

Yunius Suwantoro Tanggapi Sindiran Roy Suryo “Partai Gajah”: Politik Harus Berdiri di Atas Etika dan Gagasan

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB