
Hasrat hati untuk Indonesia menuju Gemah ripah loh jinawi, namun sayang tanahnya sudah rusak, airnya kotor, hutannya terbakar, udaranya panas, lautannya tercemar, gunung-gunung menguap, ekosistem hewan tidak lagi seimbang.
Assalamualaikum, Salam Merdeka !
Siapakah sebenarnya makhluk Tuhan di Bumi ini yang paling berkuasa atas kelestarian lingkungan, lalu siapakah makhluk Tuhan di Bumi yang tetap menjaga kelestariannya, dan siapa dia makhluk Tuhan di Bumi yang mau memperbaikinya setelah dirusak, bagaimana bentuknya makhluk Tuhan itu di Bumi yang sudah sengaja merusaknya.
Ada dimana kita sekarang ; ditempat tidur, diruang tamu, dijalanan apa dikeramaian. Baiknya kita ada ditempat berfikir, diruang berfikir, dijalan berfikir dan dikeramaian berfikirnya kesadaran untuk mengakui posisi kita sebagai yang mana.
Manusia makhluk terindah karena akal dan pikirannya, manusia makhluk yang paling indah karena dia bisa membedakan yang haq dan yang bathil. Semakin indah semakin cerdas semakin bisa melakukan apa saja, semakin kuasa pula atas dirinya dan orang lain. Tidak heran ketika para Malaikat pernah iri pada makhluk yang paling indah ini sampai Tuhan pernah diprotes sebelum penciptaannya.
Gemah Ripah Loh Jinawi – Hanya ungkapan, cuma pribahasa, oh pitutur atau filosifi saja. Kalimat ini yang selalu digaung-gaungkan sebelum republik ini merdeka sampai sekarang merdekanya sudah 8 dekade. Selalu berbicara tentang kemakmuran, apanya. Berbicara kesuburan, apanya. Berbicara tentang keamanan, apanya. Kesejahteraan, lagi lagi apanya yang sejahtera.
Setiap ganti pemimpin di republik ini yang berubah hanya wakilnya, setiap ganti pemimpin yang berubah hanya ganti juga kabinetnya, ganti juga komisarisnya, direksi dan kancah politiknya. Apakah gemah ripah loh jinawi-nya tercapai ? belum, masih banyak ketimpangan sosial, ketimpangan ekonomi, persoalan hukum. Kurang Organisasi apa negeri ini, kurang partai apa, aktivis, pakar, ilmuwan, banyak kok. Pendidikan, Kesehatan, Teknologi semua sudah canggih, Sumber Daya Alam, apalagi yang ini bukan sombong tuan memang melimpah.
Gunung yang menjulang tinggi, samudera yang luas, langit yang membentang, hingga dedaunan yang berguguran – semuanya mencerminkan keindahan, keteraturan, dan kekuasaan Sang Pencipta.
Subhanallah betapa besar pujian ini untukmu ya rabb,.. sungguh besar aku memujimu sepenuh langit, aku memujimu sepenuh bumi dan sepenuhnya lagi aku memujimu seberang sananya langit dan seberang sananya bumi. Alam semesta memujimu, para malaikat, para nabi bahkan jin dan iblis juga penuh memujimu. Namun sayang keindahan itu dirusak oleh tangan – tangan manusia, ambisi manusia demi nafsu sesaatnya didunia.
Gemah Ripah Loh Jinawi ini tidak mungkin Tuhan izinkan lahir kalau hanya untuk menjadi pitutur saja, semua ini akan terwujud akan sampai pada sebuah negeri dimana moral SDM-nya sudah baik dan benar. Kapankah ini terjadi ?, semoga saja sebelum Isa Al-Masih turun kebumi, terimakasih.
Penulis : Evi Jazuli
Sumber Berita : Alam pikiran







