DPC GMNI Kota Mataram Berharap Dualisme Kepemimpinan Harus Diakhiri Tahun 2025, Segera Lakukan Kongres Persatuan

- Jurnalis

Minggu, 13 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ini bukan soal siapa yang menang atau siapa yang kalah. Ini tentang menyelamatkan GMNI dari kehancuran internal dan membangun kembali gerakan yang revolusioner, terorganisir, dan ideologis. Kita harus kembali bersatu demi cita-cita besar perjuangan.
(Satya Ubhaya Sakti)

Konstalasi politik yang semakin keruh dalam sebuah organisasi harus segera dicarikan solusi agar tidak terjadi perpecahan yang mengakibatkan kehancuran.

Semua pengurus dan anggota organisasi memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menyuburkan nilai nilai ideologi Marhaenisme.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Mataram, Satya Ubhaya Sakti, menyatakan sikap tegas terhadap kondisi dualisme kepemimpinan yang telah membelah GMNI selama lebih dari lima tahun pasca Kongres Ambon 2019. Ia menegaskan bahwa tahun 2025 harus menjadi momentum persatuan untuk menyelamatkan arah perjuangan organisasi.

Baca Juga :  IKN Dalam Visi dan Misi Serta Program Kerja Capres Cawapres 2024, Ada Pasangan Yang Tidak Setuju

“Dualisme adalah ancaman serius bagi masa depan GMNI. Sudah cukup energi kita terkuras oleh konflik internal. Saatnya kita bersatu dan kembali ke garis perjuangan yang sejati,” ucap Satya

Menurutnya, perpecahan antara dua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang masing-masing mengklaim legitimasi kepemimpinan hanya memperburuk kondisi organisasi di daerah. Ia menyebut, banyak kader di basis menjadi korban kebingungan struktural hingga proses kaderisasi mandek di sejumlah cabang.

“Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. GMNI harus mengambil langkah penyelamatan organisasi. Kami di DPC GMNI Kota Mataram mendorong dilaksanakannya Kongres Persatuan sebagai jalan konstitusional dan historis untuk menyatukan kembali gerakan,”, tambah Satya.

Satya juga menyinggung bahwa tindakan dua DPP saat ini telah menyimpang dari nilai-nilai dasar GMNI dan ajaran Bung Karno yang selalu menjunjung tinggi persatuan.

Baca Juga :  Sejarah Pilkada Yang Akan Dilaksanakan Secara Serentak di Seluruh Indonesia Pada Tahun 2024

“GMNI lahir dari fusi tiga organisasi mahasiswa nasionalis. Ini selalu kita sampaikan dalam materi kaderisasi tingkat pertama. Kalau mereka benar-benar memahami sejarah, tentu tidak akan terjebak dalam ego kepemimpinan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Satya menyerukan agar seluruh kader GMNI di Indonesia, baik yang masih aktif di kampus maupun yang telah menjadi alumni, turut bersikap dan bertindak untuk mendorong terciptanya Kongres Persatuan.

“Ini bukan soal siapa yang menang atau siapa yang kalah. Ini tentang menyelamatkan GMNI dari kehancuran internal dan membangun kembali gerakan yang revolusioner, terorganisir, dan ideologis. Kita harus kembali bersatu demi cita-cita besar perjuangan,” tutup Satya.

Berita Terkait

Pernyataan Sikap FA GMNI Terkait Krisis Mencekam 25 Agustus 2025, Keputusan Politik Presiden Menentukan Nasib Indonesia
Evaluasi Kritis Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Terhadap Amnesti dan ABOLISI Koruptor
Beredar Kabar Bupati PATI Turun Mendadak, Rakyat Jangan Sampai Jadi Korban!”
Regulasi Selalu Tidak Terhubung Dengan Kondisi Obyektif
Yunius Suwantoro Tanggapi Sindiran Roy Suryo “Partai Gajah”: Politik Harus Berdiri di Atas Etika dan Gagasan
Wawancara Eksklusif Yunius Suwantoro, Jangan Tumpukan Beban Pemilu Hanya Pada Caleg. Pengurus, Kader, Sayap Partai, dan Masyarakat Harus Bergerak Bersama
Pentingnya Gerakan Ideologi dan Politik, Anak Bangsa Wajib Berjalan Sesuai Hukum Rasional Sejarah
TRAGEDI ESENSIAL REPUBLIK INDONESIA, Reformasi Adalah Kontra Revolusi

Berita Terkait

Kamis, 4 September 2025 - 10:48 WIB

Pernyataan Sikap FA GMNI Terkait Krisis Mencekam 25 Agustus 2025, Keputusan Politik Presiden Menentukan Nasib Indonesia

Kamis, 14 Agustus 2025 - 23:15 WIB

Evaluasi Kritis Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Terhadap Amnesti dan ABOLISI Koruptor

Rabu, 13 Agustus 2025 - 18:09 WIB

Beredar Kabar Bupati PATI Turun Mendadak, Rakyat Jangan Sampai Jadi Korban!”

Rabu, 6 Agustus 2025 - 19:26 WIB

Regulasi Selalu Tidak Terhubung Dengan Kondisi Obyektif

Kamis, 24 Juli 2025 - 01:40 WIB

Yunius Suwantoro Tanggapi Sindiran Roy Suryo “Partai Gajah”: Politik Harus Berdiri di Atas Etika dan Gagasan

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB