Persembahan Diantara Sembah – Sembah

- Jurnalis

Jumat, 6 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kehidupan sosial Kenegaraan seperti ini sudah dilakukan oleh Bapak Manusia ribuan tahun yang lalu.

Bapak manusia itu adalah Simbol Rejim Patriarki.

Ketika Bapak Manusia mati justru anak cucunya secara fanatis menjadikan Bapak Manusia berikutnya dan sebagai sumber dari seluruh nilai nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan.

Sejak itulah terjadi model model persembahan dan terus termodifikasi hingga saat ini.

Akhirnya kita kami kamu mereka sebagai manusia mengklaim orang orang yang melanjutkan tradisi leluhur itu sebagai manusia yang berdimensi Religius.

Dan mereka terperangkap dengan yang namanya ( TELOS). Yakni sebuah kisah yang berawal dan berakhir Alfa sampai Omega.

Meskipun secara Eskatologis itu hanyalah untaian untaian harapan yang tidak kunjung tiba tetapi anak anak manusia yang berdimensi Religius itu tetap melakukan seremonial itu bahkan dalam bentuknya yang paling SAKRAL berupa UPACARA.

 

Dan yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah Bahwa Tujuan Tujuan ( TELOS) itu tidaklah dijadikan sebagai pancang pancang kebenaran dan kebaikan dikarenakan historitas manusia tidak hanya ditentukan oleh *DIMENSI RELIGIUS* semata melainkan juga ditentukan oleh *DIMENSI ETIS* , dimensi Estetis dan berbagai Sub sub Dimensi.

Baca Juga :  Catatan Harian Djoko Sukmono, HOMO DEUS Konstruksi Pikiran Hampir Setiap Anak Manusia di Muka Bumi

 

Kemajuan itu tidak stagnan pada satu dimensi saja melainkan adalah adonan dari berbagai dimensi dan sub sub dimensi yang dikonvergensikan dengan pergulatan dan bila mana mungkin dengan TRAGEDI.

Ada Pergulatan yang bernama Politik Ekonomi Sosial maupun Revolosi Budaya dsb dan juga adanya berbagai TRAGEDI.

Tragedi FILOSOFIS.

Tragedi RELIGIUS.

Tragedi Sain dan Tehnologi maupun Tragedi Idiologis.

 

Dunia tidak dapat dibangun hanya dengan komat kamit saja ( itu yang harus disadari oleh anak anak manusia khususnya yang hidup berkehidupan berada beribu gunung berapi, banyak pulau dan pantai serta berdua musim digaris katulistiwa).

Baca Juga :  Kampus Terbaik Bidang Ilmu Hukum di Indonesia Tahun 2024 Versi Scimago Institutions Rangkings

Dan juga tidak bisa dibangkitkan hanya dengan Candu Candu Sosial berupa konstruksi budaya dan konstruksi sosial yang ILUSIF dan HALUSINASIF.

 

Dunia Sosial terus bekerja dan bagi anak anak manusia yang masih ketagihan dengan candu sosial maka kesempatan untuk menjadi *Manusia Konkret* tidak akan didapatkan didalam hidupnya dan karena mereka adalah manusia yang didalam konstruksi kesadarannya ada lingkaran setan yang pelik rumit dan berbelit.

 

Itulah tugas pemerintah khususnya Pemerintah Republik Indonesia siapapun bergiliran berkuasa untuk membersihkan kekotoran batin dan kekotoran kesadarannya agar *menjadi manusia manusia Indonesia yang konkret memiliki kompetensi dan bertalentakan yaitu ber PANCASILA secara murni dan konsekuen* sehingga terwujudnya kedamaian kegotongroyongan kemakmuran bagi seluruh lapisan Rakyatnya._

_*M E R D E K A….!!!*_

 

Penulis

Djoko Sukmono

Badan Pendidikan dan Pelatihan 

Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis 

Berita Terkait

Presma Universitas Islam Madura Diduga Menggelapkan Dana Anggaran PKKMB
Elit Politisi Yang Tidak Memiliki Kemampuan Berpikir Maka Akan Tunduk Pada Keburukan, Benahi Sistem Pendidikan Nasional
Cara Berpikir Yang Harus Dimiliki oleh Insan Pendidikan di Indonesia
Bupati Setyo Wahono Harus Memperbaiki Kualitas Pendidikan di Bojonegoro Demi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
DUNIA SOSIAL dan INFORMASI GLOBAL Yang Digerakkan Oleh Kekuasaan
Cara Mengembangkan Akal dan Logika Sampai Terbentuk Sebuah Pemikiran
Ruang Filsafat, Perjalanan Eksistensial Manusia
KPK Memantau Penerimaan Siswa Baru 2024, Mengajak Semua Pihak Untuk Melakukan Pengawasan

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:42 WIB

Presma Universitas Islam Madura Diduga Menggelapkan Dana Anggaran PKKMB

Minggu, 27 Juli 2025 - 00:14 WIB

Elit Politisi Yang Tidak Memiliki Kemampuan Berpikir Maka Akan Tunduk Pada Keburukan, Benahi Sistem Pendidikan Nasional

Minggu, 6 Juli 2025 - 23:42 WIB

Cara Berpikir Yang Harus Dimiliki oleh Insan Pendidikan di Indonesia

Sabtu, 7 Juni 2025 - 13:30 WIB

Bupati Setyo Wahono Harus Memperbaiki Kualitas Pendidikan di Bojonegoro Demi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Jumat, 6 Juni 2025 - 17:24 WIB

Persembahan Diantara Sembah – Sembah

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB