Ketangguhan sebuah bangsa bukan hanya di isi dengan kekuatan militer, intelejen, berbagai hal berkaitan area fisik, Juga wajib, keberadaan terhadap para pemikir untuk memunculkan peradaban bermanfaat bagi kemanusiaan. Demikian pula digunakan penguatan bagi mempertahankan budaya, tradisi, melekatnya pemahaman, mengerti, tentang keberagaman baik agama, bahasa, budaya daerah, suku suku, lewat logika berpikir hingga segala sesuatu mengenai Nusantara terserap pada pribadi warga negara.
Akal akan membuat ke ter paham an yang diterima pikiran karena melihat’ bentuk nyata, alasan alasan logis dapat diterima oleh pemikiran. Komunikasi selalu diantar oleh lewat berpikir terlebih dahulu, seperti apa harus saya katakan bagaimana berkata kata, kalimat apa sangat tepat digunakan supaya para pendengarnya cepat menangkap arti, makna, tujuan, maksud diri pembicara. Di selip an kata kalimat pasti ada pancingan pertanyaan dari pendengar. Pertanyaan, muncul akibat para audiens mempunyai sifat kritis, kreatif,kecerdasan, interaksi simboisis mutualis.
Peristiwa diatas tentu tak lain karena keberadaan dunia pendidikan nasional telah berbudi daya, manusia pemilik pemikiran baik, kuat, cerdas. Berfungsinya dunia pendidikan sangat membantu melahirkan manusia berkualitas, oleh hasil pengembamg an masing masing potensi anak didik, khususnya pengolahan cara berpikir, ada dialog, mendengarkan para guru disaat siswa sedang berbicara, membebaskan tema pembicaraan berdasarkan hasil pikiran anak anak, keterlibatan, literasi menulis, diskusi. Pola pola ini, akan menghasilkan banyak pemikir, kritis, kreatif, berani berbicara bila dianggap satu masalah tak berkenan dengan diri pribadi,minta penjelasan tentang hal tersebut.
Keberadaan pemikiran disetiap warga akan memberikan kepercayaan diri, keberanian, tidak rendah diri dihadapan siapapun terutama orang asing, dengan memiliki prinsip Ia pun paham apa kebenaran, keburukan. Disaat mereka, menjadi elit politisi di Indonesia,mampu merubah kebobrokan telah mengakar di bumi nyiur melambai ini.
Jika sistem pendidikan nasional stagnan akibatnya tiada harapan suatu perubahan akan muncul. Elit politisi yang tidak memiliki kemampuan berpikir maka akan tunduk pada keburukan.







