Musim kemarau diprediksi akan berlangsung lama di Indonesia sehingga banyak menghantui para petani yang budidaya di sawah.
Karena untuk melakukan proses budidaya dibutuhkan air untuk menyiram dan mengairi tanaman yang di budidaya.
Merespon hal tersebut maka pemerintah melakukan inisiatif untuk membuat teknologi Modifikasi Cuaca untuk mengisi beberapa bendungan di Jawa.
Kondisi yang berbeda dialami oleh daerah yang berada di Kalimantan Selatan yang mengalami bencana alam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, Sulhadi mengungkapkan.
Tujuh Kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengalami kejadian terendam banjir.
Ketujuh kecamatan itu adalah, Kecamatan Satui, Karang Bintang, Sungai Loban, Kusan Hulu, Batulicin, Kuranji, dan Kecamatan Kusan Tengah.
Hari Sabtu (8/6/2024), Sulhadi menjelaskan, Daerah yang perlu mendapatkan penanganan khusus adalah Kecamatan Satui.
Ketika dikonfirmasi soal ketingian air hingga setinggi atap rumah, ia membenarkan hal itu, namun dijelaskan bahwa kondisi tersebut berada di daerah bantaran sungai.
“Budaya masyarakat kita memang tinggal di bantaran sungai. Jadi, yang setinggi atap rumah itu yang berada di situ dan banyak yang tetap bertahan tinggal di rumah, bahkan ada yang di atap rumah,” ujarnya.
Sejumlah masyarakat yang akan dievakuasi ada yang justru lebih memilih tetap tinggal di rumah mereka.
Untuk penyaluran bantuan seperti logistik, BPBD menggunakan perahu, sementara untuk warga yang sulit dijangkau,
bantuan diberikan ke perangkat desa untuk mengkoordinir bantuan tersebut.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan,
banjir sebetulnya sudah melanda sebagian wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu sejak Selasa, 4 Juni 2024 lalu.
Namun, banjir tak kunjung surut dan meluas hingga merendam tujuh kecamatan dengan ketinggian air bervariasi.
Menurut Abdul Muhari, banjir disebabkan oleh hujan intensitas tinggi dengan durasi yang cukup lama. Imbasnya, empat sungai yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu meluap.









