Flora Dan Fauna Yang Menjadi Maskot Provinsi Lampung, Kondisinya Dilindungi Karena Hampir Punah

- Jurnalis

Sabtu, 20 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gajah yang hidup di habitat taman nasional

Gajah yang hidup di habitat taman nasional

Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan flora dan fauna sebagai identitas Provinsi tersebut.

Tidak hanya Lampung, daerah lain juga memiliki tumbuhan dan hewan khas sebagai maskot dan identitasnya.

Khusus Provinsi Lampung ada tumbuhan dan hewan khas yang dipilih sebagai maskot.

Yaitu Bunga Ashar (Mirabilis jalapa L) dan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Bunga Ashar (Mirabilis jalapa L) ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Lampung dan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) sebagai fauna identitasnya.

Deskripsi Flora Dan Fauna Khas Lampung

Bunga ashar

populer sebagai kembang pukul empat atau Four o’clock plant, dalam bahasa latin disebut Mirabilis jalapa L.

Bunga ashar atau kembang pukul empat bukanlah bunga asli Indonesia tetapi berasal dari Meksiko,

Baca Juga :  Real Count KPU Hari Minggu 25/2/2024 Pukul 20:00 WIB.

Hingga saat ini bunga ashar ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Lampung.

Ada beragam cerita masyarakat yang menyebabkan nama bunga yang unik ini.

Dinamakan bunga ashar atau asar dan kembang pukul empat karena bunga ini mekar pada sore hari sekitar pukul empat.

Kemudian masyarakat Lampung menandakan bunga ini sebagai masuknya waktu sholat Ashar.

Tidak heran jika bunga ashar atau kembang pukul empat ditanam di pekarang atau di depan surau.

 

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)

Dalam penelitian membuktikan bahwa hewan ini merupakan satu dari tiga subspesies Gajah Asia.

Subspesies Gajah Asia (Elephas maximus) selain Gajah Sumatera adalah Gajah Asia (Elephas maximus maximus) yang terdapat di Srilangka.

Baca Juga :  Peran Suku Bajau Terhadap Masa Depan Cagar Biosfer Wakatobi

Serta Gajah India (Elephas maximus indicus) yang terdapat di Asia Tenggara dan India.

Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) memiliki nafsu makan besar.

Bahkan mencapai hingga 150 kg setiap hari dan bisa dijumpai di pulau Sumatera Indonesia.

Binatang besar ini sudah ditetapkan sebagai Fauna Identitas Provinsi Lampung.

Habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) hanya di pulau Sumatera Indonesia.

Penyebaran Populasi gajah ini cenderung sangat luas di sekitar tujuh Provinsi yaitu

Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung.

Ironisnya Meskipun sebaran habitat gajah tersebut luas tetapi populasinya menurun drastis.

Kondisi itu yang membuat UICN Redlist mengkatagorikan binatang besar ini Endangered sejak tahun 1996.

 

Berita Terkait

Satpol PP Bojonegoro Segel Perusahaan Yang Belum Lengkap Perizinan Operasi
Keinginan Masyarakat Pulau Sumbawa Untuk Mengola Daerah Wajib Kita Dukung Sepenuhnya Demi Pemerataan Pembangunan Serta Terwujudnya Keadilan
Hasil Riset BRIN Seharusnya Menjadi Rujukan DKPP Kabupaten Bojonegoro Demi Kesejahteraan Petani Bawang Merah
Tragedi Perselingkuhan Lahan Pertanian Dengan Home Industri Atas Nama Kemajuan Sebuah Kota
Pemkab Bojonegoro Kucurkan Hibah BUMDes Pertanian Rp 1,5 M, Setiap Desa Dapat Jatah Rp 100 Juta
Bupati Situbondo dan Kepala Dinas Diperiksa Penyidik KPK Atas Dugaan Korupsi
Wali Kota Semarang Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi di Berbagai Dinas Pemerintahan
Mantan Ketua Pengadilan Surabaya Menjadi Tersangka Korupsi Suap, Kepercayaan Masyarakat Terhadap Hukum Semakin Menurun

Berita Terkait

Senin, 9 Juni 2025 - 16:53 WIB

Satpol PP Bojonegoro Segel Perusahaan Yang Belum Lengkap Perizinan Operasi

Rabu, 21 Mei 2025 - 22:34 WIB

Keinginan Masyarakat Pulau Sumbawa Untuk Mengola Daerah Wajib Kita Dukung Sepenuhnya Demi Pemerataan Pembangunan Serta Terwujudnya Keadilan

Minggu, 20 April 2025 - 22:42 WIB

Hasil Riset BRIN Seharusnya Menjadi Rujukan DKPP Kabupaten Bojonegoro Demi Kesejahteraan Petani Bawang Merah

Kamis, 27 Maret 2025 - 13:56 WIB

Tragedi Perselingkuhan Lahan Pertanian Dengan Home Industri Atas Nama Kemajuan Sebuah Kota

Selasa, 11 Maret 2025 - 15:35 WIB

Pemkab Bojonegoro Kucurkan Hibah BUMDes Pertanian Rp 1,5 M, Setiap Desa Dapat Jatah Rp 100 Juta

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB