Tak Perlu Pemikiran Yang Penting Ikut dan Tunduk Pada Senior

- Jurnalis

Sabtu, 2 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi reaksi  adalah sebuah realitas tak bisa hilang dari sebuah pergumulan politik, baik pemikiran maupun pragmatisme. Keberadaannya di wilayah perebutan pengaruh atas ide, implementasi berpikir,  lewat aksi lapangan. Bertujuan menarik simpati, merasa di bela, di bantu, diperhatikan, pembelaan terhadap tertindas, terzalimi, melalui berbagai cara salah satunya di legislatif, prilaku  seperti itu, dilaksanakan oleh Partai partai politik. Pihak pemerintah, bertindak dalam wujud undang undang, keputusan Presiden, Mentri, Gubernur,, perintah langsung Presiden pada bawahannya.Kedua kubu legislatif dan pemerintah biasanya menarik hasil kebijakan tersebut, berdasarkan penolakan dari berbagai kalangan berpengaruh,  melakukan reaksi demo, pernyataan, didukung oleh organisasi ataupun masyarakat (walau para pendukung bersifat crowd, emosi, bisa dikatakan tanpa kesadaran politik).

Baca Juga :  3 cara memberikan kebahagiaan kepada anak

 

Permasalahan timbul, aksi dan reaksi selalu berada ditangan tangan orang berkepentingan, terhadap sebuah kebijakan, hasil setiap keputusan pemerintah, disetujui DPR RI. Seperti, oligarki, partai politik, juga bisa dimainkan jadi isu oleh para elit politisi, termasuk industri asing, memainkan kaki tangannya didalam negeri.Untuk pelaksanaan penekan utama adalah masyarakat, mahasiswa, melalui demo. Isu, telah dipersiapkan semua, termasuk berbagai macam.kenutijan demonstrasi. Kedua kelompok, hanya jadi pelaksana atas terganggunya, kepentingan mereka. Sementara, kelompok tak memahami apapun, baik maksud dan tujuan tetapi disisi lain, grup grup itu, memerlukan makan,  biaya keseharian, ingin dilihat senior, bahwa ia patuh dan tunduk,supaya mendapatkan posisi diberbagai jabatan, organisasi massa, partai, pemerintahan, sebab senior mempunyai jaringan ke dalam.Tak perlu pemikiran, terpenting ikut dan tunduk pada senior.

Baca Juga :  Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

 

Ketidak sabaran dalam berpolitik tak bisa dihilangkan dari sistem pendidikan, peng- hilang an iterasi, menulis, diskusi, dialog, menguatnya pembelajaran instan, melalui teknologi Google,tinggal klik semua tersedia, hafalan menguat,tanpa membaca isi  teks, tiada pemahaman, tak ada pertanyaan, Membuat malas berpikir,  pembenahan wajib dilakukan, agar hadir mahasiswa cerdas. Lalu?

 

Penulis
Indra Aden
Pegiat Literasi dan Sosial Indonesia

Berita Terkait

DPC GMNI Pamekasan Gelar Tiga Lomba Kreatif Se-Madura Dalam Momentum “Juni Istimewa”
Minat Baca Generasi Bangsa Indonesia Sangat Rendah, Berikut Data UNESCO
Immanuel Kant (1875 – 1961) Pemikirannya Menjadi Referensi Dalam Menilai Kehidupan
Sejarah Pertanian di Dunia dan Pengaruhnya Terhadap Kondisi Perekonomian Bojonegoro Saat Ini
Pengolahan Hasil Panen Bisa Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Badan Bank Tanah Mencatat Pertumbuhan Positif Pada Tahun2024 Yang Tersebar di 21 Provinsi
Guru Honorer Kabupaten Konawe Selatan Bebas Dari Tuntutan Hukum, Berikut Fakta Persidangan di Pengadilan Negeri Andoolo
Hutang Petani dan Nelayan Kepada Perbankan Akan Dihapus Oleh Presiden Prabowo, Berikut Ketentuannya

Berita Terkait

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 23:33 WIB

Tak Perlu Pemikiran Yang Penting Ikut dan Tunduk Pada Senior

Minggu, 8 Juni 2025 - 21:41 WIB

DPC GMNI Pamekasan Gelar Tiga Lomba Kreatif Se-Madura Dalam Momentum “Juni Istimewa”

Minggu, 4 Mei 2025 - 23:55 WIB

Minat Baca Generasi Bangsa Indonesia Sangat Rendah, Berikut Data UNESCO

Sabtu, 29 Maret 2025 - 01:38 WIB

Immanuel Kant (1875 – 1961) Pemikirannya Menjadi Referensi Dalam Menilai Kehidupan

Senin, 24 Maret 2025 - 00:08 WIB

Sejarah Pertanian di Dunia dan Pengaruhnya Terhadap Kondisi Perekonomian Bojonegoro Saat Ini

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB