Aksi reaksi adalah sebuah realitas tak bisa hilang dari sebuah pergumulan politik, baik pemikiran maupun pragmatisme. Keberadaannya di wilayah perebutan pengaruh atas ide, implementasi berpikir, lewat aksi lapangan. Bertujuan menarik simpati, merasa di bela, di bantu, diperhatikan, pembelaan terhadap tertindas, terzalimi, melalui berbagai cara salah satunya di legislatif, prilaku seperti itu, dilaksanakan oleh Partai partai politik. Pihak pemerintah, bertindak dalam wujud undang undang, keputusan Presiden, Mentri, Gubernur,, perintah langsung Presiden pada bawahannya.Kedua kubu legislatif dan pemerintah biasanya menarik hasil kebijakan tersebut, berdasarkan penolakan dari berbagai kalangan berpengaruh, melakukan reaksi demo, pernyataan, didukung oleh organisasi ataupun masyarakat (walau para pendukung bersifat crowd, emosi, bisa dikatakan tanpa kesadaran politik).
Permasalahan timbul, aksi dan reaksi selalu berada ditangan tangan orang berkepentingan, terhadap sebuah kebijakan, hasil setiap keputusan pemerintah, disetujui DPR RI. Seperti, oligarki, partai politik, juga bisa dimainkan jadi isu oleh para elit politisi, termasuk industri asing, memainkan kaki tangannya didalam negeri.Untuk pelaksanaan penekan utama adalah masyarakat, mahasiswa, melalui demo. Isu, telah dipersiapkan semua, termasuk berbagai macam.kenutijan demonstrasi. Kedua kelompok, hanya jadi pelaksana atas terganggunya, kepentingan mereka. Sementara, kelompok tak memahami apapun, baik maksud dan tujuan tetapi disisi lain, grup grup itu, memerlukan makan, biaya keseharian, ingin dilihat senior, bahwa ia patuh dan tunduk,supaya mendapatkan posisi diberbagai jabatan, organisasi massa, partai, pemerintahan, sebab senior mempunyai jaringan ke dalam.Tak perlu pemikiran, terpenting ikut dan tunduk pada senior.
Ketidak sabaran dalam berpolitik tak bisa dihilangkan dari sistem pendidikan, peng- hilang an iterasi, menulis, diskusi, dialog, menguatnya pembelajaran instan, melalui teknologi Google,tinggal klik semua tersedia, hafalan menguat,tanpa membaca isi teks, tiada pemahaman, tak ada pertanyaan, Membuat malas berpikir, pembenahan wajib dilakukan, agar hadir mahasiswa cerdas. Lalu?







