Krisis dalam dunia pertanian harus menjadi pekerjaan rumah yang wajib segera diselesaikan oleh semua pihak.
Bukan hanya dalam hal budidaya atau teknologi dalam mensukseskan proses tanam di lahan persawahan saja.
Banyak Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan ini, salah satu solusi tersebut adalah pengolahan hasil pertanian.
Agro-processing merujuk pada bagian dari manufaktur yang memproses bahan mentah dan produk antara yang berasal dari sektor pertanian.
Secara sederhana, istilah ini dapat didefinisikan sebagai pemrosesan produk pertanian yang menghasilkan produk sampingan lebih lanjut.
Industri pengolahan hasil pertanian mencakup transformasi produk yang berasal dari pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Sektor pengolahan hasil pertanian memberikan nilai tambah yang signifikan pada produk pertanian mentah. Oleh karena itu, produk baru tersebut memiliki nilai tambah dalam tiga dimensi, yaitu tahap nilai tambah primer (pengemasan produk segar mentah), tahap pengolahan/ekstraksi (ekstraksi dan pengemasan jus), dan penyiapan makanan (pengolahan minimal seperti selai dan jeli).
Selain itu pengolahan hasil pertanian sangat penting karena memberikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, dan ketahanan pangan.
Pengolahan hasil pertanian menciptakan peningkatan produktivitas pertanian dan pendapatan rumah tangga petani, mendorong ketersediaan pangan yang terjangkau, aman, dan bergizi sepanjang tahun, serta menciptakan lapangan kerja.
Salah satu manfaat yang paling signifikan ialah mengurangi impor makanan sejenis atau asing dan menghemat devisa.
Industri pengolahan hasil pertanian penting bagi perekonomian Trinidad dan Tobago tidak hanya melalui penambahan penciptaan produk lokal baru dalam skala komersial, tetapi juga menyediakan banyak lapangan pekerjaan melalui pertumbuhan dan perluasan sektor yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, ada banyak sistem pendukung yang tersedia bagi para pengusaha yang ingin terjun ke bidang pengolahan hasil pertanian. Kita tidak hanya dapat mengurangi biaya impor pangan, tetapi juga menghasilkan devisa bagi negara kita dengan menjualnya ke pasar internasional.
Beberapa produk agro-olahan meliputi produk olahan susu termasuk beberapa yoghurt dan selai susu, buah dan sayur beku, gula-gula, coklat, produk olahan berbahan dasar sereal, berbagai makanan olahan dan saus, serta minuman non-alkohol.
Penulis
Hanip
Komisi Riset Yayasan Suara Petani Indonesia









