Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

- Jurnalis

Sabtu, 9 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ketua PA GMNI Lombok Timur, Bung Rahmanes

Foto Ketua PA GMNI Lombok Timur, Bung Rahmanes

 

“Jika Rencana Pajak Ini Dipaksakan, Jalanan akan Penuh Petani!”

(Rahmanes)

 

Lombok Timur, 7 Agustus 2025 — Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Lombok Timur, Bung Rahmanes, mengeluarkan pernyataan keras menanggapi rencana Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wilayah Nusa Tenggara untuk memungut pajak dari petani tembakau skala besar.

Dalam pernyataannya, Bung Rahmanes mengancam akan memimpin aksi besar-besaran dengan melibatkan 10 ribu petani tembakau untuk menduduki kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Kanwil DJP jika kebijakan itu tetap dilanjutkan.

Baca Juga :  Sejarah Kesatuan Buruh Marhaenis ( KBM ) Hingga Terbentuknya Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)

“Kami tidak main-main. Jika rencana ini dipaksakan, 10 ribu petani akan memenuhi jalan, membawa suara perlawanan dari ladang-ladang tembakau. Negara jangan coba-coba menindas petani,” tegas Bung Rahmanes.

Menurutnya, kebijakan pajak ini adalah bentuk penindasan struktural, karena selama ini negara tidak pernah memberikan dukungan nyata kepada petani tembakau di Lombok Timur. Mulai dari jalan tani yang rusak, irigasi tidak berfungsi, harga tidak dilindungi, hingga dominasi tengkulak — semua menjadi bukti bahwa negara absen saat petani berjuang.

 

TUNTUTAN PA GMNI LOMBOK TIMUR:

  1. Batalkan rencana pajak untuk petani tembakau.
  2. Perbaiki infrastruktur pertanian sebelum bicara pungutan.
  3. Lindungi harga tembakau dan putus ketergantungan pada tengkulak.
  4. Libatkan petani dalam setiap perumusan kebijakan pertanian dan pajak.
Baca Juga :  Joe Biden Terancam Secara Politik Pada Pilpres Amerika, Peran Obama Sangat Berpengaruh Besar

 

Bung Rahmanes menegaskan, PA GMNI Lombok Timur tidak anti pajak, tetapi menolak keras jika pajak dikenakan kepada petani yang belum pernah menikmati perlindungan negara.

“Petani tembakau ini bukan ATM negara. Mereka adalah pahlawan ekonomi desa yang harus dibantu, bukan diperas. Kalau negara memaksa, kami akan lawan di jalanan!” pungkasnya.

Berita Terkait

Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 
Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 
Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor
Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina
Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai
“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”
DPC GMNI Kota Mataram Kirimkan Eksaminasi Putusan dan Serukan Penyelesaian Konflik Organisasi Melalui Mekanisme Internal
Reforma Agraria dan Aksi Massa Warga Kebon Sayur

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:11 WIB

Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:45 WIB

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:52 WIB

Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:05 WIB

Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina

Minggu, 3 Agustus 2025 - 23:05 WIB

Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai

Berita Terbaru

Pemikiran

Green Economy sebagai Arah Wajib Pembangunan Jember

Senin, 4 Mei 2026 - 14:43 WIB