Kepolosan Rakyat Dapat Dimanfaatkan Oleh Elit Politisi Untuk Kepentingan Golongannya

- Jurnalis

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kepolosan atau keluguan seseorang tak bisa  hanya dilihat dari ketidakmampuan mereka baik dari sisi penguasaan cara berpikir akan tetapi hal itu bisa dilihat melalui pergaulan, pertemanan dengan orang orang supel, cerdas, pandai, juga memahami serta mengenal watak, prilaku dari orang yang memiliki kedekatannya dalam interaksi antara mereka.

Sebab kepolosan atau keluguan mempengaruhi  terhadap dampak relasi bagi perkembangan mental disaat menilai tentang sebuah hasil  kajian kajian yang diuraikan melalui cara ilmu pengetahuan dan penggunaan metodologi untuk menghubungkan masalah masalah terkait  supaya problematika segera diketemukan.

Hal tersebut tidak bisa dihilangkan bersama pengaruh mental yang melekat pada seorang ilmuwan, keluguan atau kepolosan dapat dimanfaatkan oleh para elit politisi, bagi penggunaan hasil kajian kajian tersebut  bagi keberlangsungan budaya politik dari pihak elit politisi, bagi keperluan kelompok maupun individu individu dari kalangan mereka. Karena mental atau sikap biasanya dapat digugat hanya dengan pujian , entah dengan lisan maupun tulisan bahkan dengan gaya bahasa tubuh.

Baca Juga :  Wakil Presiden Republik Indonesia Mulai Pertama Kali Merdeka Hingga Sekarang, Siapa Selanjutnya,,??

Banyaknya para ahli menjadi terjebak lewat keluguan dan kepolosannya menjadi seorang ahli dari elit dan politisi sesuai kebutuhan terhadap ide atau konsep yang ia lakukan untuk tetap berada dikalangan elit politisi,  akibat dari kepolosan dan keluguan dari sifat yang dimilikinya  terus terpelihara oleh pola bergaul  dimunculkan diaktifkan dari dalam dirinya sendiri.

Baca Juga :  Pilkada Banten Merupakan Ajang Rekonsiliasi Partai Politik Dengan Mengusung Kepala Daerah Yang Sama

Kepolosan atau keluguan seseorang ilmuwan mendapatkan efek ketertahananya  menjadi ke tidak berdayaan sehingga memunculkan hilangnya kreatif, kritis,  ketak mampuan menemukan pola pola berpikir mandiri karena ruang tunggu berpikirnya selalu dibentuk oleh elit politisi agar bekerja sesuai dengan kehendak keinginan dan terprogram nya  pola pola cara kerja disesuaikan dengan pola pola bagi siapa yang membayar mereka.

Keberadaaan kepolosan atau keluguan yang dimiliki oleh para ahli tentu tak bisa dilepaskan dari tubuh mereka  kecuali keluarnya pihak para pemikir dari rutinitas dan membuang cara cara lama demi membentuk hal hal baru.

Penulis
Indra Aden
Pegiat Literasi dan Sosial Indonesia

Berita Terkait

Pernyataan Sikap FA GMNI Terkait Krisis Mencekam 25 Agustus 2025, Keputusan Politik Presiden Menentukan Nasib Indonesia
Evaluasi Kritis Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Terhadap Amnesti dan ABOLISI Koruptor
Beredar Kabar Bupati PATI Turun Mendadak, Rakyat Jangan Sampai Jadi Korban!”
Regulasi Selalu Tidak Terhubung Dengan Kondisi Obyektif
Yunius Suwantoro Tanggapi Sindiran Roy Suryo “Partai Gajah”: Politik Harus Berdiri di Atas Etika dan Gagasan
Wawancara Eksklusif Yunius Suwantoro, Jangan Tumpukan Beban Pemilu Hanya Pada Caleg. Pengurus, Kader, Sayap Partai, dan Masyarakat Harus Bergerak Bersama
DPC GMNI Kota Mataram Berharap Dualisme Kepemimpinan Harus Diakhiri Tahun 2025, Segera Lakukan Kongres Persatuan
Pentingnya Gerakan Ideologi dan Politik, Anak Bangsa Wajib Berjalan Sesuai Hukum Rasional Sejarah

Berita Terkait

Kamis, 4 September 2025 - 10:48 WIB

Pernyataan Sikap FA GMNI Terkait Krisis Mencekam 25 Agustus 2025, Keputusan Politik Presiden Menentukan Nasib Indonesia

Kamis, 14 Agustus 2025 - 23:15 WIB

Evaluasi Kritis Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Terhadap Amnesti dan ABOLISI Koruptor

Rabu, 13 Agustus 2025 - 18:09 WIB

Beredar Kabar Bupati PATI Turun Mendadak, Rakyat Jangan Sampai Jadi Korban!”

Rabu, 6 Agustus 2025 - 19:26 WIB

Regulasi Selalu Tidak Terhubung Dengan Kondisi Obyektif

Kamis, 24 Juli 2025 - 01:40 WIB

Yunius Suwantoro Tanggapi Sindiran Roy Suryo “Partai Gajah”: Politik Harus Berdiri di Atas Etika dan Gagasan

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB