Kepolosan atau keluguan seseorang tak bisa hanya dilihat dari ketidakmampuan mereka baik dari sisi penguasaan cara berpikir akan tetapi hal itu bisa dilihat melalui pergaulan, pertemanan dengan orang orang supel, cerdas, pandai, juga memahami serta mengenal watak, prilaku dari orang yang memiliki kedekatannya dalam interaksi antara mereka.
Sebab kepolosan atau keluguan mempengaruhi terhadap dampak relasi bagi perkembangan mental disaat menilai tentang sebuah hasil kajian kajian yang diuraikan melalui cara ilmu pengetahuan dan penggunaan metodologi untuk menghubungkan masalah masalah terkait supaya problematika segera diketemukan.
Hal tersebut tidak bisa dihilangkan bersama pengaruh mental yang melekat pada seorang ilmuwan, keluguan atau kepolosan dapat dimanfaatkan oleh para elit politisi, bagi penggunaan hasil kajian kajian tersebut bagi keberlangsungan budaya politik dari pihak elit politisi, bagi keperluan kelompok maupun individu individu dari kalangan mereka. Karena mental atau sikap biasanya dapat digugat hanya dengan pujian , entah dengan lisan maupun tulisan bahkan dengan gaya bahasa tubuh.
Banyaknya para ahli menjadi terjebak lewat keluguan dan kepolosannya menjadi seorang ahli dari elit dan politisi sesuai kebutuhan terhadap ide atau konsep yang ia lakukan untuk tetap berada dikalangan elit politisi, akibat dari kepolosan dan keluguan dari sifat yang dimilikinya terus terpelihara oleh pola bergaul dimunculkan diaktifkan dari dalam dirinya sendiri.
Kepolosan atau keluguan seseorang ilmuwan mendapatkan efek ketertahananya menjadi ke tidak berdayaan sehingga memunculkan hilangnya kreatif, kritis, ketak mampuan menemukan pola pola berpikir mandiri karena ruang tunggu berpikirnya selalu dibentuk oleh elit politisi agar bekerja sesuai dengan kehendak keinginan dan terprogram nya pola pola cara kerja disesuaikan dengan pola pola bagi siapa yang membayar mereka.
Keberadaaan kepolosan atau keluguan yang dimiliki oleh para ahli tentu tak bisa dilepaskan dari tubuh mereka kecuali keluarnya pihak para pemikir dari rutinitas dan membuang cara cara lama demi membentuk hal hal baru.