Setiap daerah di Indonesia memiliki adat dan budaya yang kaya akan pesan moral dan spiritual.
Sehingga sebagai Bangsa yang besar kita harus menghargai dan menghormati kebudayaan tiap daerah.
Penting bagi generasi muda untuk memahami dan mempelajari budaya antar daerah agar memiliki pengetahuan yang luas.
Salah satu budaya Indonesia yakni Upacara adat Karia’a, secara pelaksanaan hampir sama dengan perayaan sunatan.
Upacara ini dilakukan oleh Suku Buton, disana anak-anak pada umumnya sudah disunat sejak usia lima tahun.
Upacara adat Karia’a dilakukan di lapangan terbuka, ditandai dengan suara nyanyian dari sekelompok ibu-ibu.
Semua peserta perayaan Karia’a mendapatkan bagian dari syara, yaitu pemimpin upacara Karia’a.
Sedangkan semua peserta upacara akan menuju batanga, yaitu tempat perayaan dari rumah mereka masing-masing.
Bagi Yang menuju batanga biasanya dengan menggunakan kansoda’a, yaitu usungan yang terbuat dari bambu besi, dan masyarakat setempat menyebut o’o.
Karia’a sama seperti perayaan sunatan, kemudian anak-anak perempuan yang sudah dihias diusung selama perayaan berlangsung.
Dalam prakteknya Perayaan Karia’a dilakukan dengan arak-arakan keliling kampung sambil membawa usungan.
Perayaan Karia’a yang diusung bukanlah anak laki-laki yang telah disunat, pemandangan ini yang membuat menjadi unik.
Anak-anak perempuan yang didandani dengan pakaian adat daerah Buton, Wakatobi dan hiasan bunga di kepala.
Satu usungan berisi tiga hingga lima anak perempuan, mereka diusung empat hingga sepuluh laki-laki dewasa.
Ada Salah satu persyaratan harus diikuti oleh laki laki yang sudah beranjak remaja atau dewasa.
Yakni Arak-arakan Karia’a boleh diikuti laki-laki dewasa yang sudah disunat namun mereka tidak pernah mengikuti perayaan Karia’a sebelumnya.
Upacara adat Karia’a adalah salah satu tradisi Suku Buton Wakatobi yang sudah dilakukan sejak 1918.







