Syair Marhaenis, Potret NKRI

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada Era Demokrasi terpimpin Rakyat Indonesia itu ada dan menjadi Konkret

Dikarenakan didalam Penemuan kembali jalannya Revolosi Indonesia telah dengan jelas dan gamblang dinyatakan oleh BUNG KARNO dalam Pidatonya pada peringatan HUT Republik Indonesia yang ke 14 pada tgl 17 Agustus tahun 1959.

Dimana Rakyat adalah BUDI NURANI KEMANUSIAAN.

Dan setelah Paduka yang mulia Pemimpin Besar REVOLOSI penyambung lidah rakyat Indonesia ini Mengalami Kesenjaan hidup dan kekuasaan berangsur angsur jatuh kegenggaman Suharto maka Rakyat konkret yang Telah ada Dan Menjadi itu, Eksistensinya ditiadakan namun ESENSINYA tetap dipertahankan namun Rakyat hanyalah dijadikan Sebagai HANTU SOSIAL POLITIK yang daripadanya Siap dijadikan JARGON dan Slogan.

Baca Juga :  Kisah Kerajaan Kediri Mulai Perekonomian dan Hancurnya Peradaban Karena Raja Yang Angkuh

Contoh banyak istilah yang di goreng goreng tentang si HANTU’ SOSIAL POLITIK ( RAKYAT) itu Misalnya ada Postulat yang berbunyi KESEJAHTERAAN RAKYAT Dan hal  itu tidaklah mungkin Diwujudkan.

Dikatakan Kekuasaan melepaskan Hantu baru bernama Masyarakat untuk diadu domba Dengan RAKYAT.

 

Contohnya Postulat yang dilepaskan ke publik adalah KEBAHAGIAAN MASYARAKAT.

MASYARAKAT ADIL dan MAKMUR

 

Narasi ini bisa dikatakan sebagai Narasi yang  manipulatif.

Dan jika ditinjau dari berfikir yang Filosofis dia adalah KEJAHATAN PUBLIK yang terstruktur sistematis dan Masif.

Baca Juga :  Upacara Adat Toraja Memberikan Makna Simbolis Mengenang Para Leluhur Untuk Kehidupan

Yang dipertanyakan oleh seorang Filsuf sosial Indonesia bernama Joko Sukmono adalah “Apakah Presiden Republik Indonesia sekarang Prabowo Subianto itu memahami kondisi budaya SOSIAL POLITIK KRONIK seperti itu ?????…..”

 

Jika tidak ada yang memahami berartii Indonesia ini bukan Negara yang Konkret Namun sebuah Negara abstrak yang seluruh komponen maupun instrumennya adalah ILUSIF.

Inilah gambaran dari POTRET NKRI itu.

 

Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis
( NASMAR )

Berita Terkait

Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana
Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!
Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran
Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional
Syair Marhaenis, Menjadi manusia Methodologis adalah panggilan Sejarah
Syair Nasionalis-Marhaenis, Gerakan Desukarnoisasi Yang Terstruktur dan Sistematis
Syair Marhaenis, Kepada Seseorang Yang Kukenal Seumur Hidupku
Desa Sugih Waras Kabupaten Bojonegoro Melakukan Sedekah Bumi Demi Kemakmuran Negeri

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:39 WIB

Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana

Rabu, 17 September 2025 - 15:07 WIB

Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!

Minggu, 10 Agustus 2025 - 00:32 WIB

Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran

Kamis, 31 Juli 2025 - 23:53 WIB

Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional

Selasa, 22 Juli 2025 - 12:52 WIB

Syair Marhaenis, Potret NKRI

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB