Tradisi Lebaran Yang Dilakukan Oleh Umat Muslim Dan Ditunggu Oleh Anak Anak

- Jurnalis

Selasa, 9 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah menjalankan puasa Ramadhan satu bulan penuh umat muslim merayakan hari kemenangan secara serentak.

Meskipun hari perayaan kemenangan setiap golongan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Tetapi jarak antara perbedaan tersebut tidak jauh hanya berkisar satu atau dua hari tergantung pengamatan masing masing.

Hari Raya Idul fitri merupakan momen yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Istilah di Indonesia dalam memperingati hari raya ini disebut juga Lebaran Idul Fitri.

Lebaran tidak sebatas hanya sekadar perayaan agama dalam mengakhiri ibadah puasa wajib selama sebulan.

Namun menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, merayakan kebahagiaan, dan mempererat hubungan antar sesama.

Berikut beberapa tradisi lebaran yang membuat keluarga dari jauh ingin segera pulang kampung.

1. Silaturahmi

Setiap manusia dilahirkan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa lingkungan disekitarnya.
Tradisi silaturahmi saat lebaran merupakan salah satu nilai yang sangat penting dalam budaya Indonesia.

Lebaran menjadi Momen yang tepat untuk mengunjungi saudara, kerabat, tetangga, dan sahabat yang mungkin tidak bertemu sehari-hari.

Baca Juga :  Kebudayaan Indonesia Yang Masih Dilakukan Hingga Saat Ini Oleh Masyarakat Daerah

Tidak hanya mengucapkan selamat Lebaran, tetapi juga menjaga tali silaturahmi dan meminta maaf antar sesama.

2. Bermaaf-maafan

Setiap orang mempunyai kesalahan baik disengaja atau tidak, oleh sebab itu Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk saling memaafkan.

Bahkan budaya serta tradisi dalam meminta maaf dan memberi maaf menjadi sangat penting saat lebaran.

Karena saling bermaaf-maafan dapat membersihkan hati agar terhindar dari dendam dan kebencian.

Kemudian selanjutnya memulai lembaran baru dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian antar sesama.

3. Shalat Idul Fitri

Salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim di pagi hari ketika Lebaran adalah menjalankan shalat Idul Fitri.

Semua umat Muslim berkumpul di masjid atau lapangan terbuka untuk melakukan shalat berjamaah.

Shalat Idul Fitri juga menjadi momentum untuk bertemu dengan teman-teman atau tetangga yang juga menalankan ibadah dan saling meminta maaf.

4. Hidangan Lebaran

Merayakan Lebaran semakin meriah karena bisa menikmati hidangan khas ketika Lebaran tiba.

Diantaranya adalah makanan seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan kue-kue tradisional selalu disajikan.

Baca Juga :  Anggota Dewan Tidak Perlu Mengundurkan Diri Jika Ingin Maju Pilkada, Berikut Penjelasan Ketua KPU RI

Momentum ini juga menjadi hidangan yang sangat dinanti-nantikan oleh keluarga yang sedang berkunjung.

Hidangan ini bukan hanya simbol perayaan namun juga pengikat saat berkumpul dengan keluarga dan kerabat.

Hal yang paling istimewa tercipta dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan kerukunan yang dirasakan oleh semua orang.

Salah satunya Melalui tradisi-tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu dan turun temurun hingga saat ini.

Sehingga kita dapat memperkuat hubungan sesama manusia dengan merayakan keberagaman budaya yang ada.

5. Angpau atau Memberi Uang

Ada peristiwa yang membuat anak kecil selalu merindukan datangnya lebaran Idul Fitri atau lebaran.

Selain bisa makan beraneka makan yang disajikan, anak anak biasanya diberi uang jajan oleh kerabat yang dikunjungi.

Nominal yang diberikan tergantung kerabat yang memberi uang dan anak anak merasa bahagia dengan uang tersebut karena bisa ditabung.

Salah satu ciri cirinya adalah uang yang masih baru dan ditaruh didalam amplop bertuliskan Selamat Idul Fitri.

 

Berita Terkait

Realitas Sosial Di Gunung Kemukus Berada Diantara Sejarah, Mitos dan Salah Kaprah
Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana
Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!
Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran
Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional
Syair Marhaenis, Potret NKRI
Syair Marhaenis, Menjadi manusia Methodologis adalah panggilan Sejarah
Syair Nasionalis-Marhaenis, Gerakan Desukarnoisasi Yang Terstruktur dan Sistematis

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:43 WIB

Realitas Sosial Di Gunung Kemukus Berada Diantara Sejarah, Mitos dan Salah Kaprah

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:39 WIB

Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana

Rabu, 17 September 2025 - 15:07 WIB

Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!

Minggu, 10 Agustus 2025 - 00:32 WIB

Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran

Kamis, 31 Juli 2025 - 23:53 WIB

Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB