Renungan Filosofis Djoko Sukmono, SEBUAH ORDE KONKRET

- Jurnalis

Minggu, 16 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada awalnya adalah seorang Filsuf SOSIAL yang menggagas konsep Demokrasi ini.
Ia( FILSUF itu) berpikir kedepan dengan memandang Bahwa kehidupan Sosial Politik itu tidak bisa terus menerus Dibawah SEBUAH KEKUASAAN Yang ABSOLUT.

( Djoko Sukmono)

Dunia sosial Saat ini adalah sebuah Dunia yang konkret dimanaa kosa kata KONKRET selalu menjadi pilihan yang sangat amat penting dalam membentuk Dunia.

Dimulai saja dari pemberian kata sandang Kepada segala sesuatu yg melekat kepada setiap Esensi, Eksistensi, substansi dan katagori seperti misalnya :

Dunia KONKRET

Manusia KONKRET

Peradaban KONKRET

Sedangkan Nilai fundamental kemanusiaan seperti Kebebasan Kesejahteraan dan Keadilan cenderung diabaikan oleh anak anak manusia.

Ketiganya akan dipercaya jika ia adalah sesuatu yang konkret.

Namun apabila ketiganya hanyalah semboyan dan Slogan semata maka dipastikan akan diabaikan dan ditinggalkan oleh gerak sejarah Dunia dan kata kata itu hanya menjadi endapan Memori berupa kata-kata mutiara belaka.

Dunia sosial politik sudah meninggalkan otoritas idiologi didalam Berbangsa bernegara dan bermasyarakat

ORDE idiologi ditandai dengan runtuhnya HEGEMONI Uni Sovyet terhadap seluruh Negara satelitnya dan

Ambruknya Tembok Berlin sebagai SIMBOL DISIDIOLOGIS

Dunia saat ini bekerja dalam rangka mewujudkan REALISME.

Dan REALISME itu bermanifestasi menjadii yang bernama REALISASI yang LOGIS dan REALISTIS.

Yang konkret itu adalah yang Real.

Yang konkret itu adalah yang Rasionalistis dengan Pendasaran keberadaan emperis yang Logis sehingga yang konkret adalah Suatu REALITAS yang bisa direalisasi dalam bentuk yang NYATA.

Kenyataan tidak terletak Pada Iman yang Kepada apapun dan siapapun.

Iman yang Irasional berakibat kepada Fanatisme yang ABSURD dan didalam sejarah Telah menimbulkan berbagai pergolakan dan Tragedi misalnya Perang, Vandalisme, frustasi Idiologis dalam berbagai bentuk yang bisa mengakibatkan Permusuhan dan Kebencian yang bertentangan dengan Hak Azasi manusia secara universal ( HUMAN RIGHT).

Pandangan Filsafat Sosial tentang yang Konkret

Filsafat Sosial adalah SUATU Pandangan menggambarkan Dunia Sosial yang sedang berproses bertumbuh dan berkembang dalam gerak sejarah kehidupan sosial Dimana Dunia bekerja.

Filsafat Sosial adalah KACAMATA RASIONAL yang melihat Realitas Sosial Konkret didalam Men-Dunia.

KOMPLEKSITAS REALITAS SOSIAL

Dalam memahami Esensi, FILSUF SOSIAL ( Saya) menolak seluruh anggapan bahwa ia ( Esensi) harus selalu dikaitkan sifat alamiah atau biologis yang tetap.

Esensi adalah struktur yang memberikan kesatuan dan koherensi pada identitas individu dalam suatu Sistem Sosial

Baca Juga :  Kepemimpinan yang Terabaikan: Drama Kegelapan di HMI Cabang Jombang

. Esensi bukan hanya sekadar sekumpulan sifat yang secara inheren seseorang, melainkan sesuatu yang memainkan peran konstruktif dalam keberadaan dan fungsi individu di Dunia Sosial.

Sedangkan ESENSIALISME adalah Kemungkinan Kemungkinan yang Ada yang belum terungkap Secara Ontologis.

Ketika ada sesuatu yang dianggap Mungkin dan dianggap sudah terungkap oleh RASIO HISTORIS maka ESENSI tersebut sudah bukan ESENSI lagi. Esensi yang sudah terungkap itu adalah Sebuah kerja keras dari RASIO.

Contoh Pengungkapan Tentang DEMOKRASI yang kemudian menjadi SEBUAH IDIOLOGI yang dianut oleh berbagai BANGSA dan NEGARA diDunia.yang kemudian menjadi model model Demokrasi yang dianggap Relevan bagi budaya Bangsa masing masing NEGARA.

Ada kisah Sang FILSUF Sosial yang menghadap kepada RAJA, dan Berkata…!!! , Hai sang RAJA, berikanlah secuil kekuasaanmu Kepada Rakyatmu Agar Rakyatmu bisa menyelenggarakan Pesta Rakyat setiap 1 tahun, 2 tahun atau 5 tahun sekali untuk memperebutkan secuil Kekuasaan itu.

Kemudian daripada itu ada Pengungkapan Esensi yang berdimensi ETIS, ia adalah Dambaan terhadap KEBENARAN dan KEBAIKAN yang dianggap mampu membawa anak anak manusia yg tinggal di muka bumi dalam rangka men-Dunia ini mendapatkan KEADILAN KEBEBASAN KESETARAAN KEDAMAIAN dan KESEJAHTERAAN yang Bisa diringkas bernama KEBAHAGIAAN SOSIAL.

Namun seiring waktu hal yang sedemikian itu malah menimbulkan Konflik Sosial yang berkepanjangan dikarenakan timbulnya Klaim Atasnya.

Sedangkan Kebahagiaan Sosial itu bersifat Universal dan tidak Bisa diperebutkan oleh apapun dan Siapapun, juga tidak bisa dimiliki oleh apapun dan siapapun, juga tidak Bisa diklaim berasal dari apapun dan siapapun meskipun itu dari Manusia Terpilih.

Pandangan Filsafat Sosial tentang sesuatu yang EKSISTENSIAL

Yang eksistensial adalah yang sungguh sungguh ada Namun ketika yang EKSISTENSIAL ini dinyatakan sebagai yang sungguh sungguh menjadi maka akan terjebak dengan Hukum Rasional Perubahan yang bernama Hukum Relativitas.

Namun demikian hal sedemikian bukanlah sebuah absurditas.

Eksistensi Manusia Konkret adalah hal yang tidak mungkin ( ABSURD) akan tetapi menjadi manusia KONKRET itu mungkin apabila ia hanya sekadar Model maupun desain yang dimungkinkan.

YANG BELUM TIBA itu bernama Manusia Konkret, sedangkan inisial yang mengklaim dirinya sebagai manusia itu belum menjadi manusia KONKRET, bahkan bukan manusia sama sekali, karena untuk menjadi manusia membutuhkan proses yang panjang, cobalah mengerti, apakah manusia itu, Manusia ialah Eksistensi yang beresensi.

Baca Juga :  Metodologi Pemberdayaan Pemuda Yang Harus Dilakukan Oleh Pemerintah, Bangsa dan Negara Indonesia

Eksistensi adalah dasar kesungguhan dari keberadaan manusia, ESENSI adalah dasar kemungkinan dari keberadaan manusia, dengan demikian didalam Men- Dunia dapatlah manusia didefinisikan sebagai berikut: Manusia adalah Dimensi yang multi kompleks Konkret dan individual hidup di dalam ruang dan waktu, BERADA PADA POSISI ESENSINYA, bergerak Pada SITUASI BATAS SOSIALNYA yang utuh sebagai Eksistensi yang Otentik, dengan yang sedemikian itu apakah manusia KONKRET itu sudah Ada? Jawabnya adalah BELUM MENJADI. Sampai kapan manusia KONKRET itu tiba??? Inilah Pertanyaan Pertanyaan Fundamental tentang Manusia Konkret itu yang konkret didalam ruang dan waktu, yang konkret berada pada situasi batas jalan Sejarah, sebuah renungan tentang manusia KONKRET.

Dengan adanya dan menjadinya manusia KONKRET maka gerak sejarah yang dapat dilihat dari Kerja Dunia dalam perspektif Ada dan menjadi dengan sedikit porsi bagi kepemilikan individu kelompok maupun korporasi maka Dunia Konkret telah berada didepan mata anak-anak manusia. Demikian juga Peradaban KONKRET.

Segera datang dan konkrit didalam ruang dan waktu, dia adalah

Manusia Sejarah

Manusia KONKRET

Perserikatan bangsa-bangsa KONKRET

Negara KONKRET

BANGSA KONKRET

PEMIMPIN KONKRET.

Sedangkan yang tertinggal dan menjadi Fosil adalah yang ILUSIF. Mereka adalah

Pihak yang Pancang Kebenaran dan Kebaikan masa lalu yang ABU ABU dan Berkarat dan Usang.

Kebudayaan yang nilai nilainya tidak terbukti didalam sejarah Dunia.

Dan ORANG ORANG yang masih menatap Masa lalu dengan Bangganya.

Hukum RASIONAL PERUBAHAN SOSIAL telah berpihak kepada Kerja Dunia yang :

Pro terhadap Perubahan

Pro terhadap Kemajuan

Pro terhadap KEBERDIKARIAN

Tatanan Dunia Sosial baru Menuju kepada situasi batas sosial Konkret dan kemudian menyerahkan kepada MASA DEPAN yang tidak pernah bisa diprediksikan.

Filosofi Dunia Konkret

Yang terhampar di Kehidupan sosial itu adalah REALITAS SOSIAL

YANG bekerja di di Dunia Konkret itu adalah manusia manusia KONKRET yang bekerja untuk Dunia KONKRET bukan untuk Dunia Hayalan.

Hidupmu itu Konkret

Duniamu itu KONKRET

Jadilah manusia KONKRET yang Berperadaban KONKRET.

Abaikan saja segala sesuatu yg tidak KONKRET

Kemudian jadilah manusia Baru

Yaitu manusia KONKRET yang berorientasi terhadap Masa kini dan Masa Depan

Masa depan adalah milik manusia KONKRET yang Berperadaban KONKRET.

Selamat belajar

Penulis
Djoko Sukmono
Filsuf Sosial Indonesia

Berita Terkait

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi
Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP
Indonesia Perlu Kaji Mendalam Pengembangan Senjata Laser, Ahli Ingatkan Kompleksitas Tinggi
RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat
Perkembangan Indonesia dan Isu Wakil Rakyat menjadi Teori Konspirasi Luar Negeri
Himbauan Kepada Seluruh Rakyat Indonesia Agar Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Gus Dur: “DPR Hanya Taman Kanak-Kanak Senayan, Terbukti Sampai Saat Ini”
Eksistensial Manusia Metodologis Versi Joko Sukmono

Berita Terkait

Minggu, 23 November 2025 - 00:49 WIB

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Kamis, 20 November 2025 - 21:18 WIB

Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP

Senin, 15 September 2025 - 17:48 WIB

Indonesia Perlu Kaji Mendalam Pengembangan Senjata Laser, Ahli Ingatkan Kompleksitas Tinggi

Senin, 8 September 2025 - 09:13 WIB

RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat

Selasa, 2 September 2025 - 08:45 WIB

Perkembangan Indonesia dan Isu Wakil Rakyat menjadi Teori Konspirasi Luar Negeri

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB