Eksistensial Manusia Metodologis Versi Joko Sukmono

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

Manusia metodologis adalah manusia konkret yang BERDIKARI

Manusia metodologis adalah manusia yang bermoralkan TUAN.

Manusia metodologis adalah manusia konkret yang unggul.

Manusia metodologis adalah manusia konkret yang telah meniadakan segala kekotoran kesadaran.

Manusia metodologis adalah manusia yang menyadari sepenuhnya tentang historisitasnya, bahwa dirinya adalah manusia otentik.

Manusia metodologis adalah manusia MERDEKA yang tidak takut dengan ancaman bernama masa depan, yang oleh sebagian besar anak-anak manusia yang bermoralkan BUDAK dianggap sebagai bayang-bayang yang menakutkan.

Baca Juga :  Kepemimpinan yang Terabaikan: Drama Kegelapan di HMI Cabang Jombang

Bagi manusia metodologis, masa depan bukanlah bayang-bayang yang menakutkan.

Masa depan adalah rangkaian tindakan-tindakan produktif hari ini yang penuh inisiatif.

Manusia metodologis adalah manusia konkret yang telah membebaskan dirinya dari belenggu absurditas.

 

Bagi manusia metodologis:

Saya berpikir, saya ada.

Saya bertindak, saya menjadi.

Saya berbicara, saya BEBAS.

Saya adalah kebebasan saya dan tanggung jawab saya sendiri.

Saya tidak mempercayai yang tidak ada.

Baca Juga :  Desa Bisa Menjadi Kekuatan Memberantas Korupsi di Indonesia, Berikut Pernyataan KPK

 

Manusia metodologis adalah manusia konkret yang LOGIS dan REALISTIS.

 

Manusia metodologis adalah manusia konkret yang telah melakukan tindakan-tindakan perubahan kelakuan administratif, yakni:

Saya adalah keberadaan ontologis saya.

Saya adalah keberadaan empiris saya.

Saya adalah kebebasan saya dan tanggung jawab saya sendiri.

 

Demikian percikan bahasa eksistensial tentang manusia metodologis itu.

 

Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis

Berita Terkait

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi
Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP
Indonesia Perlu Kaji Mendalam Pengembangan Senjata Laser, Ahli Ingatkan Kompleksitas Tinggi
RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat
Perkembangan Indonesia dan Isu Wakil Rakyat menjadi Teori Konspirasi Luar Negeri
Himbauan Kepada Seluruh Rakyat Indonesia Agar Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Gus Dur: “DPR Hanya Taman Kanak-Kanak Senayan, Terbukti Sampai Saat Ini”
Apakah Sistem Pendidikan Cukup Kuat Menjelaskan Kesejarahan Peradaban Indonesia?

Berita Terkait

Minggu, 23 November 2025 - 00:49 WIB

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Kamis, 20 November 2025 - 21:18 WIB

Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP

Senin, 15 September 2025 - 17:48 WIB

Indonesia Perlu Kaji Mendalam Pengembangan Senjata Laser, Ahli Ingatkan Kompleksitas Tinggi

Senin, 8 September 2025 - 09:13 WIB

RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat

Selasa, 2 September 2025 - 08:45 WIB

Perkembangan Indonesia dan Isu Wakil Rakyat menjadi Teori Konspirasi Luar Negeri

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB