Gus Dur: “DPR Hanya Taman Kanak-Kanak Senayan, Terbukti Sampai Saat Ini”

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Pernyataan Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tentang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang disebutnya sebagai “taman kanak-kanak Senayan”, kembali menjadi sorotan publik. Kalimat satir tersebut, meski dilontarkan puluhan tahun lalu, masih relevan hingga kini dalam menggambarkan dinamika politik di parlemen.

 

Gus Dur dikenal dengan gaya humornya yang khas, namun di balik candaan itu tersimpan kritik tajam. Ia menilai banyak anggota dewan kala itu lebih mementingkan kepentingan kelompok dan partainya ketimbang kepentingan rakyat luas. Seperti anak-anak di taman kanak-kanak, mereka dianggap sering ribut tanpa arah jelas.

Komentar itu muncul di tengah suasana politik yang memanas, saat DPR kerap berdebat keras namun hasilnya minim solusi. Menurut Gus Dur, rakyat butuh wakil yang bekerja nyata, bukan sekadar menghabiskan waktu dengan perdebatan yang tidak produktif.

Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Kediri dan Daftar Raja Yang Memimpin Dari Masa ke Masa

Ucapan tersebut kini kerap dijadikan rujukan oleh masyarakat dan pengamat politik untuk mengkritik perilaku anggota DPR masa kini. Banyak yang menilai, walau konteks berbeda, pola yang sama masih berulang: wakil rakyat yang sering abai terhadap aspirasi rakyat.

Di Senayan, citra DPR kerap tercoreng oleh kasus korupsi, walk out dalam sidang,perkataan yang merendahkan rakyat hingga polemik aturan yang lebih menguntungkan elite ketimbang publik. Gus Dur seolah telah memberikan “ramalan” lewat ungkapan sederhana namun penuh makna itu,ujar Yunius Suwantoro

Sejumlah tokoh politik bahkan mengakui, istilah “taman kanak-kanak” tersebut sangat tepat menggambarkan perilaku sebagian anggota dewan. Banyak keputusan penting yang terhambat hanya karena persaingan ego antarfraksi, bukan karena perbedaan ideologi yang substansial.

Meski demikian, ada juga yang menilai kritik Gus Dur itu seharusnya menjadi cambuk, bukan sekadar bahan tertawaan. DPR, dengan segala kewenangannya, memiliki tanggung jawab besar dalam menyusun undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahan.

Baca Juga :  RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat

Masyarakat kini kerap mengutip kembali kata-kata Gus Dur setiap kali muncul kontroversi di parlemen. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh Gus Dur dalam membentuk persepsi publik terhadap dunia politik Indonesia.

Tak sedikit pengamat menyarankan agar anggota DPR bercermin pada sindiran Gus Dur tersebut. Sebab, meski terkesan ringan, kritik itu pada dasarnya adalah peringatan keras agar wakil rakyat bekerja dengan serius dan dewasa dalam menjalankan tugas.

Warisan Gus Dur bukan hanya dalam bentuk kebijakan atau perjuangan demokrasi, tetapi juga lewat kata-kata satir yang masih hidup hingga kini. “DPR adalah taman kanak-kanak Senayan” menjadi kalimat abadi, yang terus mengingatkan bangsa bahwa politik seharusnya dijalankan dengan kedewasaan, bukan sekadar permainan ego dan kepentingan sesaat.

Berita Terkait

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi
Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP
Indonesia Perlu Kaji Mendalam Pengembangan Senjata Laser, Ahli Ingatkan Kompleksitas Tinggi
RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat
Perkembangan Indonesia dan Isu Wakil Rakyat menjadi Teori Konspirasi Luar Negeri
Himbauan Kepada Seluruh Rakyat Indonesia Agar Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Eksistensial Manusia Metodologis Versi Joko Sukmono
Apakah Sistem Pendidikan Cukup Kuat Menjelaskan Kesejarahan Peradaban Indonesia?

Berita Terkait

Minggu, 23 November 2025 - 00:49 WIB

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Kamis, 20 November 2025 - 21:18 WIB

Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP

Senin, 15 September 2025 - 17:48 WIB

Indonesia Perlu Kaji Mendalam Pengembangan Senjata Laser, Ahli Ingatkan Kompleksitas Tinggi

Senin, 8 September 2025 - 09:13 WIB

RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat

Selasa, 2 September 2025 - 08:45 WIB

Perkembangan Indonesia dan Isu Wakil Rakyat menjadi Teori Konspirasi Luar Negeri

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB