Pabrik Tekstil Banyak Yang Melakukan PHK, Berikut Penjelasan Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara

- Jurnalis

Kamis, 20 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ekonomi yang terus menurun membuat pengusaha banyak yang melakukan pemutusan kerja kepada karyawan.

Namun kali ini pabrik tekstil yang terpantau gencar memutus hubungan kerja dengan pegawai di beberapa daerah.

Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) melaporkan 6 pabrik tekstil melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Perusahaan tekstil berada di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang telah melakukan PHK massal, secara total terdapat 20 pabrik.

Disatu sisi KSPN tidak bisa membeberkan, nama-nama puluhan perusahaan tekstil yang telah melakukan PHK massal tersebut.

Baca Juga :  Harga BBM di Negara Kuba Naik 500 Persen Dampak Inflasi Yang Mencapai 30% Pada Tahun 2023

Alasan tidak dibeberkan data perusahaan karena permintaan pihak pemilik pabrik tekstil itu sendiri.

“Kalau ditotal semuanya ada sekitar 20-an lebih, itu tersebar di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kalau Banten cenderung menurun, yang banyak itu Jawa Barat dengan Jawa Tengah,” ucap Presiden KSPN Ristadi, Kamis (20/6/2024).

Menurut Ristadi banyak pemilik perusahaan tekstil tidak mau diekspos ke publik untuk menjaga trust kepada perbankan.

Baca Juga :  Isi Pidato Presiden Joko Widodo Dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2024

“Kami sebenarnya bukan tidak berani, banyak bos-bos pengusaha-pengusaha telepon saya agar nama perusahaan jangan diekspos.

Perlu digarisbawahi, enam perusahaan (yang beredar di media massa) itu yang kami ekspos (diberitahukan),” ucapnya.

Salah satu perusahaan tekstil di Semarang sudah melakukan PHK secara bertahap sejak tahun 2021, tambahnya.

“PT di Semarang itu bertahap (lakukan PHK massal) dari tahun 2021. Jadi, awal datanya kami tarik sampai 2024 ini, sudah sekitar 8.000 pekerja (di PHK),” ujarnya.

Berita Terkait

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor
Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP
Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina
Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai
“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”
DPC GMNI Kota Mataram Kirimkan Eksaminasi Putusan dan Serukan Penyelesaian Konflik Organisasi Melalui Mekanisme Internal
Reforma Agraria dan Aksi Massa Warga Kebon Sayur
Ideologi Marhaenisme Tumbuh Subur di Trotoar Pamekasan, Mahasiswa Dari Berbagai Kampus Aktif Dalam Diskusi

Berita Terkait

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:45 WIB

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:52 WIB

Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:05 WIB

Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina

Minggu, 3 Agustus 2025 - 23:05 WIB

Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai

Jumat, 1 Agustus 2025 - 19:04 WIB

“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB