Ideologi Marhaenisme Tumbuh Subur di Trotoar Pamekasan, Mahasiswa Dari Berbagai Kampus Aktif Dalam Diskusi

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pamekasan, 25 Mei 2025 — Dinginnya malam dan hiruk pikuk lalu lintas tidak menyurutkan semangat sekelompok mahasiswa dari berbagai kampus di Pamekasan, Madura.

Meskipun berkumpul di trotoar kota, mereka bukan hanya sekadar nongkrong saja, melainkan untuk menggali lebih dalam ideologi besar: Marhaenisme.

Mahasiswa dari Universitas Islam Madura (UIM), IAIN Madura, Universitas Madura (Unira), hingga STIEBA tampak larut dalam diskusi santai namun penuh makna.

Beralaskan tikar sederhana, mereka mengupas kembali gagasan Bung Karno tentang Marhaenisme.

Marhaenisme merupakan sebuah ideologi kerakyatan yang berakar pada realitas hidup rakyat kecil, kaum tani, buruh, dan nelayan.

Baca Juga :  Kebudayaan Indonesia Yang Masih Dilakukan Hingga Saat Ini Oleh Masyarakat Daerah

“Marhaenisme adalah jalan perjuangan rakyat, bukan sekadar teori kosong. Hari ini, saat kapitalisme merajalela, kita harus kembali pada prinsip-prinsip perjuangan yang membumi,” tegas salah seorang mahasiswa UIM dengan nada penuh semangat.

Diskusi ini menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai pelanjut estafet perjuangan rakyat. Bukan hanya melalui aksi demonstrasi, tetapi juga lewat penyadaran, pembacaan realitas sosial, dan konsolidasi intelektual.

Di tengah krisis multidimensi yang melanda, Marhaenisme harus hadir sebagai napas alternatif yang menolak ketimpangan dan penindasan struktural, pemikiran ini muncul ditengah perjalanan diskusi yang dihayati oleh semua peserta.

Baca Juga :  Jadwal Final Liga Champions 2023-2024 Antara Real Madrid dan Borussia Dortmund, Berikut Sejarah Pertemuan Kedua Tim

Lebih dari sekadar diskusi, pertemuan ini membuktikan bahwa mahasiswa Pamekasan Madura masih menjaga bara perjuangan itu.

Mereka menunjukkan bahwa kesadaran kelas dan keberpihakan pada kaum kecil tidak mati, hanya perlu dipantik kembali.

“Ini bukan diskusi terakhir. Ini baru permulaan. Marhaenisme harus terus kita bicarakan, kita hidupkan, dan kita perjuangkan,” pungkas seorang mahasiswa STIEBA, menutup malam dengan api semangat yang menyala-nyala. (Bung)

Berita Terkait

Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 
Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 
Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor
Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP
Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina
Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai
“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”
DPC GMNI Kota Mataram Kirimkan Eksaminasi Putusan dan Serukan Penyelesaian Konflik Organisasi Melalui Mekanisme Internal

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:11 WIB

Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:45 WIB

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:52 WIB

Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:05 WIB

Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina

Minggu, 3 Agustus 2025 - 23:05 WIB

Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai

Berita Terbaru

Pemikiran

Green Economy sebagai Arah Wajib Pembangunan Jember

Senin, 4 Mei 2026 - 14:43 WIB