Kunci menjadi ahli dalam segala bidang

- Jurnalis

Jumat, 29 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disapedia.com – Siapa tidak kenal dengan Cristiano Ronaldo? Ia adalah seorang atlit sepakbola yang sangat mendunia. Ia tidak hanya memiliki nilai tinggi untuk katampanan secarai fisik saja, tetapi keterampilannya dalam bermain bola juga memetik perhatian dunia.

Di lain sisi anda juga pasti mengenal Celine Dion. Ia adalah seorang penyanyi yang kepopulerannya telah menjadi pengetahuan semua orang. Keterampilannya dalam melantunkan lagu tidak diragukan lagi.

Baik Cristiano Ronaldo dan Celine Dion memiliki ketrampilan di bidang mereka masing-masing. Pertanyaannya adalah “apakah kita bisa terampil seperti mereka?” Jawabannya “BISA!” dan pada artikel kali ini kita akan membahas kunci untuk dapat terampil dalam segala hal.

Untuk menjadi terampil ada 2 kunci utama yang harus kita miliki, yaitu PENGETAHUAN dan PENGALAMAN. Kedua kunci ini sangatlah penting, bukan hanya untuk menjadi terampil tetapi juga untuk menjadi ter-update. Kita akan membahas kedua kunci ini satu per satu, yang pertama adalah pengetahuan.

Untuk terampil dalam suatu hal maka yang paling pertama kita harus kuasai adalah pengetahuan atas hal tersebut. Sebagai contoh jika kita ingin terampil dalam hal memasak, maka kita harus fasih terlebih dahulu akan pengetahuan tentang memasak.

Baca Juga :  Guru Honorer Kabupaten Konawe Selatan Bebas Dari Tuntutan Hukum, Berikut Fakta Persidangan di Pengadilan Negeri Andoolo

Mulai dari bahan dasar, aneka rasa makanan, sampai dengan cara pengolahan. Semakin kita banyak “tahu” tentang memasak, maka sebetulnya kita sudah selangkah lebih dekat dengan terampil memasak.

Tetapi kunci yang satu ini sering kali terabaikan oleh kita. Banyak orang diluar sana yang sudah merasa”cukup” dengan pengetahuan yang dimilikinya sehingga ia menutup cakrawala wawasannya terhadap pengetahuan lain diluar pengetahuan yang ia sudah miliki. Inilah kegagalan pertama orang dalam menerampilkan dirinya.

Kunci yang kedua adalah pengalaman. Jika kita sudah mengetahui banyak pengetahuan tentang memasak, namun kita tidak pernah mencoba memasak maka hal yang kita ketahui hanya akan berhenti  sampai di tahap pengetahuan saja.

Untuk menjadi terampil kita membutuhkan pengalaman alias mempraktikan pengetahuan kita secara nyata. Nah, banyak orang diluar sana yang memiliki banyak sekali pengetahuan namun tidak mempraktikannya, sehingga orang-orang disekitarnya meragukan pengetahuannya.

Sebetulnya yang salah bukanlah pengetahuannya karena mungkin saja pengetahuan yang dimiliki orang tersebut adalah benar adanya. Namun karena tidak dibuktikan maka orang jadi meragukannya.

Baca Juga :  Jokowi Tegaskan Bahwa Pemerintah Tidak Mengekspor Padir Laut Tetapi Sedimen Yang Mengganggu Jalannya Kapal

Oleh karena itu, sangat penting untuk terus mempraktikan pengetahuan kita. Dalam konteks ini, jika kita sering memasak maka pengalaman kita dalam memasak akan terbentuk dengan sendirinya.

Setelah pengalaman terbentuk dan kita terus menambah pengetahuan serta terus mempraktikan pengetahuan tersebut maka lama-kelamaan akan mengukir ketrampilan kita dalam hal tersebut. Oleh karena itu, kami menyebutnya konsistensi melahirkan kompetensi.

Dalam kasus ini jika kita senantiasa menambah pengetahuan kita dalam dunia masakan dan terus praktik masak berdasarkan pengetahuan kita, maka tidak heran jika kita akan menjadi pribadi yang terampil dalam memasak.

Dengan mengetahui 2 kunci emas tersebut maka bukan hal yang mustahil bagi kita untuk dapat terampil dalam suatu hal. Apapun yang anda lakukan akan dapat anda kuasai dengan baik jika anda memakai 2 kunci di atas tadi.

Setelah anda mengetahui hal baik ini maka anda telah menambah pengetahuan baru untuk diri anda. Pertanyaannya sekarang adalah “Apakah anda akan mempraktikannya?”. Semoga artikel ini dapat menjadikan anda pribadi yang terampil dalam banyak hal. Salam sukses selalu untuk anda!

Berita Terkait

Max Havelaar Sebuah Novel Yang Membunuh Sistem Kolonialisme Belanda 
Tak Perlu Pemikiran Yang Penting Ikut dan Tunduk Pada Senior
DPC GMNI Pamekasan Gelar Tiga Lomba Kreatif Se-Madura Dalam Momentum “Juni Istimewa”
Minat Baca Generasi Bangsa Indonesia Sangat Rendah, Berikut Data UNESCO
Immanuel Kant (1875 – 1961) Pemikirannya Menjadi Referensi Dalam Menilai Kehidupan
Sejarah Pertanian di Dunia dan Pengaruhnya Terhadap Kondisi Perekonomian Bojonegoro Saat Ini
Pengolahan Hasil Panen Bisa Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Badan Bank Tanah Mencatat Pertumbuhan Positif Pada Tahun2024 Yang Tersebar di 21 Provinsi

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 22:02 WIB

Max Havelaar Sebuah Novel Yang Membunuh Sistem Kolonialisme Belanda 

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 23:33 WIB

Tak Perlu Pemikiran Yang Penting Ikut dan Tunduk Pada Senior

Minggu, 8 Juni 2025 - 21:41 WIB

DPC GMNI Pamekasan Gelar Tiga Lomba Kreatif Se-Madura Dalam Momentum “Juni Istimewa”

Minggu, 4 Mei 2025 - 23:55 WIB

Minat Baca Generasi Bangsa Indonesia Sangat Rendah, Berikut Data UNESCO

Sabtu, 29 Maret 2025 - 01:38 WIB

Immanuel Kant (1875 – 1961) Pemikirannya Menjadi Referensi Dalam Menilai Kehidupan

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB