Catatan Harian Indra Aden, Bagian Tubuh Yang Bermain Dengan Kelogisan

- Jurnalis

Senin, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterikatan pada  sesuatu diakibatkan oleh keberadaan yang telah menempel ditubuh sejak dalam kandungan. Seperti; kehendak, keinginan, dorongan (Ghodob), suka, senang, cinta, benci (Nafs), inilah disaat kita menyenangi, menyukai hingga menimbulkan  rasa tak nikmat, bila akan sesuatu tersebut, tak ada, tanpa dilakukan, baik disifati maupun bentuk berupa tindakan. Karena,  wilayah ini tak menggunakan alasan rasio.

Ada bagian tubuh lain yang selalu bermain kelogisan ialah akal (Aqli). Disini berbagai macam wujut membutuhkan penjelasan bersama berbagai alasan masuk diakal (logis). Hal ini disebabkan oleh kesukaan, ketertarikan harus berinteraksi lewat akal logis, keberadaan itu akan abadi oleh karena letak akal menaungi Ghodob dan Nafs. Akhirnya mengaktifkan, kesukaan, ketertarikan, berlandaskan kebutuhan, keperluan bagi kehidupan juga hidup.  Inilah yang dimaksudkan sifat, tindakan dari kemauan diri ( kesadaran).

Baca Juga :  Semangat Hari Kebangkitan Nasional Dalam Dunia Pertanian

Ketiga pokok utama itu, merupakan pemahaman bagi pengembangan pemikiran, literasi, menulis, diskusi dan menghasilkan  para pemikir berkualitas, ketajaman analisa, ide ide cerdas,. Bukan melihat formalitas atau mengikuti pendapat orang banyak yang ingin dianggap hebat tapi tak mempunyai kemampuan dalam pemikiran.jika melihat kuantitas sebagai kehebatan. Model seperti ini sangat banyak di Indonesia dan dibantu amat kuat pola sistem pendidikan dengan mengolah anak didik, melepas literasi, membentuk kreatif berpikir menjadi pekerja, tidak mengarahkan kebebasan kebebasan kemauan serta berpikir.

Baca Juga :  Pusat Kajian Marhaenis: Kontra Realita Lembaga Pendidikan Tinggi Dengan Posisi Petani

Supaya berkembangnya pemikiran cerdas diantara rakyat Nusantara, maka para pendidik wajib mengenal pemahaman terhadap keberadaan ghodob, Naf dan aqli sehingga manusia akan mengerti, mengenal, memahami, membuat sistem pendidikan dibarengi berkebudayaan Indonesia. Beralasan disesuaikan dengan karakter, kemauan, kesukaan, kesenangan, akhirnya melahirkan kesadaran pada bentuk sifat, tindakan (aksi), karena kontrol Ghodob, Nafs, berada diakal, kelogisan , sehingga akan menetapkan diri berjalan dalam ke ilmuan yang disukai, disenangi, bersama keabadian, dikarenakan lebih mengutamakan akal, kelogisan, atas kesukaan yang diminati oleh diri sendiri.  Inilah kesadaran, menuju arah kecerdasan.

 

Penulis
Indra Aden
Pegiat Literasi dan Sosial Indonesia

Berita Terkait

Bondowoso Butuh Kesadaran Politik Generasi Muda Agar Pembangunan Daerah Meningkat Pesat
Green Economy sebagai Arah Wajib Pembangunan Jember
Revolusi Belajar Bahasa: Mengupas Efektivitas Subtitle Ganda Film Hollywood bagi Kognitif Anak
Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi
Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP
Indonesia Perlu Kaji Mendalam Pengembangan Senjata Laser, Ahli Ingatkan Kompleksitas Tinggi
RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat
Perkembangan Indonesia dan Isu Wakil Rakyat menjadi Teori Konspirasi Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:58 WIB

Bondowoso Butuh Kesadaran Politik Generasi Muda Agar Pembangunan Daerah Meningkat Pesat

Senin, 4 Mei 2026 - 14:43 WIB

Green Economy sebagai Arah Wajib Pembangunan Jember

Selasa, 28 April 2026 - 16:41 WIB

Revolusi Belajar Bahasa: Mengupas Efektivitas Subtitle Ganda Film Hollywood bagi Kognitif Anak

Minggu, 23 November 2025 - 00:49 WIB

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Kamis, 20 November 2025 - 21:18 WIB

Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB