Benarkah Nama Nusantara Pertama Kali Muncul di KUTAI Kalimantan Timur ?

- Jurnalis

Rabu, 5 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa.”

Dalam  kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca dan Pararaton, Mahapatih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada menyebut nama Nusantara dalam sumpahnya.

Sumpah Amukti Palapa, demikian nama sumpah yang tercatat dalam sejarah itu. Nusantara, jika kita melihat dari  sumpah yang diucapkan oleh Gajah Mada artinya ada diluar wilayah Majapahit itu sendiri, Termasuk juga diluar Bali, Palembang, Sunda dan sebagainya. Lalu dimana Nusantara yang dimaksud itu berada?

Beberapa sejarawan menyebut kata Nusantara berasal dari sebuah wilayah di Kalimantan Timur sebelum berdirinya kerajaan Kutai. Hal itu didasarkan oleh sebuah manuskrip kuno, yang diteliti oleh seorang Belanda yang bernama  Solco Walle Tromp (1848-1891), yang diberijudul Salasilah Kutai.

Baca Juga :  Artis Ibu Kota, Puteri Indonesia Memakai Kostum Spektakuler Pada Puncak JFC ke 22

Dalam risetnya, Tromp menulis bahwa menurut tradisi lisan setempat, sebelum Kutai menjadi nama kerajaan, wilayahnya menyandang nama Nusentara.

Tromp tidak sendiri dalam mengemukakan istilah Nusentara. Ilmuwan yang lain bernama SC Knappert mempublikasikan penelitian tentang Kutai pada 1905.

Menurut cerita penduduk asli, wilayah Kutai tidak selalu menyandang nama itu, dulu disebut Noesentara, dan didirikan pertama kali oleh putra dari petinggi Jahitan-Layar yang diduga merupakan koloni Hindu-Jawa, yaitu Aji Batara Agung Déwa Sakti, telah memberikan nama wilayah itu, demikian Knappert menulis dalam makalahnya.

Baca Juga :  PJ Gubernur Bali Prihatin Dengan Warganya Yang Ditahan Karena Memelihara Landak Jawa, Sudah Dipelihara Selama Lima Tahun

Kemajuan budaya dan peradaban kerajaan Kutai, terlihat dari peninggalan sejarah yang ditemukan dan diperkirakan sekitar abad ke 4. Nama Kutai sendiri, sebenarnya  digunakan oleh para peneliti sejak zaman Belanda, untuk menamakan kerajaan Dinasti Mulawarman berdasarkan lokasi penemuan prasasti yupa di wilayah Kesultanan Kutai.

Dalam  prasasti yupa sendiri, tidak menyebutkan nama kerajaannya dengan Kutai. Boleh jadi, nama wilayah tersebut sebelum masa kerajaan ada bernama Nusantara, sebagaimana yang terucap oleh Gajah Mada dalam sumpahnya. Silahkan menginterpretasikan sendiri asal nama Nusantara tersebut, Rahayu, Rahayu, Rahayu.

Penulis
Hari Jatmiko, SSi., CSCM.
DPP Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis
Departemen Kebudayaan Nasional

Berita Terkait

Realitas Sosial Di Gunung Kemukus Berada Diantara Sejarah, Mitos dan Salah Kaprah
Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana
Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!
Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran
Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional
Syair Marhaenis, Potret NKRI
Syair Marhaenis, Menjadi manusia Methodologis adalah panggilan Sejarah
Syair Nasionalis-Marhaenis, Gerakan Desukarnoisasi Yang Terstruktur dan Sistematis

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:43 WIB

Realitas Sosial Di Gunung Kemukus Berada Diantara Sejarah, Mitos dan Salah Kaprah

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:39 WIB

Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana

Rabu, 17 September 2025 - 15:07 WIB

Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!

Minggu, 10 Agustus 2025 - 00:32 WIB

Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran

Kamis, 31 Juli 2025 - 23:53 WIB

Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB