“Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa.”
Sumpah Amukti Palapa, demikian nama sumpah yang tercatat dalam sejarah itu. Nusantara, jika kita melihat dari sumpah yang diucapkan oleh Gajah Mada artinya ada diluar wilayah Majapahit itu sendiri, Termasuk juga diluar Bali, Palembang, Sunda dan sebagainya. Lalu dimana Nusantara yang dimaksud itu berada?
Beberapa sejarawan menyebut kata Nusantara berasal dari sebuah wilayah di Kalimantan Timur sebelum berdirinya kerajaan Kutai. Hal itu didasarkan oleh sebuah manuskrip kuno, yang diteliti oleh seorang Belanda yang bernama Solco Walle Tromp (1848-1891), yang diberijudul Salasilah Kutai.
Dalam risetnya, Tromp menulis bahwa menurut tradisi lisan setempat, sebelum Kutai menjadi nama kerajaan, wilayahnya menyandang nama Nusentara.
Menurut cerita penduduk asli, wilayah Kutai tidak selalu menyandang nama itu, dulu disebut Noesentara, dan didirikan pertama kali oleh putra dari petinggi Jahitan-Layar yang diduga merupakan koloni Hindu-Jawa, yaitu Aji Batara Agung Déwa Sakti, telah memberikan nama wilayah itu, demikian Knappert menulis dalam makalahnya.
Kemajuan budaya dan peradaban kerajaan Kutai, terlihat dari peninggalan sejarah yang ditemukan dan diperkirakan sekitar abad ke 4. Nama Kutai sendiri, sebenarnya digunakan oleh para peneliti sejak zaman Belanda, untuk menamakan kerajaan Dinasti Mulawarman berdasarkan lokasi penemuan prasasti yupa di wilayah Kesultanan Kutai.
Dalam prasasti yupa sendiri, tidak menyebutkan nama kerajaannya dengan Kutai. Boleh jadi, nama wilayah tersebut sebelum masa kerajaan ada bernama Nusantara, sebagaimana yang terucap oleh Gajah Mada dalam sumpahnya. Silahkan menginterpretasikan sendiri asal nama Nusantara tersebut, Rahayu, Rahayu, Rahayu.
DPP Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis
Departemen Kebudayaan Nasional









