Minat Baca Generasi Bangsa Indonesia Sangat Rendah, Berikut Data UNESCO

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Membaca merupakan pintu untuk masuk kedalam cakrawala dunia, bagi yang suka membaca akan memiliki banyak wawasan dan pandangan yang luas.

Minat membaca buku di Indonesia dinilai masih sangat rendah. Faktanya UNESCO menyebut Indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya diangka  0,001% atau dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) dalam laman resminya juga pernah merilis hasil Riset bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu.

Baca Juga :  Kepala Bappenas Menyampaikan Jika Pembangunan Tahap 2 di IKN Masih Berlangsung, Berikut Penjelasannya

Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Sementara itu, PISA atau Programme for International Student Assessment sebuah studi internasional yang menilai kualitas sistem Pendidikan dengan mengukur hasil belajar yang esensial untuk berhasil di Abad ke-21 menyatakan hasil PISA pada tahun 2022 terkait literasi membaca, menunjukkan peringkat Indonesia yang naik 5 posisi dibandingkan tahun 2018.

Baca Juga :  Melirik eCommerce dan Kiat Suksesnya

Kendati demikian, score yang didapatkan menunjukkan penurunan dan Indonesia masih menduduki 11 peringkat terbawah dari 81 Negara yang didata.

Berita Terkait

Max Havelaar Sebuah Novel Yang Membunuh Sistem Kolonialisme Belanda 
Tak Perlu Pemikiran Yang Penting Ikut dan Tunduk Pada Senior
DPC GMNI Pamekasan Gelar Tiga Lomba Kreatif Se-Madura Dalam Momentum “Juni Istimewa”
Immanuel Kant (1875 – 1961) Pemikirannya Menjadi Referensi Dalam Menilai Kehidupan
Sejarah Pertanian di Dunia dan Pengaruhnya Terhadap Kondisi Perekonomian Bojonegoro Saat Ini
Pengolahan Hasil Panen Bisa Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Badan Bank Tanah Mencatat Pertumbuhan Positif Pada Tahun2024 Yang Tersebar di 21 Provinsi
Guru Honorer Kabupaten Konawe Selatan Bebas Dari Tuntutan Hukum, Berikut Fakta Persidangan di Pengadilan Negeri Andoolo

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 22:02 WIB

Max Havelaar Sebuah Novel Yang Membunuh Sistem Kolonialisme Belanda 

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 23:33 WIB

Tak Perlu Pemikiran Yang Penting Ikut dan Tunduk Pada Senior

Minggu, 8 Juni 2025 - 21:41 WIB

DPC GMNI Pamekasan Gelar Tiga Lomba Kreatif Se-Madura Dalam Momentum “Juni Istimewa”

Minggu, 4 Mei 2025 - 23:55 WIB

Minat Baca Generasi Bangsa Indonesia Sangat Rendah, Berikut Data UNESCO

Sabtu, 29 Maret 2025 - 01:38 WIB

Immanuel Kant (1875 – 1961) Pemikirannya Menjadi Referensi Dalam Menilai Kehidupan

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB