Immanuel Kant (1875 – 1961) Pemikirannya Menjadi Referensi Dalam Menilai Kehidupan

- Jurnalis

Sabtu, 29 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejeniusan Kant terletak pada kemampuannya untuk menemukan sintesis kedua aliran filsafat, yaitu empirisme dan rasionalisme.

Dia membuat argumentasi bahwa agar manusia mampu mengintrepretasikan data dunia luar untuk diolah menjadi sebuah informasi, struktur kondisi tertentu harus sudah ada dalam pikiran manusia.

Ia juga mengajukan hukum moral universal yang disebutnya imperative kategoris (the categorical imperative).

Moralitas etis memerlukan pernyataan tanpa syarat sebagai motivator untuk melakukan sebuah tindakan. Kant memberi formulasi tentang bagaimana menilai secara moral dengan membandingkan nilai-nilai universal.

Baca Juga :  Muktamar PKB Akan Digelar di Jakarta Rencananya Akan Dihadiri PBNU dan Presiden, Berikut Pernyataan Menteri Agama

Penerapan Filsafat Sintesis Kant pada duna e adalah kombinasi berpikir secara deduktif dan induktif dalam mengambil keputusan.

Berpikir secara deduktif adalah berpikir secara rasional tentang persoalan. Contohnya, ketika mengadakan analisis laporan keuangan untuk mencari letak pos yang mengakibatkan penurunan keuntungan.

Sisi penjualan yang turun ataukah sisi biaya yang naik. Proses analisis berpikir secara rasional inilah yang disebut berpikir secara deduktif.

Sedangkan proses induktif adalah pencarian fakta dilapangan untuk dianalisis dari kasus-kasus yang khusus untuk dicari kesimpulan umumnya.

Baca Juga :  Pemain Sepak Bola Termahal Dunia Tahun 2024 Versi Transfermarkt, Dihuni Oleh Pemain Muda Berprestasi

Jika sudah diketahui pos yang menjadi penyebabnya, data-data dilapangan tentang fakta-fakta yang terjadi akan dicari dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan umumnya.

Proses pencarian kebenaran secara deduktif-induktif ini sudah menjadi praktik dalam berbagai peristiwa kehidupan.

Etika Kant diterapkan dengan menggunakan pertanyaan universal, “Bagaimana jika peristiwa menjadi nilai universal?” Jika jawabannya positif, secara Etika Kant, peristiwa yang dinilai boleh digunakan.

Banyak ilmu dan pemikiran Kant yang sudah merasuk kedalam berbagai dimensi kehidupan hingga sekarang.

Berita Terkait

Max Havelaar Sebuah Novel Yang Membunuh Sistem Kolonialisme Belanda 
Tak Perlu Pemikiran Yang Penting Ikut dan Tunduk Pada Senior
DPC GMNI Pamekasan Gelar Tiga Lomba Kreatif Se-Madura Dalam Momentum “Juni Istimewa”
Minat Baca Generasi Bangsa Indonesia Sangat Rendah, Berikut Data UNESCO
Sejarah Pertanian di Dunia dan Pengaruhnya Terhadap Kondisi Perekonomian Bojonegoro Saat Ini
Pengolahan Hasil Panen Bisa Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Badan Bank Tanah Mencatat Pertumbuhan Positif Pada Tahun2024 Yang Tersebar di 21 Provinsi
Guru Honorer Kabupaten Konawe Selatan Bebas Dari Tuntutan Hukum, Berikut Fakta Persidangan di Pengadilan Negeri Andoolo

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 22:02 WIB

Max Havelaar Sebuah Novel Yang Membunuh Sistem Kolonialisme Belanda 

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 23:33 WIB

Tak Perlu Pemikiran Yang Penting Ikut dan Tunduk Pada Senior

Minggu, 8 Juni 2025 - 21:41 WIB

DPC GMNI Pamekasan Gelar Tiga Lomba Kreatif Se-Madura Dalam Momentum “Juni Istimewa”

Minggu, 4 Mei 2025 - 23:55 WIB

Minat Baca Generasi Bangsa Indonesia Sangat Rendah, Berikut Data UNESCO

Sabtu, 29 Maret 2025 - 01:38 WIB

Immanuel Kant (1875 – 1961) Pemikirannya Menjadi Referensi Dalam Menilai Kehidupan

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB