Kejeniusan Kant terletak pada kemampuannya untuk menemukan sintesis kedua aliran filsafat, yaitu empirisme dan rasionalisme.
Dia membuat argumentasi bahwa agar manusia mampu mengintrepretasikan data dunia luar untuk diolah menjadi sebuah informasi, struktur kondisi tertentu harus sudah ada dalam pikiran manusia.
Ia juga mengajukan hukum moral universal yang disebutnya imperative kategoris (the categorical imperative).
Moralitas etis memerlukan pernyataan tanpa syarat sebagai motivator untuk melakukan sebuah tindakan. Kant memberi formulasi tentang bagaimana menilai secara moral dengan membandingkan nilai-nilai universal.
Penerapan Filsafat Sintesis Kant pada duna e adalah kombinasi berpikir secara deduktif dan induktif dalam mengambil keputusan.
Berpikir secara deduktif adalah berpikir secara rasional tentang persoalan. Contohnya, ketika mengadakan analisis laporan keuangan untuk mencari letak pos yang mengakibatkan penurunan keuntungan.
Sisi penjualan yang turun ataukah sisi biaya yang naik. Proses analisis berpikir secara rasional inilah yang disebut berpikir secara deduktif.
Sedangkan proses induktif adalah pencarian fakta dilapangan untuk dianalisis dari kasus-kasus yang khusus untuk dicari kesimpulan umumnya.
Jika sudah diketahui pos yang menjadi penyebabnya, data-data dilapangan tentang fakta-fakta yang terjadi akan dicari dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan umumnya.
Proses pencarian kebenaran secara deduktif-induktif ini sudah menjadi praktik dalam berbagai peristiwa kehidupan.
Etika Kant diterapkan dengan menggunakan pertanyaan universal, “Bagaimana jika peristiwa menjadi nilai universal?” Jika jawabannya positif, secara Etika Kant, peristiwa yang dinilai boleh digunakan.
Banyak ilmu dan pemikiran Kant yang sudah merasuk kedalam berbagai dimensi kehidupan hingga sekarang.









