Busana dan Strata Sosial Era Kuno Ditentukan Oleh Derajat Sosial Penggunanya

- Jurnalis

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebelum memasuki era moderen seperti saat ini yang penuh dengan perkembangan teknologi dan alat komunikasi yang canggih, sebuah bangsa pernah eksis dalam peradaban kuno dan itu harus dipelajari oleh semua generasi bangsa agar bisa mengenali sejarah masa lalu.

Tahukah anda kalau tren berbusana sudah ada sejak era Jawa Kuno, atau lebih tepatnya pada masa berkembangnya ajaran Hindu dan Buda di Nusantara. Busana tidak hanya sebagai pelindung tubuh tetapi juga sebagai ciri terkait strata sosial sesorang dalam masyarakatnya.

Pada masa itu busana terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan atas derajat sosial penggunanya. Ada busana golongan rakyat biasa, golongan pendeta atau brahmana serta golongan para kesatria atau hartawan.

Gaya busana tersebut dapat ditelusuri pada relief-relief candi, yang dapat menggambarkan bagaimana realitas sosial berkembang dimasa itu. Khusus dalam relief Kharmawibhangga yang merupakan gambaran nyata kehidupan sehari-hari, dapat dilihat bagaiman busana-busana yang dikenakan termasuk berdasarkan gendernya.

Baca Juga :  Ayatollah Ali Khamenei Meminta Rakyat Iran Tenang Pasca Kecelakaan Helikopter Presiden

Pada gambaran sosok pria menggunakan dua macam jenis yaitu kain Panjang menutup dari pusar kebawah, dan lainnya adalah kain pendek menyerupai cawat. Sedang untuk perempuan kain menutup dada sampai mata kaki, namun ada pula yang memakai kain hingga sebatas perut hingga lutut, dan membiarkan bagian atasnya terbuka.

Wanita bertelanjang dada ini merupakan strata sosial bawah (rakyat).  Perempuan yang menggunakan kain sederhana tersebut biasanya tidak menggunakan asesoris seperti kalung, giwang, gelang dan ikat pinggang.

Perempuan pengguna kain Panjang akan menggunakan asesoris lengkap, namun gaya sisiran rambut akan berbeda antara kelas menengah dan kelas atas. Untuk kelas menengah rambut disanggul ke atas diberi pengikat dari bahan emas. Sedang dari Kalangan atas rambut disusun bertingkat keatas serta di ikat dengan emas dan permata.

Baca Juga :  Kebijakan Pemerintah Menentukan Nasib Petani Di Indonesia

Busana pria untuk strata sosial rakyat biasa menggunakan kain pendek yang menyerupai cawat, asesoris berupa kalung dan gelang serta tatanan rambut dibiarkan tergerai.

Sedangkan untuk kasta satria memiliki ciri khas tersendiri yakni biasanya kalangan pria menggunakan asesori lengkap mulai kalung, anting, kelat lengan hingga gelang kaki.

Khusus untuk pendeta atau brahmana menggunakan jubah Panjang dengan membiarkan bagian bahu kanan tetap terbuka, ini tampak seperti yang dilakukan oleh pemeluk agama islam saat melakukan ibadah haji (memakai ikhram).

Penulis
R. Hari Jatmiko, SSi., CSCM.
Departemen Kebudayaan Nasional
DPP Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis

Berita Terkait

Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana
Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!
Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran
Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional
Syair Marhaenis, Potret NKRI
Syair Marhaenis, Menjadi manusia Methodologis adalah panggilan Sejarah
Syair Nasionalis-Marhaenis, Gerakan Desukarnoisasi Yang Terstruktur dan Sistematis
Syair Marhaenis, Kepada Seseorang Yang Kukenal Seumur Hidupku

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:39 WIB

Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana

Rabu, 17 September 2025 - 15:07 WIB

Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!

Minggu, 10 Agustus 2025 - 00:32 WIB

Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran

Kamis, 31 Juli 2025 - 23:53 WIB

Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional

Selasa, 22 Juli 2025 - 12:52 WIB

Syair Marhaenis, Potret NKRI

Berita Terbaru