Kebijakan Pemerintah Menentukan Nasib Petani Di Indonesia

- Jurnalis

Rabu, 10 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Akbar Kamaruzzaman Bidang Advokasi Petani Pusat Kajian Marhaenis

Foto Akbar Kamaruzzaman Bidang Advokasi Petani Pusat Kajian Marhaenis

Indonesia merupakan Negara maritim dan agraris yang terhampar dari Sabang sampai Merauke.

Kesuburan tanah bumi pertiwi sudah teruji bahkan ditegaskan dalam sebuah lagu fenomenal.

Musisi koes plus menyampaikan dalam lirik bahwa tongkat kayu bisa jadi tanaman.

Artinya bahwa tanaman apapun yang ditanam di tanah Indonesia pasti akan tumbuh subur.

Catatan Badan Pusat Statistik atau BPS menggambarkan penurunan unit usaha pertanian.

Tetapi Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) pada 2023 yang justru meningkat.

Data tersebut menjelaskan sektor pertanian mulai ditinggalkan para pelakunya.

Jika melihat data BPS, jumlah unit usaha pertanian di Indonesia turun 7,42 persen.

Berdasarkan hasil ST 2013 yang sebanyak 31,71 juta unit jadi 29,36 juta unit.

Di tengah penurunan unit usaha pertanian, jumlah RTUP pada 2023 justru meningkat 8,74 persen.

Baca Juga :  Suku Samin Mengajarkan Lima Pitutur Yang Memiliki Nilai Ideologis Dan Humanisme

Awalnya 26,14 juta rumah tangga pada 2013 sekarang 28,42 juta rumah tangga pada 2023.

Semakin jelas bahwa sektor pertanian masih menjadi pekerjaan dan harapan hidup masyarakat.

Kenyataan tersebut bisa disaksikan langsung ketika berkunjung kedaerah atau kabupaten.

Masyarakat desa sebagian besar masih menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

Tetapi harapan hidup warga ini rentan dengan produktivitas yang rendah dan ketidakpastian harga.

Yang berdampak kepada keuntungan dan kesejahteraan bagi para petani didesa tersebut.

Kebijakan Harus Berpihak Kepada Petani

Mirisnya kehidupan petani dan semua pelaku pertanian harus mendapat perhatian maksimal dari pemerintah.

Karena banyak manusia yang hidupnya terus berlanjut dengan berharap pada hasil panen.

Terlepas dari faktor alam yang merupakan tantangan tersendiri dalam dunia pertanian.

Baca Juga :  Surat Terbuka Kepada Presiden Prabowo Subianto, Ideologi Negara Indonesia Adalah Marhaenisme

Kebijakan yang menguntungkan petani harus dikawal dan dikerjakan secara serius.

Misalnya menjamin ketersediaan pupuk, kepastian harga komoditas dan membuka pasar ekspor.

Agar indeks kehidupan petani dan keluarganya semakin hari semakin meningkat.

Terhindar dari kebingungan dan ketakutan menghadapi harga jual hasil panen yang rendah.

Ketika ada jaminan harga yang jelas, makan impor komoditas pertanian bisa dikurangi.

Cita cita Bangsa Indonesia yang ingin berdikari dalam bidang ekonomi cepat terlaksana.

Tetapi jika tidak ada regulasi yang menguntungkan sektor pertanian dan para petani.

Kita semua harus menerima akibat yang parah dalam menghadapi kebutuhan pangan masa depan.

Karena sektor pertanian akan ditinggalkan oleh generasi muda Indonesia dimasa depan.

 

Penulis
Akbar Kamaruzzaman
Bidang Advokasi Petani Pusat Kajian Marhaenis

Berita Terkait

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026
Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Sabtu, 12 Juli 2025 - 23:16 WIB

History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB