ASN dan Aparat Harus Netral Dalam Pilkada Jawa Tengah 2024, Berikut Himbauan Anggota DPD RI

- Jurnalis

Kamis, 17 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilihan calon kepala daerah yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia harus berjalan aman.

Karena keamanan merupakan hal yang diinginkan oleh masyarakat terlepas dari urusan apapun.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah Dr. Muhdi mengingatkan kepada aparat.

Dia menegaskan bahwa aparat harus benar-benar menjaga netralitasnya dan tidak berpihak secara politik.

Seiring dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah tersebut.

“Khusus yang pilgub (pemilihan gubernur dan wakil gubernur), ya namanya memang harus ekstra karena di situ kebetulan sama-sama purnawirawan,” kata Muhdi di Semarang, Minggu.

Pilgub Jateng 2024 diikuti oleh dua pasangan, yakni Andika Perkasa-Hendrar Prihadi alias Hendi yang diusung PDI Perjuangan (paslon nomor urut 1).

Andika Perkasa adalah purnawirawan jenderal TNI bintang empat yang pernah menjadi Panglima TNI,

Sedangkan Hendi adalah mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI dan mantan Wali Kota Semarang.

Baca Juga :  Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina

Paslon nomor urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen yang diusung sembilan partai politik,

Yakni Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Luthfi adalah purnawirawan jenderal polisi bintang tiga yang pernah menjabat Kapolda Jateng dan Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan,

Wakil yang akan mendapmpinginya adalah Taj Yasin Maimoen adalah mantan Wakil Gubernur Jateng.

“Keduanya orang-orang besar dari dua institusi yang sebenarnya memang tidak punya hak pilih (TNI/Polri, red.), tetapi mereka punya ‘power’ yang sangat besar,” kata mantan Rektor Universitas PGRI Semarang itu.

Muhdi berharap kedua pihak bisa saling menahan diri dengan menjaga netralitas pada penyelenggaraan Pilkada Jateng agar berjalan dengan damai dan lancar sesuai dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia (luber), serta jujur dan adil (jurdil).

Baca Juga :  Propaganda Jepang Ketika Menjajah Indonesia Berkaitan Dengan Ramalan Jayabaya

“Kami berharap tidak terjadi katakanlah kubu-kubuan yang akhirnya nanti tidak saja berefek pada penyelenggaraan pilgub, tetapi juga setelahnya antara institusi TNI dan Polri yang sering terjadi di bawah,” katanya.

Sebagai Wakil Ketua Komite I DPD RI, dia mengatakan bahwa komitenya membidangi salah satunya terkait menjaga ketertiban dan keamanan sehingga perlu mengingatkan tentang pentingnya netralitas aparat.

“Kami di Komite I juga punya kepentingan bagaimana menjaga ketertiban dan keamanan. Jadi, kami berharap semuanya menahan diri.

Mereka ‘kan sudah purna dan sedang mencalonkan diri. Berikanlah kesempatan kepada rakyat untuk memiliki kepala daerahnya yang terbaik,” katanya.

Selain itu, Muhdi yang juga Ketua PGRI Jateng juga menyoroti netralitas aparatur sipil negara (ASN) yang justru selalu mendapatkan pengawasan berlebihan. Padahal, ASN memiliki hak pilih.

 

Berita Terkait

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor
Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP
Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina
Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai
“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”
DPC GMNI Kota Mataram Kirimkan Eksaminasi Putusan dan Serukan Penyelesaian Konflik Organisasi Melalui Mekanisme Internal
Reforma Agraria dan Aksi Massa Warga Kebon Sayur
Ideologi Marhaenisme Tumbuh Subur di Trotoar Pamekasan, Mahasiswa Dari Berbagai Kampus Aktif Dalam Diskusi

Berita Terkait

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:45 WIB

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:52 WIB

Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:05 WIB

Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina

Minggu, 3 Agustus 2025 - 23:05 WIB

Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai

Jumat, 1 Agustus 2025 - 19:04 WIB

“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB