Yayasan Suara Petani Indonesia Mengajak Bupati Setyo Wahono Untuk Berkunjung Ke BULOG Bojonegoro dan Memastikan Harga Gabah Petani

- Jurnalis

Minggu, 13 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Sahdan Ketua Yayasan Suara Petani Indonesia Cabang Bojonegoro

Foto Sahdan Ketua Yayasan Suara Petani Indonesia Cabang Bojonegoro

Panen merupakan waktu yang paling ditunggu tunggu oleh petani karena bisa meningkatkan kualitas ekonomi dan mendapat uang dari hasil budidaya.

Kondisi ironis terjadi ketika budidaya berhasil dilakukan dengan baik dan hasilnya sangat banya namun harga komoditas sangat rendah.

Petani Bojonegoro Menangis Pada Saat Musim Panen Karena Harga Gabah Yang Ditetapkan Oleh Pemerintah Hanya Menjadi Ilusi.

 

Pernyataan Sikap Yayasan Suara Petani Indonesia Terkait Kondisi Petani di Bojonegoro

Kondisi pertanian di Kabupaten Bojonegoro harus mendapat perhatian dari banyak pihak mulai budidaya sampai pasca panen.

Karena jika tidak diperhatikan dengan baik maka petani Bojonegoro akan merasa sendirian ketika dalam situasi yang tidak menguntungkan.

Kita harus bekerjasama untuk menyelamatkan petani dan dunia pertanian agar Indonesia tidak terjebak dalam arus industrialisasi yang notabene Sumber Daya Manusia kita masih belum siap untuk berlayar diatas ombak teknologi.

Melihat kondisi tersebut Yayasan Suara Petani Indonesia  Cabang Bojonegoro mengapresiasi atas responsifnya Mas Bupati  Wahono, terhadap kondisi harga Gabah dilapangan.

Namun yang menjadi catatan adalah jangan hanya responsif dalam bentuk himbauan oleh Bupati, akan tetapi Bupati Wahono harus memantau lansung serta menjamin kestabilitasan harga supaya harapan kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat tani akan terwujud, bahkan bila perlu harus menindak tegas kalau ada indikasi para oknum yang mempermainkan harga berdasarkan regulasi, supaya ada efek jera dan jerih payah petani bisa dihargai dengan layak.

Baca Juga :  Indonesia Kuasai 34 Persen Saham Tambang, Akankah Ini Bentuk Nasionalisasi Aset ??

Yayasan Suara Petani Indonesia (YSPI) memiliki keyakinan ketika harga komoditas pertanian yang merupakan hasil kekayaan di Kabupaten Bojonegoro bisa terjaga dengan baik maka akan membawa harapan untuk kemakmuran masyarakat khususnya para petani.

 

Kondisi Petani Bojonegoro

Petani Menangis Lesu Disaat Panen Raya, Harga GKP Bojonegoro Masih Anjlok Dimusim Panen dan sangat berpotensi untuk menciptakan kemiskinan baru di Kabupaten yang kita cintai ini.

Karena dalam kenyataannya petani hanya mampu menjual gabah dengan harga Rp 5.200, sedangkan regulasi menentukan harga gabah sebesar Rp. 6. 500 Per Kg.

Kenyataan ini membuktikan bahwa petani belum mampu menentukan harga gabahnya, terbukti dikala panen raya, harga gabah dilapangan tidak sesuai dengan standart yang sudah ditentuk oleh pemerintah.

Padahal secara formal dan legal Pemerintah sudah menetapkan harga pembelian Pemerintah ( HPP) gabah kering panen ( GKP)  Rp 6.500 per kilogram, namun kenyataan pahit dilapangan sekitar harga  Rp 5.200 per kilogram.

Anjloknya harga terjadi hampir setiap musim panen raya dialami oleh masyarakat Tani diseluruh pelosok tanah air di seantero Nusantara lebih khususnya di Kabupaten Bojonegoro kita tercinta.

Baca Juga :  Kominfo Koordinasi Dengan Google Untuk Memberantas Jud* Online, Nominal Transaksi Mencapai 100 Triliun

Betapa Naifnya proses pergantian Presiden hingga kepala daerah sudah berganti namun nasib petani tetap tidak beruntung bahkan malah buntung.

“Harga Gabah terus merosot diawal awal panen raya di mulai dengan harga Rp 5.500- 5.600 perkilogram saat ini diangka Rp. 5.200 perkilogram” Ujar salah seorang Petani yang bernama Rony.

Rony melanjutkan harga yang diterima pun belom bersih, masih terpotong dengan biaya operasional seperti jasa pemotong, pekerja dan lain sebagainya.

Petani terus berkeluh kesah bagaimana akan tercapai kesejahteraan bagi masyarakat tani jikalau harga tidak bisa distabilkan saat panen raya.

Lantas kita mengadu kesiapa ketika para pemangku kebijakan tidak berdaya, seolah olah para tengkulak yang menentukan harga.

Padahal pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Kepala Bidang DKPP Imam Nurhamid mengakui bahwa hampir diseluruh kecamatan sedang panen raya.

Berdasarkan informasi yang kami terima Badan Urusan Logistik  ( Bulog ) cabang Bojonegoro Ferdinan Darma Atmaja mengakui bahwa pihaknya melakukan serapan gabah diseluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Total serapan diawal bulan April sebanyak 22 ribu ton setara dengan 102 persen dari target 21.350 ton, penyerapan gabah akan terus dilakukan hingga akhir bulan April tahun 2025.

 

 

Penulis
SAHDAN
Ketua Yayasan Suara Petani Indonesia
Cabang Bojonegoro

Berita Terkait

Bondowoso Butuh Kesadaran Politik Generasi Muda Agar Pembangunan Daerah Meningkat Pesat
Green Economy sebagai Arah Wajib Pembangunan Jember
Revolusi Belajar Bahasa: Mengupas Efektivitas Subtitle Ganda Film Hollywood bagi Kognitif Anak
Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi
Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP
Indonesia Perlu Kaji Mendalam Pengembangan Senjata Laser, Ahli Ingatkan Kompleksitas Tinggi
RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat
Perkembangan Indonesia dan Isu Wakil Rakyat menjadi Teori Konspirasi Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:58 WIB

Bondowoso Butuh Kesadaran Politik Generasi Muda Agar Pembangunan Daerah Meningkat Pesat

Senin, 4 Mei 2026 - 14:43 WIB

Green Economy sebagai Arah Wajib Pembangunan Jember

Selasa, 28 April 2026 - 16:41 WIB

Revolusi Belajar Bahasa: Mengupas Efektivitas Subtitle Ganda Film Hollywood bagi Kognitif Anak

Minggu, 23 November 2025 - 00:49 WIB

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Kamis, 20 November 2025 - 21:18 WIB

Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB