Syair Marhaenis, Ketika Bohong Menjadi Konstruksi Budaya

- Jurnalis

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah Konstruksi sosial Konkret telah ada dan menjadi.
Dan konstruksi sosial lama telah dibakar habis.
Konstruksi sosial Konkret tidak lagi membuat struktur sosial dengan model desain yang biadab.
( Djoko Sukmono )

MONOLOG

Ada Pernyataan Bahwa MORALITAS telah mati bersamaan dengan Matinya jiwa jiwa Para Pendamba.

Kematian Moralitas ditandai dengan terbakarnya Sebuah Tujuan.

 

PROLOG

Kehidupan sosial manusia tidak bisa dihentikan oleh Kematian MORALITAS

Kehidupan sosial manusia juga tidak Bisa dibatalkan oleh Tujuan

Kehidupan sosial manusia terus menerus bergerak bertumbuh dan berkembang meskipun tidak diarahkan kepada Tujuan

Kehidupan sosial manusia adalah REALITAS SOSIAL KONKRET yang tak terelakkan Dan Layar Sudah berkembang.

Kehidupan sosial manusia terus berlayar mengarungi Samudera Kehidupan yang Tiada Berbatas dan Tiada Bertepi.

 

Yang ada dan menjadi itu adalah Efek dari inisiatif.

Yang menjadi itu adalah akibat dari tindakan tindakan produktif.

Yang menjadi itu adalah akibat dari sebab sebab yang ada.

YANG menjadi itu adalah momen historis yang terus-menerus bergentayangan di sepanjang sejarah.

Baca Juga :  Pengadaan Barang dan Jasa Situbondo di Geledah KPK, Pemanggilan Saksi Serta Penetapan Tersangka Sedang Berlangsung

Yang menjadi itu adalah sebuah kontingensi yang terbentuk oleh Konstruksi berpikir

YANG menjadi itu adalah yang Konkret itu.

 

Ketika Kebohongan Menjadi Konstruksi Budaya

Perilaku sosial semakin lama semakin menunjukkan perubahan signifikan

Kebohongan telah menjadi Konstruksi Budaya dimana mana

Sehingga seluruh konstruksi sosial adalah kebohongan belaka.

Kebohongan adalah pintu utama masuknya CANDU kehidupan sosial.

Tidak ada sandaran kebenaran maupun kebaikan karena keduanya adalah Kebohongan.

Yang biadab adalah para penganut kebohongan yang dianggap itu adalah kebenaran dan kebaikan apalagi para pengikut dan pengagumnya.

Padahal sejatinya mereka mereka itu adalah alat penyebar kebohongan saja.

Dimensi DOGMA telah membawa serta anak anak manusia kepada SEBUAH tujuan yang tidak ada.

Jika dogma sudah menjadi virus mental yang membentuk Konstruksi Pikiran anak anak manusia maka dengan mudahnya menjerumuskannya kedalam jurang ILUSI ABSURD.

Sehingga banyak sekali Anak anak manusia yang tidak memilki Kesempatan untuk menjadi Manusia Konkrit dan sirna.

Baca Juga :  Sejarah Tari Kecak Dari Bali Hingga Dikenal Diseluruh Indonesia sampai Manca Negara

Terus teruslah merangkai merajut dan menyulam jiwa jiwa kalian dengan ILUSI BELAKA.

Dan yang didalamnya terdapat lingkaran setan yang rumit pelik dan berbelit-belit.

Jika hari ini sebagian anak-anak manusia menyadari bahwa sedang hidup maka hiduplah selama yang dimungkinkan.

Tidak ada Tujuan yang pernah dibuktikan didalam sejarah bahwa suatu tujuan itu tercapai.

Bahkan belum ada Tujuan yang menghendaki adanya tujuan berikutnya.

Jika ada pernyataan belum ada yang selesai maka minimal selesaikan hidupmu seumur hidupmu

Tujuan yang telah tercapai akan menimbulkan tujuan tujuan berikutnya.

Benarkah itu??

Tidak benar ,

Dikarenakan hal yang sedemikian itu hanyalah ekspresi niscaya dari Kebohongan.

 

Wajah wajah Dusta adalah ciri-ciri orang yang belum menjadi Manusia Konkret tsb.

Selamat selamanya berdusta.

Dan selamat menjalankan kebohongan dengan disusul kebohongan berikutnya.

 

 

Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis
( NASMAR )

Berita Terkait

Realitas Sosial Di Gunung Kemukus Berada Diantara Sejarah, Mitos dan Salah Kaprah
Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana
Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!
Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran
Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional
Syair Marhaenis, Potret NKRI
Syair Marhaenis, Menjadi manusia Methodologis adalah panggilan Sejarah
Syair Nasionalis-Marhaenis, Gerakan Desukarnoisasi Yang Terstruktur dan Sistematis

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:43 WIB

Realitas Sosial Di Gunung Kemukus Berada Diantara Sejarah, Mitos dan Salah Kaprah

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:39 WIB

Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana

Rabu, 17 September 2025 - 15:07 WIB

Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!

Minggu, 10 Agustus 2025 - 00:32 WIB

Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran

Kamis, 31 Juli 2025 - 23:53 WIB

Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB