Refleksi Indonesia Berdasarkan Analisa Otak Kiri

- Jurnalis

Senin, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lihatlah apa yang terjadi dengan masyarakat Bangsa Indonesia.

Masyarakatnya telah kehilangan budayanya

Bahkan sudah tidak ada lagi manusia Indonesia yang Percaya PANCASILA.

( Djoko Sukmono )

 

 

Mulai Presiden sampai Pak RT adalah produk politik dari proses demokrasi.

Sedangkan Rakyatnya telah menjadi Kuli di Negaranya Sendiri

Sementara intelektualnya adalah Intelektual TUKANG

Budayawannya adalah budayawan Pengasong, Birokratnya adalah scrup scrub KAPITALIS dengan julukan KABIR ( Kapitalis Birokrat)

Rakyatnya tidak memiliki keberanian untuk mengambil Kekuasaan yang telah diamanatkan kepada Presiden dan antek anteknya.

Bangsanya sudah tidak memiliki identitas

Hancur sudah Indonesia ini

 

Kalau hanya berjenggot itu berarti setengah MARXIS

Jika berkumis tebal dan berjenggot dan berambut gondrong berarti seorang Marxis yang kekanakan Kanakan

Tapi jika sudah Bisa menghitung jumlah rambut dikepala KARL MARK maka Bisa disebut sebagai Marxis Remaja, Jika sudah Bisa menghitung jumlah rambut yang dikepala, dikumis dan dijenggotnya MARK,maka Dia adalah seorang Komunistis

Dan jika seluruh rambut yang melekat ditubuh Mark Bisa dihitung maka Dia telah benar benar menjadi Revolusioner.

Baca Juga :  Sejarah Bali Pada Masa Berburu Dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut

 

BENAR Dan Definitif

Marxisme adalah jawaban yang benar dan definitif terhadap seluruh persoalan kehidupan sosial manusia dan sekaligus adalah Solusinya

Seluruh Logika HEGEL adalah Abstraksi dari Marxiisme

Kemudian yang telah diterangkan oleh Hegel itu adalah yang MUTLAK dan dimanifestasikan didalam Marxiisme dengan Alat Sejarah yang bernama Komunisme dan hal yang sedemikian itu dipraktekkan oleh Mao sehingga menjadi TIONGKOK saat ini

Itulah bukti dari kebenaran yang definitif dari Marxiisme

Dan Kapitalisme telah menggali kuburnya sendiri

Dan Klaim Bahwa Kapitalisme adalah yang mengakhiri sejarah adalah ABSURD.

 

Budaya dan Ancaman Didalamnya

Konstruksi Budaya Bangsa Indonesia ini rentan terhadap Perubahan, sehingga berpengaruh terhadap Karakter BANGSA.

Sistem sosial yang ada adalah sistem sosial yang basa basi. Sehingga dapat dikatakan Bangsa Indonesia ini adalah sebuah Bangsa yang tidak memiliki Kepribadian, dan otomatis mudah dipengaruhi.

Lihatlah kehidupan sosial masyarakat bangsa Indonesia ini, Secara pshyko – Sosial adakah Sebuah masyarakat yang Tidak memiliki jati diri dan bahkan kehilangan identitas.

Baca Juga :  Proliga 2024 Akan Memberikan Pertandingan Terbaik, Berikut Pernyataan PP PBVSI

Inilah yang membuat Bangsa Indonesia semakin kedepan semakin miskin, BODOH dan tertinggal oleh perkembangan dan pertumbuhan Sosial maupun Ekonomi.

Tidak ADA jalan lain bagi bangsa Indonesia ini selain REVOLOSI

Jika tidak melakukan Perubahan Besar besaran ( Revolosi) maka Bangsa Indonesia ini akan hilang dan musnah digulung oleh Gelombang Sejarah yang Maha Dahsyat.

BANGSA Indonesia telah terkooptasi dan terkontaminasi oleh Virus Budaya yang BERNAMA AGAMA yang disalahgunakan untuk menghancurkan BANGSA dan Negara.

Darinya BANGSA ini terjerumus kedalam Kehidupan sosial yang ILUSIF dan bahkan BERADA PADA POSISI PARADOX

Kehancuran BANGSA Indonesia ini sudah dimulai, sedangkan penyebabnya yaitu AGAMA tetap dipelihara dan dipuja puja.

Sedangkan bukti konkret yang diakibatkan oleh sistem KEAGAMAAN jelas jelas menghancurkan Karakter BANGSA.

 

 

 

 

Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis
( NASMAR )

Berita Terkait

Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana
Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!
Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran
Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional
Syair Marhaenis, Potret NKRI
Syair Marhaenis, Menjadi manusia Methodologis adalah panggilan Sejarah
Syair Nasionalis-Marhaenis, Gerakan Desukarnoisasi Yang Terstruktur dan Sistematis
Syair Marhaenis, Kepada Seseorang Yang Kukenal Seumur Hidupku

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:39 WIB

Pemerintah DKI Tidak Mendukung Pagelaran Budaya, Anak Jalanan dan Kaum Proletar Merana

Rabu, 17 September 2025 - 15:07 WIB

Apakah Ekspresi Ketidakpuasaan Sosial Sudah Dimulai Sejak Dulu Kala ?!

Minggu, 10 Agustus 2025 - 00:32 WIB

Renungan Malam Marhaenis, Kebangkitan Sang Tiran

Kamis, 31 Juli 2025 - 23:53 WIB

Siwa Wajib Memahami Pancasila Karena Menjadi Bagian Ujian Nasional

Selasa, 22 Juli 2025 - 12:52 WIB

Syair Marhaenis, Potret NKRI

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB