Semua negara sampai kapan pun tetap memerlukan seorang pemikir, di semua sistem bangsa yang selalu mengalami perubahan dalam setiap zaman. Baik terjadinya suatu bentuk perubahan pada bentuk dari teknologi inipun merubah cara berpikir.
Tentu hal tersebut mempengaruhi budaya, gaya hidup, sosial, ekonomi, efek utama perubahan paradigma dalam melakukan berbagai aksi antar sesama manusia, menilai hanya dari kebutuhan disebabkan ada kemudahan pada aspek gerak hubungan, spesial dibidang komunikasi.
Reaksi menguatnya peradaban materialisme, liberalisme, imperialisme, kolonialisme, penaklukan tanpa disadari pembodohan massif melalui teknologi, lewat perangkat teknologi, acara acara didalamnya bersama hiburan, kekayaan, perkelahian, muncul super hero superhero kekuatan fisik lebih elegan tanpa ada pemikiran.
Akses ini dimunculkan melalui film, buku komik, tulisan tulisan diberbagai kolom, podcast, berujung semua dilihat dari sisi materialisme, gaya hidup, menghilangkan budaya lokal, masuklah propaganda dari negara yang kuat sistem pendidikan penghasil teknologi, serta hadirnya intelektual diwilayah pengamatan, analisa, penelitian, memberikan masukan pada pihak penguasa dengan hasil karya ilmiah, untuk mempengaruhi negara yang menghilangkan pola berpikir di kalangan rakyat, terutama di sistem pendidikan tanpa ada koreksi, penelitian, pengamatan, analisa mendalam, penguasa juga membutuhkan dukungan dana, ada keterikatan dengan negara besar seperti Amerika Serikat dan Eropa membutuhkan sumber daya alam, sementara pihak pemerintah memerlukan dukungan politik, ekonomi, negara membutuhkan sumber daya alam memberikan syarat syarat wajib taat dan patuh kepada mereka.
Pihak penguasa pun membutuhkan rakyat patuh serta tunduk pada pihak berkuasa, maka sistem pendidikan harus diredam lebih dahulu, lewat peredaman pemikiran, bersama teknik, mengkreasikan pekerja, buruh, mulai menghilangkan pembelajaran literasi, menulis, diskusi.Doktrinal, jalan terbaik bagi penghilangan pemikiran kritis,kreatif, juga bisa memusnahkan penelitian, pengamatan, analisa, agar rakyat mudah tunduk. Teknologi alat produksi propaganda penaklukan mudah terjadi di bangsa yang tidak memiliki pemikir. Bagaimana dengan Indonesia ?









