Catatan Filosofis Djoko Skumono, REVOLOSI SOSIAL dan Pengaruhnya di Dunia Internasional

- Jurnalis

Rabu, 5 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pemikiran Bung Karno

Ilustrasi Pemikiran Bung Karno

Revolosi Sosial Belum Selesai.
Hanya tinggal menunggu Panggilan SEJARAH saja.

( Djoko Skumono )

 

Revolosi Sosial adalah SUATU REALITAS SOSIAL BARU yang menjadinya diakibatkan oleh gerak sejarah kehidupan sosial manusia yang mencakup seluruh aspek kehidupan sosial manusia meliputi IDIOLOGI POLITIK EKONOMI dan BUDAYA.

Gerak sejarah ini adalah Akumulasi dari seluruh Aktivitas Sosial yang Telah BERADA PADA POSISI BATAS SOSIAL yang menemui Jalan Buntu.

Didalam sejarah Pernah terjadi Revolosi Revolosi yang menyala nyala yang bergerak cepat melibas apa saja dan siapa saja yang menghalangi jalannya Revolosi.

Revolosi idiologi dikobarkan oleh Revolosi Bolshevik di Rusia diahiri oleh BUBARNYA UNI SOVYET ditandai oleh Jebolnya Tembok Berlin.

Revolosi Politik dikobarkan oleh Revolosi Perancis dengan semboyan Liberty, Egality Fraternity yang sampai saat ini masih menjadi Simbol Simbol perjuangan POLITIK diberbagai negara di Dunia.

Revolosi Ekonomi adalah RASIO Dialektis terhadap Materialisme historis yang terus mengikuti Gerak sejarah dengan Postulat Bahwa Manusia adalah endapan struktur EKONOMI yang darinya menimbulkan distribusi benda benda Ekonomi didalam kehidupan sosial.

Revolosi Budaya di awali dengan terbunuhnya Sokrates dan REVOLOSI Budaya ini Tiada Pernah berahir, karena ini adalah REVOLOSI yang Dilandasi oleh Kebijaksanaan yang Pada hari ini dapat semua orang rasakan berupa kemudahan kemudahan berupa technology yang di tandai oleh Era DIGITALISASI.

Ada peristiwa berfikir Revolusioner dari seorang filsuf besar tentang REALITAS SOSIAL Konkret yang meledakkan Perang Dunia kedua yakni;

Nietzsche adalah filsuf eksistensialis yang berfilsafat dengan 🔨 ( PALU).

Pancang pancang kebenaran dan kebaikan diremukkan dengan Palu, karena telah membunuh jiwa jiwa anak-anak manusia.

Dengan menghancurkannya maka anak anak manusia ini bisa hidup OTENTIK sebagai Manusia Konkret.

Kebangkitan anak anak manusia adalah menjadi Manusia unggul ( Manusia BERDASARKAN Eksistensinya yg otentik) dalam istilah Indonesia Manusia yang BERDIKARI ( meminjam istilah Bung Karno).

Baca Juga :  Pendidikan Politik Untuk Melawan Golput, Potret Peristiwa Pemilih Yang Kebingungan Ditingkat Desa

Manusia unggul adalah Manusia Konkret

Manusia unggul adalah Manusia Konkret yang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menghidupi dirinya sendiri, mampu melindungi dirinya sendiri, tanpa harus minta tolong kepada orang lain maupun minta tolong kepada Negara masyarakat maupun Agama.

Pertolongan dari ketiganya dianggap ILUSIF hal tersebut dikarenakan sudah ribuan tahun tidak kunjung Tiba. Dan didalam Men-Dunia manusia KONKRET itu menghargai keberadaannya Sendiri tanpa menunggu pengakuan dari pihak lain.

Hamparan kehidupan sosial manusia yang luas meniscayakan keberadaan manusia KONKRET Ber- moralkan TUAN ( menjadi SUPERMAN).

Siapakah yang terinspirasi oleh Nietzsche itu?, DIA Adalah Adolf Hitler yang Telah terbukti didalam sejarah Dunia sebagai manusia unggul yang mampu membakar Eropa dalam Perang Dunia kedua.

Tidak ada yang tepat yang dituduhkan kepadanya dikarenakan perang dunia kedua itu bukan persoalan etika maupun hukum internasional melainkan sebagai manifestasi dari Panggilan SEJARAH.

Pada Suatu waktu ada sebuah kejadian yang Fundamental, yaitu tentang adanya Lembaga baru, yang dibatasi oleh Tembok tembok Raksasa, Gedung gedung putih, Rumput hijau dan Kebun Binatang yang Berujut Manusia, Sementara sesosok KAMPUS BIRU berubah menjadi KELABU, semangat Merah,Api Revolusi, api’ kemarahan Dibakar Habis oleh BOM ATOM, Kampus itu Saksi Bisu, Kampus itu Diam tanpa Suara bahkan Bahasa.

Mendadak datang seorang HITLER…. STALIN Berkata Ayo kita Kuasai Dunia…..Kata Stalin. Dan Hitler membentak Pergilah ke Timur Hai Komunis dan Aku pergi ke barat…. Secepat kilat momen historis terjadi , Gemuruh Sejuta Marinir mendarat Di Normandia Konspirasi Hitler dan Setalin Gagal, Hiroshima Nagasaki dibakar Bom ATOM, Benar’hebat si keparat Amerika,….  Tetapi…..Di sebelah Tenggara Bumi ini ada yg meledakkan Revolusi SOSIAL dengan kulminasi PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA.

Baca Juga :  Cerita Inspirasi Pelukis Pemula Yang Menemukan Cahaya Cemerlang Sampai Menjadi Profesional

Revolosi Sosial tidak menggunakan model model Revolosi Revolosi yang pernah ada dan menjadi di Dunia masa lalu yang GAGAL Akan tetapi Revolosi Sosial abat 21 mengikuti pergerakan Hukum Rasional Sejarah yang ditandai oleh HUKUM RASIONAL PERUBAHAN.

DIMENSI SOSIAL

Dimensi Sosial adalah Keseluruhan Realitas Sosial. Dimensi Sosial nampak dalam bagian bagiannya berupa Postulat Sosial, Peristiwa Sosial dan Situasi Sosial. Inilah percikan FILSAFAT SOSIAL tentang catatan kecil tentang REVOLOSI SOSIAL yang terjadi di Dunia dalam perspektif Dimensi Waktu dalam kerangka RASIO HISTORIS.

Dimensi Sosial juga menunjuk kepada RUANG SOSIAL yang didalamnya terdapat Sosial Budaya dan Sosial  Politik. Dalam penjelasannya Dimensi Sosial memandang keseluruhan REALITAS SOSIAL dengan Pendekatan Hukum Rasional Sejarah.

Dalam Methodologinya menggunakan RASIO HISTORIS dengan melihat Secara jernih hal hal yang terhubung dengan Hukum Rasional Perubahan Sosial.

Berikut adalah Sebuah ilustrasi tentang Revolosi Budaya

Mendadak Petir Menyambar Disiang hari, kampus yg tragis, akankah kau jadi sebuah Tragedi, ketika badai lewat dengan dahsyat, sekilas nampak Potret Sokrates sedang jabat tangan dengan Plato, sebuah Peristiwa yang Fondamental…….., Sebuah kejadian yg Monumental, ketika Plato mengadakan pembelaan terhadap Sokrates, tak peduli Plato adalah Bangsawan, tak Peduli Sokrates adalah Anjing. Mendungpun menutup Bumi, menutup apapun yang ada, bahkan semuanya, setiap orang kelabakan, tak tahu harus kemana, tak tahu harus apa…….. , Ini sebenarnya Apa,,,, dan ulah siapa,,,,,, Sementara Gelora Jiwa tetap membara,,, Semangat Merah menjadi Semangat Baru,,,,,,,, dan Sang BIJAKSANA lewat dan berkata ; Cintailah Kebijaksanaan.

Inilah percikan FILSAFAT SOSIAL tentang catatan kecil tentang REVOLOSI SOSIAL yang terjadi di Dunia dalam perspektif Dimensi Waktu dalam kerangka RASIO HISTORIS.

Penulis
Djoko Sukmono
Filsuf Sosial Indonesia

Berita Terkait

Bondowoso Butuh Kesadaran Politik Generasi Muda Agar Pembangunan Daerah Meningkat Pesat
Green Economy sebagai Arah Wajib Pembangunan Jember
Revolusi Belajar Bahasa: Mengupas Efektivitas Subtitle Ganda Film Hollywood bagi Kognitif Anak
Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi
Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP
Indonesia Perlu Kaji Mendalam Pengembangan Senjata Laser, Ahli Ingatkan Kompleksitas Tinggi
RUU Perampasan Aset Mandek, Ancaman Rakyat Mogok Pajak Menguat
Perkembangan Indonesia dan Isu Wakil Rakyat menjadi Teori Konspirasi Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:58 WIB

Bondowoso Butuh Kesadaran Politik Generasi Muda Agar Pembangunan Daerah Meningkat Pesat

Senin, 4 Mei 2026 - 14:43 WIB

Green Economy sebagai Arah Wajib Pembangunan Jember

Selasa, 28 April 2026 - 16:41 WIB

Revolusi Belajar Bahasa: Mengupas Efektivitas Subtitle Ganda Film Hollywood bagi Kognitif Anak

Minggu, 23 November 2025 - 00:49 WIB

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Kamis, 20 November 2025 - 21:18 WIB

Tanggung Jawab Moral Kader GMNI Terhadap Pengesahan RUU KUHAP

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB