Aksi Unjuk Rasa Merupakan Hasil Setingan PKB, Berikut Pernyataan Wasekjen PBNU

- Jurnalis

Minggu, 4 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perseteruan antara partai politik dan organisasi keagamaan menjadi dinamika yang sering terjadi.

Namun kali ini ada faktor sejarah yang membuat PBNU harus membentuk tim tim investigasi.

Aksi turun ke jalan dilakukan untuk menyuarakan aspirasi dan menyampaikan opini kepada masyarakat.

Dilain sisi Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Suleman Tanjung meyakini bahwa.

Aksi unjuk rasa di depan Kantor PBNU pada Jumat (2/8), didalangi oleh Partai Kebangkitan Bangsa.

“Kami mendapatkan banyak bukti. Mereka digerakkan untuk menyerang PBNU,” ucap Suleman di Jakarta, Minggu.

Salah satu bukti yang mereka dapatkan adalah massa yang melakukan unjuk rasa.

Datang dari arah Jalan Raden Saleh atau dari Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

Baca Juga :  Geneva Motor Show on Geneva, Bugatti Chiron

Peserta aski massa yang datang dipimpin oleh seseorang bernama Muhammad Solihin.

Berdasarkan hasil penelusuran PBNU, Solihin merupakan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat.

Dia mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Indramayu. ucapnya.

“PCNU Indramayu mengonfirmasi bahwa massa ini digerakkan oleh beberapa orang PKB dari Indramayu,” kata dia.

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur Menggugat itu dalam orasinya,

Menuntut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf untuk mundur dari kepengurusan organisasi.

“Karena Gus Yahya dalam hal ini sebagai ketum ketika Muktamar Lampung (pada 2021) .

Sekaligus yang mengonsolidasi ideologi perjuangan Gus Dur untuk memperbaiki Nahdlatul Ulama ke depan.

Baca Juga :  KPU Dilaporkan ke DKPP Terkait Pencalonan Gubernur, Bupati dan Wali Kota

Namun faktanya hari ini justru kontraproduktif, bahkan cenderung melanggar.

Serta menabrak hasil-hasil muktamar,” kata Koordinator Aliansi Santri Gus Dur Menggugat Muhammad Solihin.

Solihin mengatakan bahwa Gus Yahya harus mundur karena diduga telah berpolitik praktis.

“Dan yang sangat menyakitkan mencampuri urusan orang lain, rumah tangga orang lain, yang katanya tidak berpolitik praktis,

Tetapi justru hari ini kami dipertontonkan dengan keputusan PBNU membentuk tim investigasi.

Itu adalah offside, pelanggaran secara aktual, harus kami ingatkan,” ujarnya dalam aksi.

Selain menuntut Gus Yahya mundur dari jabatannya di PBNU, massa aksi juga meminta Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk mundur.

Berita Terkait

Peran Petani dalam Membangun Kemajuan Bangsa: Pilar Ketahanan dan Kedaulatan Nasional
Catatan Harian Indra Aden, Keberadaan Pemikir Menentukan Kualitas Peradaban Bangsa
Kata Mutiara Persembahan Organisasi Kesejahteraan Profesi Galian Seluruh Indonesia (KPGSI) Kepada Yayasan Suara Petani Indonesia
Undang Undang Terkait Penanggulangan Bencana Perlu Direvisi, Berikut Pernyataan Legislator RI
Tumbangnya Hegemoni, Jangan Jadikan Kekuasaan Untuk Penindasan
MK Tetapkan Peraturan Terbaru Tentang Perkawinan, Yang Penting Percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa
Pejabat Pemprov Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Uang Serangan Fajar Saat Pilkada
600 Personel Brimob Ditugaskan di Tiga Provinsi Untuk Mengamankan Pilkada 2024

Berita Terkait

Kamis, 15 Mei 2025 - 23:24 WIB

Peran Petani dalam Membangun Kemajuan Bangsa: Pilar Ketahanan dan Kedaulatan Nasional

Jumat, 18 April 2025 - 23:20 WIB

Catatan Harian Indra Aden, Keberadaan Pemikir Menentukan Kualitas Peradaban Bangsa

Sabtu, 29 Maret 2025 - 01:56 WIB

Kata Mutiara Persembahan Organisasi Kesejahteraan Profesi Galian Seluruh Indonesia (KPGSI) Kepada Yayasan Suara Petani Indonesia

Kamis, 27 Maret 2025 - 00:01 WIB

Undang Undang Terkait Penanggulangan Bencana Perlu Direvisi, Berikut Pernyataan Legislator RI

Rabu, 22 Januari 2025 - 13:23 WIB

Tumbangnya Hegemoni, Jangan Jadikan Kekuasaan Untuk Penindasan

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB