Perseteruan antara partai politik dan organisasi keagamaan menjadi dinamika yang sering terjadi.
Namun kali ini ada faktor sejarah yang membuat PBNU harus membentuk tim tim investigasi.
Aksi turun ke jalan dilakukan untuk menyuarakan aspirasi dan menyampaikan opini kepada masyarakat.
Dilain sisi Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Suleman Tanjung meyakini bahwa.
Aksi unjuk rasa di depan Kantor PBNU pada Jumat (2/8), didalangi oleh Partai Kebangkitan Bangsa.
“Kami mendapatkan banyak bukti. Mereka digerakkan untuk menyerang PBNU,” ucap Suleman di Jakarta, Minggu.
Salah satu bukti yang mereka dapatkan adalah massa yang melakukan unjuk rasa.
Datang dari arah Jalan Raden Saleh atau dari Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Peserta aski massa yang datang dipimpin oleh seseorang bernama Muhammad Solihin.
Berdasarkan hasil penelusuran PBNU, Solihin merupakan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat.
Dia mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Indramayu. ucapnya.
“PCNU Indramayu mengonfirmasi bahwa massa ini digerakkan oleh beberapa orang PKB dari Indramayu,” kata dia.
Massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur Menggugat itu dalam orasinya,
Menuntut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf untuk mundur dari kepengurusan organisasi.
“Karena Gus Yahya dalam hal ini sebagai ketum ketika Muktamar Lampung (pada 2021) .
Sekaligus yang mengonsolidasi ideologi perjuangan Gus Dur untuk memperbaiki Nahdlatul Ulama ke depan.
Namun faktanya hari ini justru kontraproduktif, bahkan cenderung melanggar.
Serta menabrak hasil-hasil muktamar,” kata Koordinator Aliansi Santri Gus Dur Menggugat Muhammad Solihin.
Solihin mengatakan bahwa Gus Yahya harus mundur karena diduga telah berpolitik praktis.
“Dan yang sangat menyakitkan mencampuri urusan orang lain, rumah tangga orang lain, yang katanya tidak berpolitik praktis,
Tetapi justru hari ini kami dipertontonkan dengan keputusan PBNU membentuk tim investigasi.
Itu adalah offside, pelanggaran secara aktual, harus kami ingatkan,” ujarnya dalam aksi.
Selain menuntut Gus Yahya mundur dari jabatannya di PBNU, massa aksi juga meminta Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk mundur.







