Apakah Rakyat itu adalah Warga BANGSA???, Tidak.
Apakah Rakyat itu adalah Penduduk yang Ber- KTP (Kartu tanda Penduduk) ??, TIDAK.
Kekuasaan ada Pada Rakyat Indonesia dan daripadanya KUASA itu diserahkan kepada Penguasa yang juga berasal dari Rakyat.
Penguasa diberi kekuasaan oleh Rakyat untuk menjalankan perintah Undang Undang Dasar tahun 1945.
Dengan demikian kekuasaan itu berasal dari rakyat, dilaksanakan oleh Rakyat dan ditujukan untuk Rakyat.
Kemudian dari pada itu Republik Indonesia ini adalah Negara Kesatuan yang berbentuk REPUBLIK artinya Sebagai Negara’ Kesatuan memiliki filosofi kesatuan yang bernama Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua.
Memiliki kesatuan dibidang Idiologi, POLITIK EKONOMI BUDAYA dan sistem pertahanan keamanan semesta.
Berbentuk REPUBLIK artinya sebuah NEGARA yang berdiri tegak MELINDUNGI BANGSA, Rakyat dan masyarakat Indonesia Secara sungguh sungguh dengan filosofi menempatkan kepentingan Rakyat Bangsa dan NEGARA diatas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kemudian dari pada itu NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ini memiliki Warga NEGARA yang memiliki hak yang sama didalam mengemban kewajibannya sebagai Warga NEGARA.
Menjadi Rakyat itu kehendak siapa???, menjadi Rakyat itu adalah perintah konstitusi. Apakah Rakyat itu sungguh sungguh ada??? Rakyat tidak memiliki eksistensi dikarenakan Rakyat itu adalah perintah tekstual saja dari konstitusi.
Rakyat hanya memiliki esensi yang ABSURD artinya untuk menjadi Rakyat dibutuhkan sesuatu yang abstrak berupa prasyarat yang tidak bisa dijelaskan secara logis dan Realistis.
Dengan demikian apakah Rakyat itu???. Rakyat adalah sebuah ILUSI yang sengaja diciptakan oleh KEKUASAAN untuk dijadikan instrumen dalam memperkokoh Kekuasaan, sehingga Rakyat ditempat Pada posisi yang mulia sebagai Pemilik Kedaulatan Dengan hak hak istimewa.
Rakyat adalah konsep yang bersumber dari nilai nilai fundamental kemanusiaan seperti kebebasan kesetaraan Keadilan yang kemudian oleh BUNG KARNO diberi nama Budi Nurani Kemanusiaan.
Untuk menjadi Rakyat dibutuhkan kemauan politik yang ekstrim dari Presiden Republik Indonesia yaitu dengan mendorong seluruh instrumen Negara agar setiap orang Indonesia ditempatkan pada posisi ESENSINYA YANG SEJATI dan Sungguh sungguh ada sebagai Eksistensi.
Rakyat itu ESENSINYA adalah seluruh hak yang melekat padanya Yakni hak untuk terlibat langsung secara physik dan phykis didalam politik.
Kemudian rakyat Indonesia memiliki hak untuk menjalani hidup layak sebagai manusia Indonesia seutuhnya.
Itulah ESENSI dan EKSISTENSI RAKYAT dalam kerangka bernegara berbangsa dan bermasyarakat
Sudah tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk sesegera mungkin menjadikan Rakyat sebagai Pilar utama Negara.
Jika keberadaan Rakyat Indonesia ini Tidak Konkret maka sudah dapat dipastikan NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ini BUBAR dan berubah menjadi Fosil yang dilupakan sejarah.
Dalam antisipasinya Saya Joko Sukmono bersama ini menyatakan bahwa saya telah mendirikan wadah/ Kawah candradimuka dalam membantu Negara Bangsa Indonesia dalam ikut serta menjadikan orang orang Indonesia menjadi RAKYAT KONKRET.
Kawah candradimuka itu BERNAMA GERAKAN PEMUDA NASIONALIS MARHAENIS ( NASMAR).
Filosofinya adalah manusia Berdikari, seorang petani yang memiliki alat produksi berupa tanah, cangkul kemudian membawa sekalian kontong hasil produksinya untuk bekal menjalani hidup.
Manusia Berdikari inilah yang dijadikan simbol perjuangan Marhaenisme.
Kerakyatan yang menjadi dasar Pijakan pergerakan Marhaenisme adalah manifestasi dari tujuan proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang diterjemahkan sbb;
Tujuan berdirinya Negara Bangsa Indonesia ini adalah terwujudnya masyarakat Adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Yakni tatanan seluruh perikehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat yang berdasarkan Pancasila dan UUD th 1945.
Disitu tidak ada orang miskin
Tidak ada orang bodoh
Tidak ada penindasan
Dan didalam menghapuskan ketiganya dibutuhkan tenaga tenaga Revolusioner yang Progresif
Siapa dia?? , Dia adalah Marhaenis Marhaenis
Dia adalah generasi baru yang bernama NASMAR.
Dan Nasionalis Marhaenis tidak terpaku oleh dendam masa lalu melainkan berpikir dan bertindak Logis dan Realistis dengan melakukan perubahan tingkah laku dari yang statis Menjadi Dinamis.
Pancasila itu Dinamis
Marhaenisme itu pro Rakyat dan pro Kemajuan dan Keberdikarian Bangsa.
Selanjutnya inilah penemuan kembali Revolosi Kita yang disampaikan oleh BUNG KARNO dalam Pidato peringatan kemerdekaan Indonesia Pada tgl 17 Agustus th 1959 yang berbunyi sbb :
Rakyat dimana mana Dibawah kolong langit ini, tidak mau Ditindas oleh BANGSA lain, tidak mau diekploitir oleh golongan golongan apapun, meskipun golongan itu adalah dari Bangsanya sendiri.
Rakyat dimana mana Dibawah kolong langit ini, menuntut kebebasan dari Kemiskinan, dan Kebebasan dari Rasa Takut, baik yang karana ancaman yang didalam Negeri, maupun yang karena ancaman dari luar negeri.
Rakyat dimana mana Dibawah kolong langit ini , menuntut kebebasan untuk menggerakkan secara konstruktif Ia punya aktivitas Sosial, untuk mempertinggi kebahagiaan individu dan kebahagiaan masyarakat.
Rakyat dimana mana Dibawah kolong langit ini, menuntut kebebasan untuk mengeluarkan Pendapat, yaitu menuntut hak hak yang lazimnya dinamakan Demokrasi.
Inilah yang dinamakan Budi Nurani Kemanusiaan.
Penemuan kembali jalannya Revolosi Kita.
TTD
SOEKARNO.
NASMAR JAYA
MERDEKA…!!!









