Mungkinkan Pemerintah Impor Gula Pada Pertengahan Tahun 2024, Berikut Penjelasan Pengusaha Ritel

- Jurnalis

Senin, 3 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gula menjadi kebutuhan masyarakat karena digunakan dalam berbagai aktivitas sehari hari.

Selain untuk membuat pemanis minuman, gula juga dipakai untuk campuran bahan makanan.

Sehingga kondisi gula dipasaran sangat mempengaruhi situasi sosial masyarakat karena berkaitan langsung dengan hidupnya.

Disatu sisi Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mempersilakan pemerintah mengimpor gula.

Menurut Roy, Hal itu agar ketersediaan gula di dalam negeri tercukupi dan pasar stabil.

“Secara catatan kebutuhan gula tiga juta ton itu belum tercukupi. Ditambah gula rafinasi kebutuhannya,” kata Roy saat wawancara dengan Pro 3 RRI, Sabtu (1/6/2024).

Roy juga sempat memperkirakan akan ada tambahan pasokan gula di dalam negeri.

Baca Juga :  Propaganda Jepang Ketika Menjajah Indonesia Berkaitan Dengan Ramalan Jayabaya

Karena akhir bulan ini tebu sudah digiling, sehingga akan ada tambahan pasokan pada Juli dan Agustus nanti.

Roy meyakini bahwa jumlah pasokan gula lancar, pembatasan pembelian gula tidak diperlukan.

Ini karena konsumsi gula rumah tangga dalam setiap bulan rata-rata hanya sebanyak dua kg.

Ia mengapresiasi observasi Pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi gula karena keterbatasan produksi nasional.

Roy mengatakan Pemerintah akan membangun pengolahan gula di Papua untuk meningkatkan kapasitas ketersediaan gula.

Meski demikian, ia berharap pemerintah juga memperhatikan ketersediaan pasokan komoditas pangan lain, seperti, beras, minyak goreng dan lainnya.

Baca Juga :  Sejarah Perlawanan Pribumi Yang Mengalami Penindasan Pada Masa Kolonialisme Oleh VOC Maupun Kerajaan Belanda

Ini merupakan kebutuhan-kebutuhan yang sangat diperlukan masyarakat.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan 11 persetujuan impor (PI) gula konsumsi.

Jumlahnya sebesar 529.550 ton GKP atau 74,74 persen dari alokasi kebutuhan impor.

Namun, realisasi impornya baru mencapai 380.240 ton GKP hingga saat ini. Persentasenya berada pada 71,80 persen dari PI yang telah diterbitkan.

“Diperkirakan impor gula konsumsi akan mencukupi kebutuhan dalam negeri sampai Juni-Juli 2024.

Saat ini sudah memasuki musim giling dan harga di pasaran akan berlarut terkoreksi turun,” kata Direktur Barang Kebutuhan
Pokok dan Bahan Penting Kemendag Bambang Wisnubroto.

Sumber: RRI

Berita Terkait

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 
Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 
Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 
Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor
Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP
Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina
Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai
“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:26 WIB

Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 

Rabu, 29 April 2026 - 13:11 WIB

Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:45 WIB

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:52 WIB

Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB