Sejarah Perlawanan Pribumi Yang Mengalami Penindasan Pada Masa Kolonialisme Oleh VOC Maupun Kerajaan Belanda

- Jurnalis

Rabu, 2 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Republik Indonesia salah satu negara yang melakukan perlawanan baik dengan pemikiran juga lewat perlawanan fisik.

Sebab dimasa kolonialisasi baik oleh VOC maupun kerajaan Belanda,tak pernah diijinkan rakyat supaya bisa berpikir.

Rakyat di tekan dengan menggunakan penindasan,kezaliman, penyiksaan, juga perampasan tanah sehingga rakyat hidup dalam kemiskinan sehingga memunculkan mental mental pasrah,ketakutan dan menghilangkan sifat melawan.

Lalu diperkuat budaya feodal,pembagian kelas  atau golongan antar strata  terhadap pribumi kelompok terbawah pada tingkatan kedudukan grup di dalam bangsa, pertama:Belanda,kedua Arab dan cina, ketiga (paling rendah) masyarakat lokal.

Perubahan terjadi, disaat Belanda melakukan politik etis 1901 (balas budi)yang diajukan oleh salah seorang anggota parlemen Belanda.

Dia mengusulkan agar para warga asli Indonesia dapat pendidikan, perbaikan saluran saluran air khusus untuk petani, perbaikan infrastrutur jalan, ini hasil buku Douwes Dekker membuat buku berjudul Max Havelaar, dengan nama samaran Multatuli.

Baca Juga :  Pegi Setiawan Bebas Dari Tahanan Setelah Menang Praperadilan, Berikut Penjelasan Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Bandung

Di benua eropa buku ini dibaca oleh para politisi Belanda, akibat tingkah laku kolonial Belanda bekerjasama dengan kaum feodalis Banten, mempekerjakan warga setempat tanpa bayaran sepeserpun.

Dari politik Etis khususnya dibidang pendidikan, diberikan pada bangsawan tetapi berhasil memancing yang selain bangsawan muncul kepermukaan.

Para pendiri Budi Utomo,Tirto Adhi Suryo (pendiri Pers  Indonesia), SamanHoedi (pendiri Sarekat Dagang Islam), H.O.S Tjokroaminoto, (Sarekat Islam),Semaun  dan Tan Malaka, cs (PKI), Soekarno cs (Nasionalis).

Baca Juga :  Duta Besar Kuba Kembali Bertugas di Korea Utara Sebagai Bentuk Persahabatan

Inilah dimasa  pemikiran terus bermain dalam bentuk koran koran, buletin, pendidikan politik sekolah rakyat.

Aktifitas militer dimulai 1925 perencanaan perang,aksi 1926-1927, Tan Malaka telah melarang pergerakan perang ini dibawah pimpinan Muso dan kawan kawan.

Salah satu penyebabnya adalah dalam perang dibutuhkan gerakan rakyat banyak, bukan hanya organisasi sebagai pelaksana.

Menurut Tan Malak aksi massa dibutuhkan, karena aksi membutuhkan tenaga, dan perang terus menerus hingga tujuan dapat dicapai.

Aksi militer gagal total,muncullah Soekarno cs,1927. Pihak ini memunculkan,sumpah pemuda juga kemerdekaan Indonesia.

Gerakan tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan Revolusi Indonesia berhasil membumikan perlawanan pemikiran dan militer.

Penulis
Indra Aden
Pegiat Literasi dan Sosial

Berita Terkait

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 
Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 
Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 
Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor
Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP
Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina
Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai
“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:26 WIB

Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 

Rabu, 29 April 2026 - 13:11 WIB

Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:45 WIB

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:52 WIB

Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB