Sekte Mematikan Terbesar Dalam Sejarah 900 Orang Pengikut Bunuh Diri

- Jurnalis

Jumat, 29 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen Memperingati Tragedi JonesTown

Momen Memperingati Tragedi JonesTown

Banyak sekali sekte yang muncul dibeberapa Negara belahan dunia dan memiliki pengikut.

Kehadiran mereka tidak pernah diprediksi sebelumnya karena bergerak dalam senyap.

Bahkan sekte tersebut menawarkan banyak kenikmatan meskipun tidak pernah logis.

Tetapi apa boleh buat karena keyakinan yang muncul dipercaya sebagai kebenaran.

Tidak hanya Negara kecil yang memiliki banyak permasalahan ekonomi dan sosial.

Bahkan di Negara majupun sekte bisa berkembang dengan cepat dan memakan korban jiwa.

Menurut KBBI Sekte adalah kelompok orang yang mempunyai kepercayaan atau pandangan agama yang sama, yang berbeda dari pandangan agama yang lebih lazim diterima oleh para penganut agama tersebut;

Dalam hal ini seseorang akan memberikan tafsir tersendiri terhadap apa yang diyakininya.

kemudian akan mengajak orang lain untuk meyakini apa yang dianggap sebuah kebenaran.

Padahal menurut orang lain apa yang mereka lakukan itu adalah menyimpang atau sesat.

sejumlah kelompok berperilaku sesat di dunia juga pernah menyedot perhatian masyarakat.

Karena mereka mengorbankan banyak nyawa dalam melakukan praktik atau ritualnya.

Salah satu tragedi paling berdarah bahkan memakan korban hingga 900 orang dalam satu kali ritual

Kisah Pembantaian Jonestown Menewaskan 900 Orang

Baca Juga :  Suhartoyo Menggantikan Anwar Usman Sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Melalui Musyawarah Mufakat

Pembantaian “Jonestown” disebut sebagai tragedi aliran sesat terparah sepanjang sejarah.

Karena merenggut lebih 900 nyawa pengikut sekte Peoples Temple di Guyana pada 1978.

Pendeta Jim Jones mendirikan Peoples Temple pada medio 1960-an di Amerika Serikat, bukan di Guyana.

Peoples Temple menggabungkan unsur-unsur Kristen, sosialisme, komunisme, dan gaya hidup berkelompok dengan orang-orang lintas ras dalam ajarannya,

Jones memberikan jalan agar pengikutnya selamat adalah dengan mengikuti ajarannya.

Dia berpandangan bahwa setelah dunia kiamat, akan tercipta masyarakat komunis yang ideal.

Jones memindah markas Peoples Temple ke daerah terpencil di pedalaman Guyana pada 1977.

Menurut Jones, ditempat tersebut Peoples Temple bisa membangun masyarakat utopis tanpa pemerintah atau campur tangan media.

Peoples Temple kemudian menyulap hutan lebat di sudut Guyana menjadi lahan agrikultur.

Ditempat itulah mereka tinggal, bermukim, dan memberikan nama daerah tersebut Jonestown.

Namun kehidupan di sana tak seperti “nirvana” atau Negeri utopis yang dijanjikan Jones.

Media AFP merangkum pengakuan para pengikut Jones yang tak tahan dengan situasinya.

Mereka dipaksa memakai narkoba, budak syahwat, hingga bekerja dari subuh sampai petang selama enam hari sepekan.

Baca Juga :  Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 

Bahkan Jones menyuruh pengikutnya untuk mengikuti ritual “Malam Putih” setiap pekan.

Banyak kejadian diluar logika pada saat ritual tersebut dilaksanakan oleh Jones dan pengikutnya.

Para pengikut Peoples Temple dan anak-anaknya harus menenggak racun palsu sebagai latihan bunuh diri.

“Bunuh diri akan menjadi jalan keluar terakhir dari serangan pemerintah AS,” mencuplik penjelasan Jones kepada para pengikutnya, seperti dikutip The Guardian

Kisah sekte yang aneh ini didengar oleh salah satu anggota Kongres AS, Leo Ryan.

Dia memutuskan untuk berkunjung langsung ke Jonestown pada tanggal 17 November 1978.

Ryan ditembak mati oleh pengikut Jones ketika bersiap pulang sehari setelah kunjungan.

Bahkan tiga jurnalis dan seorang anggota Peoples Temple yang ingin kabur juga dibunuh oleh pengikut Jones.

Sedangkan Jones bercerita kepada para pengikutnya yang berada di Jonestown waktu itu.

Jika Ryan adalah agen CIA dan Marinir AS yang ingin menangkap komunitas mereka.

Dengan penuh kayakinan Jones kemudian mendoktrin para pengikutnya untuk bunuh diri.

Tercatat Sekitar 900 orang pengikutnya bunuh diri massal, meskipun beberapa dari mereka tidak setuju.

Berita Terkait

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 
Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 
Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 
Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor
Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP
Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina
Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai
“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:26 WIB

Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 

Rabu, 29 April 2026 - 13:11 WIB

Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:45 WIB

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:52 WIB

Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB