Pemerintahan yang baik akan menentukan kualitas pelayanan masyarakat secara maksimal.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Khususnya calon purnapraja, mampu menjadi birokrat pemerintah yang profesional.
“Adik-adik harus menjadi profesi birokrat pemerintahan yang profesional,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Hal itu disampaikan Tito pada Sidang Terbuka Senat IPDN dalam Rangka Wisuda.
Yakni Program Doktor Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, dan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan Tahun Akademik 2023/2024.
Acara tersebut berlangsung di Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin.
Mendagri meminta para calon purnapraja tidak terjebak menjadi sarjana yang tidak mau menggunakan keilmuannya.
Sebab lulusan IPDN diharapkan mampu menyelesaikan beragam masalah secara ilmiah, sesuai dengan metodologi yang selama ini diajarkan.
Pada wajtu itu Tito menegaskan bahwa hal terpenting dari kelulusan bukanlah gelar semata.
Namun cara dan pola berpikir yang benar. Apalagi selama ini wisudawan IPDN telah mengenyam pendidikan yang tidak sebentar.
“Adik-adik (praja) dididik empat tahun di sini, kemudian bagi magister ditambah lagi dua tahun dan untuk doktor minimal tiga tahun.
Jangka waktu yang panjang, yang paling utama adalah saya sampaikan Jumat yang lalu changing your mindset, it’s not the title you are after,” ujarnya.









