Keberanian berpikir dan bertindak, merupakan sebuah implementasi yang terus menghasilkan nilai nilai perkembangan yang bergerak secara konstan, berkelanjutan. berkelanjutan,tentu mendapatkan keinginan, kehendak yang diharapkan sejak awal. Karena, mereka adalah perencana, detail, rapi. Pergerakan mereka selalu penuh perhitungan, juga melihat kemunculan dampak dari program program rancangannya. Segala sisi, telah dilihat secara akurat dan cermat.
Kecerdasan, kepintaran, menaungi orang orang berpikir. Dikarenakan, mereka selalu berinteraksi dengan literasi, diskusi, menulis, baik itu dari kesadaran akan ke ingin tahuan berasal dalam diri, maupun pengaruh lingkungan, hingga terbentuk budaya tersebut dengan kuat dalam diri. Apalagi jika kemunculan mengenai berpikir ini terletak pada sistem pendidikan nasional.
Untuk mengkreasikan kecerdasan pada anak anak didik. Cara berpikir wajib diajarkan sejak dini, setiap fase umur memiliki kecenderungan berpikir sesuai usianya. Selain lewat membaca, Harus ada, dialog, biasakan anak berbicara sampai selesai tanpa dipotong, didengarkan, jawab setiap pertanyaan yang diajukan tanpa bentakan, pukulan, bila tak bisa jawab “nanti dicarikan dulu jawabannya. Semua hal itu, membantu anak anak agar berani berbicara, melatih kekuatan kata kata memperbanyak kosa kata, kritis, kreatif.
Sebab bangsa Indonesia membutuhkan banyak ahli pemikiran, dibutuhkan bagi masa depan. Kajian, penelitian, analisa, hampir hilang di wilayah elit politisi, mereka lebih melihat rakyat hanya kebutuhan sesaat bahkan dapat diatur kapan saja.
Perhatian hanya terpusat pada kepopuleran individu dan kelompok keberadaan KKN makin menguat. Kita telah kehilangan orang orang yang berani berpikir sehingga gersang keberadaan paradigma baru pada bangsa ini. Maka sistem budaya politik tak pernah berubah pada setiap generasi. Memperkuat sistem pendidikan hanya lah bualan karena bila rakyat cerdas, kritis, kreatif mereka sadar tak akan lagi dipilih sebagai elit politisi Indonesia, walaupun berkata saya banyak membaca buku, tapi pada realitas aksinya tak ada kebaruan pada setiap kebijakan hasil kerja mereka.







