Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik 5,11% Pada Kuartal I-2024, Ini dia Faktor Penyebabnya

- Jurnalis

Senin, 6 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perekonomian Indonesia berdiri kokoh ditengah konflik Internasional yang semakin hari menyerampan dunia.

Karena banyak Negara yang memilih jalan perang untuk menyelesaikan permasalahan dan persoalan yang dihadapi.

Tidak hanya Rusia dan Ukraina saja, Timur tengah kini dilanda peluru yang terbang seperti tanpa perikemanusiaan.

Data terbaru pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan aroma positif karena mengalami kenaikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan komentar terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024.

Dia memberikan apresiasi dengan tumbuhnya ekonomi yang mencapai 5,11%, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS).

Disampaikan dalam konferensi pers bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 itu sedikit melenceng dari proyeksi Sri Mulyani.

Baca Juga :  4 Provinsi Sudah menetapkan UMP 2024, Sumatera Utara Naik 3,67%

Saat itu dia menjelaskan dengan santai dengan memperkirakan pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini sebesar 5,17%.

Namun Sri Mulyani menjelaskan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 itu menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia tetap kuat.

Meskipun tekanan ekonomi global saat ini sangat kuat karena tren kebijakan suku bunga tinggi.

Serta terjadinya perang di berbagai wilayah yang memengaruhi gejolak harga-harga komoditas.

“Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia terus menunjukkan resiliensinya, terlihat dari capaian pertumbuhan pada triwulan I ini,” ucap Sri Mulyani melalui siaran pers, Senin (6/5/2024).

Pertumbuhan ekonomi itu ditopang oleh permintaan domestik yang kuat dan dukungan APBN.

Baca Juga :  DPK GMNI Universitas Madura Menggelar Diskusi Intensif Dengan Tema “Revitalisasi Pedoman Organisasi Sebagai Basis Gerakan Kader"

Konsumsi rumah tangga dan Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh masing-masing 4,9% dan 24,3% (yoy).

Kemudian Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) tumbuh sebesar 19,9% (yoy), ucap Sri Mulyani.

Faktor pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang masih kuat terutama didorong oleh terkendalinya inflasi.

Serta meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan, kenaikan gaji ASN, dan pemberian THR.

Dampaknya yakni belanja Pemerintah terkait penyelenggaraan Pemilu juga turut mendorong konsumsi rumah tangga melalui pemberian honorarium petugas Pemilu.

Selanjutnya konsumsi oleh LNPRT melonjak tinggi terutama didorong oleh berbagai aktivitas terkait Pemilu 2024.

Berita Terkait

Ketidakadilan Pajak: Rakyat Bayar Sendiri, Wakil Rakyat Ditanggung Negar
Pejabat Dari Partai Politik Terkena OTT KPK, Yunius Suwantoro Berikan Solusi Logis
Makna Angka 8 dan 0 Yakni Bersatu dan Berdaulat Sesuai Visi Presiden RI Prabowo Subianto
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Wajib Memberikan Akses Pendidikan dan Ekonomi Kepada Masyarakat Dikawasan Migas
Apakah Sudah Saatnya Presiden Sebagai Kepala Pemerintahan Keluarkan PERPPU Dalam Keadaan Sekarang ini ???
Lima Juta Pekerja Migran Indonesia Ilegal Bekerja di Luar Negeri, Berikut Pernyataan Menteri PPMI
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Yang Baru Tidak Akan Mengedepankan Hukuman Penjara, Berikut Penjelasan Menko Kumham Imipas
Berikut Kandidat Dari TNI Yang Disiapkan Untuk Menjadi Ajudan Presiden Prabowo Subianto

Berita Terkait

Rabu, 3 September 2025 - 15:04 WIB

Ketidakadilan Pajak: Rakyat Bayar Sendiri, Wakil Rakyat Ditanggung Negar

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:39 WIB

Pejabat Dari Partai Politik Terkena OTT KPK, Yunius Suwantoro Berikan Solusi Logis

Kamis, 24 Juli 2025 - 22:57 WIB

Makna Angka 8 dan 0 Yakni Bersatu dan Berdaulat Sesuai Visi Presiden RI Prabowo Subianto

Kamis, 5 Juni 2025 - 08:53 WIB

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Wajib Memberikan Akses Pendidikan dan Ekonomi Kepada Masyarakat Dikawasan Migas

Sabtu, 22 Maret 2025 - 12:28 WIB

Apakah Sudah Saatnya Presiden Sebagai Kepala Pemerintahan Keluarkan PERPPU Dalam Keadaan Sekarang ini ???

Berita Terbaru