Pergantian Kepemimpinan Pemerintahan Nasional Menjadi Peluang Untuk Memperbaiki Demokrasi

- Jurnalis

Jumat, 11 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses transisi demokrasi menjadi sebuah ritual yang harus dilakukan oleh sebuah negara.

Tujuannya adalah untuk menjalankan roda pemerintahan agar bisa berjalan dengan sewajarnya dan semestinya.

Oleh sebab itu peran dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk memilih pemimpin yang akan menjadi pemimpin daerahnya.

Mantan Menko Polhukam Mahfud Md. mengatakan pergantian kepemimpinan pemerintahan di tingkat nasional.

Merupakan momentum untuk memperbaiki demokrasi di Indonesia yang saat ini tidak baik-baik saja

“Demokrasi selalu baik beberapa waktu ketika terjadinya perubahan-perubahan yang cukup keras,” kata Mahfud di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, belajar dari sejarah Indonesia bahwa setiap ada perubahan-perubahan maka demokrasi akan membaik.

dan itu terbukti dari pergantian Orde Lama ke Orde Baru, begitu juga ketika dari Orde Baru ke era reformasi.

Baca Juga :  Pojok Ruang Sosial Terancam Oleh Monster Yang Selalu Haus Dengan Darah Anak Manusia

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 menyatakan meskipun perbaikan demokrasi terjadi,

Namun itu berlangsung hanya dua atau tiga tahun saja dan seterusnya kembali ke arah yang salah.

Untuk itu, kata Mahfud Md, pada momentum pergantian pemimpin ini diharapkan dapat kembali memperbaiki demokrasi yang sedang tidak baik-baik saja ke arah lebih baik lagi.

“Reformasi juga baik setelah pelengseran Orde Baru, tapi ya cuma setahun dua tahun kemudian jelek lagi.

Baik itu dua atau tiga tahun, memelihara setelah itu tidak bisa dilakukan,” tuturnya ketika menjadi narasumber pada acara Indonesia Integrity Forum 2024 yang diadakan Trancparency International Indonesia.

Baca Juga :  Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

Ia mengatakan bahwa ketika hasil survei menunjukkan demokrasi Indonesia menunjukkan baik-baik saja itu sejatinya tidak begitu, mengapa?.

Karena survei yang dilakukan menyasar masyarakat kecil yang tidak mengetahui secara persis.

Menurut dia, cara memandang itu bukan melalui hasil survei, rakyat harus dididik, perbaikan pada tingkat elit dan orang terdidik itu lebih penting.

“Menurut saya memperbaiki demokrasi, tidak harus berpedoman kepada survei.

Siapapun pemimpinnya kalau disurvei pasti hukum sudah berjalan sudah bener karena rakyat tidak tahu substansi demokrasi.

Karena tingkat pendidikan yang kurang,” kata Mahfud seperti pantauan dalam siaran langsung daring.

Berita Terkait

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026
Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:44 WIB

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Berita Terbaru

Pemikiran

Green Economy sebagai Arah Wajib Pembangunan Jember

Senin, 4 Mei 2026 - 14:43 WIB