Umat muslim yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi wajib melaksanakan ibadah haji.
Karena dengan ibadah haji seseorang bisa berdoa langsung dihadapan ka`bah dan mengikuti berbagai kegiatan agama.
Namun ada berbagai pihak yang menyoroti ibadah haji karena dianggap memiliki beberapa hal yang harus diperbaiki.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Yandri Susanto menilai.
Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berlangsung lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pernyataan itu ia sampaikan sebagai tanggapan atas timbulnya silang pendapat di sejumlah kalangan.
Tentang pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Penyelenggaraan Haji 2024.
“Buktinya, tidak ada penelantaran dan penumpukan jamaah haji di Muzdalifah seperti tahun lalu,” kata Yandri Minggu 14/7.
Ia mengatakan jamaah haji mengaku senang dengan pelayanan yang diberikan.
Kesan itu ia dapatkan saat meninjau langsung ke lokasi pemondokan jamaah haji.
“Puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina berjalan lancar. Jamaah bisa beribadah dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, bukan perkara mudah untuk mengoordinasi dan memastikan pelaksanaan haji berjalan baik,
Terlebih jamaah haji Indonesia pada tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.
Akan tetapi, ia mengatakan para amirul hajj dan segenap jajarannya telah berhasil mewujudkan pelaksanaan haji dengan baik.
“Jika terdapat kekurangan, sudah pasti ada, tetapi bukan bersifat major dan signifikan,” kata dia.
Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI Ke-21 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7), menyetujui pembentukan Pansus Angket Pengawasan Haji.
Muhaimin mengatakan, pansus itu bakal mengevaluasi kesalahan-kesalahan penyelenggaraan ibadah haji.
Agar tidak terjadi pada tahun-tahun selanjutnya yang berpotensi merugikan para calon jamaah haji yang sudah mengantre selama puluhan tahun.
Masyarakat berharap agar antrian ibadah haji bisa dilakukan secara terbuka agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya.









