Memiliki Utang Luar Negeri Terbesar di Kawasan Lebih 100% PDB-nya, Tetapi Negara Ini Masih Bisa Melayani Rakyat

- Jurnalis

Rabu, 22 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setiap negara yang mau berkembang membutuhkan perputaran ekonomi yang cepat agar kondisi keuangan meningkat.

Karena roda pemerintahan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk melayani kepentingan masyarakat.

Negara Singapura tercatat sebagai pemilik utang luar negeri terbesar di Asia Tenggara dan peringkat ke-4 secara global.

Menurut Data IMF menuliskan bahwa rasio utang tersebut mencapai 167,9% dari PDB Singapura.

Kontra realita terjadi pada Negara Brunei yang hanya memiliki rasio utang terendah yakni 2,3%.

Berdasarkan keterangan dari IMF, batas rasio hutang luar negeri yang aman adalah 60% dari GDP.

Baca Juga :  Eksistensi Yang Beresensi Serial Pertama, Kebebasan, Keadilan dan Kesejahteraan

Jika memahami dengan seksama keterangan dari IMF maka Singapura memiliki tingkat utang yang tinggi.

Tingkat utang yang tinggi bisa membuat negara kesulitan membayar utangnya. Namun, apakah Singapura mengalami hal tersebut?.

Jika diamati dari berbagai sisi negara ini masih menjalankan anggaran yang seimbang dan nampak sehat.

Dikutip dari situs pemerintahan resmi Singapura, meskipun rasio utang bruto terhadap PDB Singapura terlihat sangat tinggi.

Tetapi hal tersebut masih belum memperhitungkan posisi aset besar yang dimiliki oleh Singapura.

Kondisi Pemerintah Singapura memiliki keuangan yang kuat karena asetnya jauh lebih banyak daripada utang bersihnya.

Baca Juga :  Serangan Rudal Kelompok Houthi Ditembak Jatuh Militer AS

Berdasarkan hasil investasi yang dihasilkan dari cadangan, dapat digunakan oleh Pemerintah untuk pengeluaran melalui Kontribusi Hasil Investasi Bersih.

Neraca keuangan yang kuat membuat Singapura mendapatkan peringkat kredit AAA dari tiga lembaga pemeringkat terkemuka (S&P, Moody’s, dan Fitch).

Gambaran neraca tersebut dianggap memiliki kemampuan terbaik untuk membayar kembali utangnya kepada para investor.

Sehingga investor melihat investasi dalam utang dari negara dengan peringkat AAA sebagai investasi yang aman dan memiliki risiko yang rendah.

Berita Terkait

PRT Tewas dan Luka Berat di Benhil: Negara Tak Boleh Diam, Pelaku Harus Segera Ditahan
Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital
WNI Tetap Aman Meskipun Berada Diantara Perang Thailand dan Kamboja
Presiden Amerika Serikat Sepakati Perjanjian Bisnis Dengan Indonesia, Berikut Rinciannya
Presiden Prabowo Subianto Menyatakan Indonesia Bergabung Dengan BRICS, Geopolitik Internasional Semakin Dinamis
Rusia Tolak Ajakan Amerika Serikat Agar Berhenti Menyerang Ukraina, Trump Tidak Suka
Direktur Rumah Sakit Indonesia Tewas Setelah Terkena Bom Israel, Gaza Semakin Panas
Mungkinkah Batu Bara Indonesia Tidak Laku ,,??, India dan China Banjir Pasokan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:57 WIB

PRT Tewas dan Luka Berat di Benhil: Negara Tak Boleh Diam, Pelaku Harus Segera Ditahan

Senin, 15 September 2025 - 17:52 WIB

Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:34 WIB

WNI Tetap Aman Meskipun Berada Diantara Perang Thailand dan Kamboja

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:16 WIB

Presiden Amerika Serikat Sepakati Perjanjian Bisnis Dengan Indonesia, Berikut Rinciannya

Selasa, 8 Juli 2025 - 23:14 WIB

Presiden Prabowo Subianto Menyatakan Indonesia Bergabung Dengan BRICS, Geopolitik Internasional Semakin Dinamis

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB