Rusia Tolak Ajakan Amerika Serikat Agar Berhenti Menyerang Ukraina, Trump Tidak Suka

- Jurnalis

Jumat, 4 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Putin menyoroti perlunya penyelesaian konflik Iran secara diplomatik dalam waktu dekat.

Rusia mengkritik keras serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran bulan lalu, menyebutnya ilegal dan tak berdasar.

Tujuannya adalah untuk meminimalisir konflik yang berpotensi menyebabkan banyak korban nyawa dari kalangan sipil.

Di saat yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu para pemimpin Uni Eropa di Denmark. Ia menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama melalui UE, NATO, dan hubungan bilateral, terutama setelah muncul keraguan atas kelanjutan bantuan militer AS.

“Keraguan ini memperkuat kebutuhan kita untuk memperkuat koordinasi,” kata Zelensky. Ia juga berharap bisa berbicara langsung dengan Trump pada Jumat untuk membahas nasib pengiriman bantuan militer tersebut.

Sikap Politik Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Moskow tidak akan menyerah pada tujuan perangnya di Ukraina.

“Rusia tidak akan mundur,” kata penasihat Kremlin Yuri Ushakov kepada wartawan, seusai percakapan telepon antara kedua pemimpin pada Kamis (3/7/2025) yang berlangsung selama satu jam.

Baca Juga :  Presiden Persatuan Emirat Arab Menyambut Langsung Jokowi di Bandara Internasional Zayed, Abu Dhabi

Meski demikian, Putin juga disebut menyatakan “kesiapan untuk mencari solusi politik dan negosiasi” atas konflik yang telah berlangsung sejak 2022 tersebut.

Kremlin menyebut bahwa tujuan invasi Rusia adalah untuk “menghilangkan akar penyebab” perang, yaitu mencegah Ukraina bergabung dengan NATO dan menjadi basis serangan Barat terhadap Rusia, klaim yang dibantah Kyiv dan negara-negara Barat, namun sebagian didukung oleh Trump.

Trump sendiri mengakui bahwa ia tidak membuat “kemajuan” dalam upaya mendorong gencatan senjata. “Saya tidak senang dengan perang di Ukraina,” ujarnya usai panggilan tersebut.

Panggilan ini merupakan komunikasi keenam antara Trump dan Putin sejak Trump memulai masa jabatan keduanya pada Januari.

Kontak antara dua pemimpin terjadi sehari setelah Pentagon mengumumkan penghentian sementara pengiriman beberapa sistem persenjataan ke Ukraina, termasuk rudal pertahanan udara dan artileri presisi, yang dijanjikan di bawah pemerintahan Joe Biden.

Namun, menurut Ushakov, pembahasan soal penghentian pengiriman senjata tidak muncul dalam percakapan. Trump disebut lebih fokus pada perlunya mengakhiri perang secepatnya.

Baca Juga :  Negara Kenya Menambah Hutang Kepada Tiongkok Untuk Menyelesaikan Proyek Kereta Api dan Pembangunan

Meski tidak ada pembicaraan soal pertemuan tatap muka, kedua pemimpin sepakat untuk terus berkomunikasi. Namun, sejauh ini tidak ada tanda perubahan posisi dari Moskow. Putin tetap menolak usulan gencatan senjata tanpa syarat dari Washington. Sementara itu, Ukraina justru mendukung langkah tersebut.

Ushakov menekankan bahwa negosiasi perdamaian seharusnya berlangsung antara Moskow dan Kyiv, bukan melibatkan Washington secara langsung. Ia juga menyinggung pertemuan di Istanbul pada awal Juni, di mana menurut pejabat Ukraina, delegasi Rusia meminta diplomat AS keluar dari ruangan, mengindikasikan Rusia menolak format trilateral dalam perundingan.

Putin dan Trump sebelumnya berbicara pada pertengahan Juni, ketika Putin menawarkan diri sebagai penengah konflik Israel-Iran. Namun Trump menolaknya.

“Tidak, saya tidak butuh bantuan dengan Iran. Saya butuh bantuan dengan Anda,” ujar Trump kepada Putin kala itu.

Berita Terkait

Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital
WNI Tetap Aman Meskipun Berada Diantara Perang Thailand dan Kamboja
Presiden Amerika Serikat Sepakati Perjanjian Bisnis Dengan Indonesia, Berikut Rinciannya
Presiden Prabowo Subianto Menyatakan Indonesia Bergabung Dengan BRICS, Geopolitik Internasional Semakin Dinamis
Direktur Rumah Sakit Indonesia Tewas Setelah Terkena Bom Israel, Gaza Semakin Panas
Mungkinkah Batu Bara Indonesia Tidak Laku ,,??, India dan China Banjir Pasokan
Mungkinkah Thailand Akan Resesi,,???, Faktor eksternal memiliki Peran Penting
Pertarungan Kapitalisme Melawan Komunisme Menyerang Sektor Pendidikan, Ada Mahasiswa Yang Ditempeleng

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 17:52 WIB

Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:34 WIB

WNI Tetap Aman Meskipun Berada Diantara Perang Thailand dan Kamboja

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:16 WIB

Presiden Amerika Serikat Sepakati Perjanjian Bisnis Dengan Indonesia, Berikut Rinciannya

Selasa, 8 Juli 2025 - 23:14 WIB

Presiden Prabowo Subianto Menyatakan Indonesia Bergabung Dengan BRICS, Geopolitik Internasional Semakin Dinamis

Jumat, 4 Juli 2025 - 22:54 WIB

Rusia Tolak Ajakan Amerika Serikat Agar Berhenti Menyerang Ukraina, Trump Tidak Suka

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB