RUANG Sosial yang terhampar luas di kehidupan sosial manusia itu telah dikuasai oleh REZIM Sosial.
PADA Ruang sosial itu masih ada celah celah kecil daripadanya yang bisa digunakan sebagai Ruang Kebebasan yaitu yang bernama Pojok ruang Sosial.
Sistem sosial di Indonesia adalah suatu sistem yang komprehensif dan Esensial
MONOLOG
Apakah Aku harus Konkret diDunia ataukah kembali Abstrak dan menjadi pujaan suku bangsa manusia
Ketika AkU Abstrak Dunia dipastikan BERADA PADA POSISI ESENSINYA YANG ABSURD dan ILUSIF
Namum ketika AkU KONKRET dipastikan terjadi Pengulangan Tragedi
Akan tetapi Ke- KonkritanKu ini tak terelakkan lagi, dikarenakan Kehendak daripada HUKUM RASIONAL SEJARAH.
POJOK RUANG SOSIAL
POJOK RUANG SOSIAL adalah suatu tempat yang ideal untuk memanifestasikan segala ILUSI, untuk memuntahkan seluruh dambaan yang belum terwujud, untuk ( dalam bahasa yang keren CURHAT) menumpahkan sampah sampah yang telah melilit jiwa anak anak manusia yg tinggal di muka bumi.
Lalu apakah pokok sosial itu??, Pojok sosial adalah suatu tempat yang Representatif bagi manusia individu konkret dalam menjalani interaksi sosial yang MERDEKA.
Dipojok sosial itu adalah tempat independen yang steril dari dimensi dimensi yang selama ini menghegomoni Anak anak manusia yang tinggal di muka bumi ini. Misalnya ETIKA yang dipancarkan menjadi Kebaikan, idealisme MUTLAK yang dipancarkan menjadi Kebenaran, KETUHANAN YANG dipancarkan Menjadi Keyakinan, kebudayaan yang dipancarkan menjadi nilai nilai luhur, dan masih banyak lagi contoh contoh konkret yang melalap eksistensi manusia itu.
Siapakah yang telah memenjarakan Anak anak manusia ini??? Dia adalah REZIM politik, REZIM SOSIAL, REZIM KEBUDAYAAN dan REZIM Keagamaan, keempat REZIM ini telah bersekongkol dengan HOMO ECONOMICUS CAPiTALISME dalam rangka menjadikan anak anak manusia ini sebagai alat pemuasan nafsu Angkara murka mereka, sehingga bisa disebut mereka itu adalah Monster yang Selalu haus dengan darah darah anak anak manusia itu, REZIM itu memiliki struktur yang kokoh, REZIM itu mempunyai konstruksi yang Kuat, REZIM itu memiliki instrumen yang canggih berupa tekhnologi dan industri yang mau tidak mau harus dikonsumsi oleh anak anak manusia ini dengan cara mempengaruhi anak anak manusia secara psikologis agar anak anak manusia ini menjadi konsumtif dan dibuatlah sebuah Kam konsentrat yang bernama KERJA.
Camp konsentrasi dibuat dengan Regulasi yang seolah olah Mengandung nilai nilai fundamental kemanusiaan yang mulia, padahal sebenarnya Setinggi apapun jabatan anak anak manusia ini disebuah lembaga KERJA tetap saja REZIM itu seolah olah menggelontorkan Keberuntungan bagi Para Pekerja yaitu berupa Materi yang memadai untuk kemudian digunakan untuk menjalani pola hidup konsumtif.
Konsumerisme yang sepertinya adalah model desain yang Tren telah semakin banyak diminati oleh anak anak manusia yg tinggal dimuka bumi ini. Seolah ini adalah idiologi baru yang benar’ dan definitif, dan hal itu telah menjadi model desain yang telah dianut oleh sebagian terbesar Anak anak manusia itu.
Sehingga tanpa disadari telah menjadi lifestylenya sehingga ada filosofi yang berbunyi saya ada karena saya membeli, saya ada karena saya memiliki, saya karena saya……….dan lain sebagainya.
Istilah juga muncul dalam bentuk jargon jargon status sosial, misalnya : Saya adalah Presiden, Saya adalah Gubernur, Saya adalah Bupati, Saya adalah Walikota, kemudian berkembang juga istilah berikutnya: Saya adalah Direktur, Saya adalah Manager, dan masih banyak lagi istilah Saya Adalah… .
Dan yang paling konyol adalah ada juga dikalangan tertentu berkembang istilah, Saya Adalah Rumah mewah saya, Saya tinggal dikawasan perumahan elite, saya adalah mobil mewah saya..
Sementara akibat dari kerja ini milyaran anak anak manusia harus berjuang agar tetap bisa menjani sekadar untuk hidup di muka bumi, baik’ yang mendapatkan peluang kerja formal, maupun informal. Sehingga ada sebuah filosofi yang berbunyi; inilah keberuntungan itu, inilah Lengkungan Baja itu, luruskan lengkungan Baja itu dan hidupmu akan terbebas dari eksploitasi Ini, namun sudah ratusan tahun anak-anak manusia yang menganggap Kerja itu adalah sebuah keniscayaan tidak mampu meluruskan lengkungan Baja tersebut.
Disebelah camp konsentrasi KERJA itu ada suara yang keras meneriakkan Kebebasan, Keadilan dan Kesejahteraan dan bersabdalah Sang pojok Sosial itu seperti ini: inilah Pojok demokrasi, inilah tempat bagimu untuk melepaskan segala kepenatan, inilah tempat bagimu untuk melepaskan segala penderitaan, inilah tempat bagimu untuk mengintai dambaan dambaan dan sekilas ada yang berkata: KERJA ITU BUKAN DALAM RANGKA MILIK Akan tetapi KERJA ITU DALAM RANGKA ADA DAN MENJADI.
Ternyata Di Ruang Sosial itu tersekat sekat menjadi beberapa ruangan ruangan yang yang berbeda beda budayanya dan berbeda-beda pula media nya, di pojok sosial yang pertama bernama Pojok Demokrasi dengan budaya Kebebasan Berpikir dan berpendapat, dipojok ruangan sosial yang lain ada yang bernama camp konsentrasi KERJA dengan budaya tindakan tindakan produktif dalam rangka Kesejahteraan. Dan ruangan pojok sosial yang lainnya ada pojok ruangan sosial yang bernama Singgasana REZIM yang memiliki budaya; Kami mempunyai fungsi pokok Perlindungan dan mendistribusikan Keadilan.
Ketiga Ruangan yang bernama pojok ruang sosial ini berjalan di jalan sejarah masing masing dan berada pada posisi kontradiktif yang setiap saat bisa menimbulkan Konfrontasi.
Dunia Sosial di Indonesia adalah sebuah Dunia yang unik hal tersebut dikarenakan seluruh sistem sosial yang ada di Indonesia adalah suatu sistem yang Normatif.
Pemahaman terhadapnya tidaklah mungkin dapat dilakukan dengan cara biasa melainkan dengan cara luar biasa.
Sebagai contoh Pancasila yang tersepakati sebagai Dasar Negara namun fungsinya tidak hanya sebagai dasar negara saja melainkan jauh lebih luas dari itu.
Pancasila dipublikasikan kepada seluruh rakyat, komponen bangsa dan elemen masyarakat disamping sebagai Dasar Negara juga sebagai pandangan hidup bangsa.
Sehingga ada semacam pesan Sakral dari otoritas sistem sosial di Indonesia Bahwa orang’ Indonesia harus Pancasilais dalam pengertian spesifiknya Berkepribadian Pancasila.
Sistem sosial yang bisa dilihat saat ini Pada awal tahun 2025 adalah sebuah sistem sosial yang tidak sistematis.
Ketidaksistematisan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor subyektifitas yang dimiliki oleh pemegang otoritas yang secara Psyko- Sosial, Situasi phykologis masyarakat Bangsa dan NEGARA berada Pada posisi ABU ABU,
Kondisi yang sedemikian itu diakibatkan oleh arah dari REZIM Reformasi yang bertujuan untuk menentukan bentuk baru dari Indonesia akan tetapi REZIM Reformasi sendiri telah kehilangan bentuknya sendiri.
Kesembronoan dan Kengawuran Telah terjadi di negara bangsa Indonesia ini Sejak digulirkannya Jargon Pemberantasan KORUPSI KOLOSI dan NEPOTISME yang pada kenyataannya Boleh dikatakan Senjata makan Tuan.
REJIM Reformasi inilah yang secara sungguh sungguh baik langsung maupun tidak langsung menciptakan Kekeruhan didalam kehidupan Berbangsa bernegara dan bermasyarakat dengan semakin mengguritanya Praktik KKN.
Penulis
Joko Sukmono
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis ( NASMAR)









