Catatan Harian Djoko Sukmono, Persembahan dan Kebiadaban

- Jurnalis

Minggu, 2 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selamat datang perubahan, hai pemuda.
Dan percayalah bahwa generasi muda itu lebih canggih dan lebih cerdas dari pada kita ini( kita jangan jadi Tua Bangka yang SOK).
Terus melangkah dengan pasti meraih masa depan

Persembahan adalah perbuatan biadab manusia terhadap manusia yang lain. Persembahan berakibat kepada runtuhnya Etika dan Moral anak anak Bangsa, bagi anak anak Bangsa yang tidak terlibat dengan persembahan mereka akan terhindar dari baja sejarah.Akan tetapi bagi anak anak Bangsa yang terlibat dengan persembahan akan dihantam Baja sejarah, Persembahan yang terus menerus dipelihara oleh Rejim selama ratusan ribuan tahun telah terakumulasi menjadi sebuah Paradigma yang bernama  Korupsi Kolusu dan Nepotisme.

Maka hal itu adalah kejahatan terbesar bagi kemanusiaan, jadi harus dari kamus dan pemikiranmu kosa kata PERSEMBAHAN karena itu adalah virus mental yang menular dan dapat dikatakan bahaya LATEN.

Masa lalu sudah pasti hancur digilas roda sejarah.

Sudahlah kita ini sudah ditakdirkan lahir dan tidak dapat melilih disuatu negara yang memang penghuninya adalah orang orang tolol, jadi tidak usah menuntut yang ideal, ada orang belajar filsafat Hegel dituduh tidak sesuai budaya leluhur, ada orang belajar filsafat Mark dituduh PKI, ada orang belajar Rasionalisme dituduh Kafir, ada orang belajar filsafat Eksistensi dituduh ke barat baratan, ada orang belajar Kapitalisme dituduh Neoliberalisme, ada orang belajar Materialisme dituduh Ateis , ya sudah kita belajar saja Filsafat Pancasila sampai rambut kita rontok atau sampai mati ngenes tidak akan bisa mengerti Pancasila.

Baca Juga :  Catatan Harian Djoko Sukmono, MANUSIA SEJARAH

Belajar Marhaenisme dituduh ( orang miskin) diIndonesia adalah negara sedikit sedikit dituduh, berarti terima saja nasib kalian semua menjadi Bangsa Indonesia ( sebuah Bangsa yang penuh dengan slogan dan jargon) terimakasih.

Tidak ada hubungannya kejadian masa lalu dengan kondisi Obyektif masa kini dan masa akan datang, jika kalian masih memakai barometer masa lalu untuk mengerti kondisi Obyektif psikologis masa kini dan masa akan datang.

Maka kalian semua ini adalah otopis otopis keparat yang dengan terang terangan menyatakan perang dengan masa kini dan masa depan.

Jangan mencari perlindungan kepada apapun yang berbau masa lalu. Jangan menganalogikan masa lalu dengan masa kini dan masa akan datang, karena saat ini sdh pada posisi Dis kontinuitas.

Jika ajarannya dianut dan diperjuangkan oleh manusia masa kini dapat dipastikan akan membawa kerusakan.

Manusia yang mati sudah kalah dan tidak punya kesempatan lagi. Saat ini manusia yang masih hidup yang masih punya kesempatan, jangan minta perlindungan kepada apapun dan siapapun diluar dirimu. Berlindunglah kepada dirimu sendiri, karena yang mampu melindungi dirimu adalah dirimu sendiri.

Lihatlah diluar sana generasi muda mentertawakan kita yang nggateli ini, sok menjadi penganjur, sedangkan masa depan itu adalah milik generasi muda.

Apalagi meminta perlindungan kepada sesuatu yang kalian sama sekali tidak mengenal dan mengetahui, itu akan berakibat konyol

Baca Juga :  Kisah Revolusi Che Guevara Berawal Dari Kuliah Kedokteran Hingga Menjadi Tokoh Pembebasan

Rebut hak hak mu , rebut masa depan dari para Tua Bangka yang sudah pada linglung ini.

Para pemuda sudah memahami bahwa para tua Bangka ini adalah jenis spsies yang mempunyai hobi utama ikut campur urusan para pemuda namun tidak satunya kata dengan perbuatan , dan para pemuda sudah membuat suatu rencana agar para tua Bangka ini segera pergi kedunianya sendiri ( The Kill everything’ Milenial).

Lepaskan Anak Anak Bangsamu itu lepas lepaskan Anak anak manusia itu.

Biarkanlah Anak anak Bangsa itu menjalani hidup dengan pola pola yang ada pada jamannya. Biarkan masa depan itu menjadi masa depannya. Jelas masa depan anak anak Bangsa itu bukan masa depan orang orang lama , cintailah anak anak Bangsa namun TIDAK PENDIRIANmu.

Berhenti berhentilah ceramah, berhenti berhentilah mengajari anak-anak manusia tentang menjalani hidup, berhenti berhentilah mengajari anak-anak manusia, sebaiknya para penganjur itu segera diajari merangkai tindakan tindakan nyata produktif, biar para penganjur itu tidak merusak moral Anak Bangsa.

Dunia saat ini sudah tidak membutuhkan lagi para penganjur yang tidak mencerminkan atau berkarakter satunya kata dengan perbuatan penganjur tsb.

Namun  yang dibutuhkan adalah pelatihan pelatihan disegala bidang, baik’ idiologi politik ekonomi sosial budaya dan pertahanan keamanan semesta.

Penulis
Djoko Sukmono
Filsuf Sosial Indonesia

Berita Terkait

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026
Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Sabtu, 12 Juli 2025 - 23:16 WIB

History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB