Aksi Mengawal MK Sempat Mengalami Kericuhan dan Membakar Mobil Polisi, Masyarakat Ikut Memadamkan

- Jurnalis

Jumat, 23 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Gerakan rakyat terjadi di beberapa daerah seiring dengan putusan MK dalam menetapkan calon kepala daerah.

Jika pada awalnya hanya partai yang memiliki kursi di parlemen saja yang berhak memberikan rekomendasi.

Namun saat ini ada beberapa ketentuan yang mengalami perubahan terkait hal tersebut yang sudah di tetapkan.

Aksi ini dilakukan para mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Sempat terjadi kericuhan antara personel Kepolisian dengan sebagian massa dalam upaya Kepolisian membubarkan aksi tersebut.

Ketika para personel mulai membubarkan massa, mendadak terjadi pelemparan batu serta benda lain ke arah personel yang sedang bertugas.

Baca Juga :  Produk UMKM Wajib Memiliki Sertifikasi Halal Jika Ingin Dipasarkan

Terpantau dalam beberapa tayangan tentang aksi massa juga membakar bas bekas di jalanan.

Sebuah mobil polisi di Pos Polisi Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dibakar massa yang menolak RUU Pilkada pada Kamis malam.

Pantauan di lokasi kebakaran, petugas Kepolisian dan warga sekitar berupaya memadamkan kebakaran mobil tersebut.

Mereka berusaha dengan menggunakan air selang dan alat pemadam kebakaran ringan (APAR).

Berdasarkan keterangan warga di lokasi yang tidak ingin disebut namanya mengatakan bahwa.

Mobil yang terbakar itu adalah mobil siaga yang biasanya digunakan untuk patroli Kepolisian.

Baca Juga :  Garda Bangsa PKB Siap Membasmi Muktamar Tandingan Meskipun Memiliki Resiko Tinggi

Sekitar pukul 22.36 WIB, petugas pemadam kebakaran tiba dengan beberapa personel dan satu unit kendaraan pemadam.

Sebuah selang air pemadam ditarik menuju mobil polisi yang terbakar itu. Pada pukul 22.40 WIB, titik api sudah tidak kelihatan dari mobil.

Adapun mobil yang terbakar itu berjarak kurang dari satu kilometer dari lokasi aksi depan Gedung DPR/MPR RI.

Masyarakat berharap agar aksi ini bisa berlangsung tertip dan damai tanpa ada korban yang berjatuhan dari berbagai pihak.

Berita Terkait

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 
Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 
Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 
Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor
Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP
Strategi Penghancuran Negara Kuat Melalui Narkoba, Studi Kasus Candu di Cina
Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani Mendapat Penolakan, Masyarakat Sasambo Melakukan Gerakan Aksi Damai
“Abolisi & Amnesti Koruptor, Strategi Politik Prabowo Demi Keutuhan Bangsa?”

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:26 WIB

Belajar Percaya Diri dari Soekarno Muda “Lelaki Berpeci yang Menaklukkan Hati Noni” 

Rabu, 29 April 2026 - 13:11 WIB

Sistem Cultuurprocenten Sebagai Mesin Eksploitasi Kolonialisme, Dampaknya Terasa Hingga Sekarang 

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:45 WIB

Penjarahan Rumah Sahroni Jadi Momentum Desakan Pengesahan UUD Perampasan Aset Koruptor

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:52 WIB

Ketua PA GMNI Lombok Timur Akan Mobilisasi 10 Ribu Petani Tembakau Unduk Demo Gubernur dan DJP

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB