Hasil pemikiran dan karya ilmu pengetahuan harus dilindungi agar tidak mendapat klaim dari pihak luar.
Banyak karya anak bangsa yang mampu menembus ruang internasional namun masih belum mendapat pengakuan.
Pemerintah mempromosikan kekayaan intelektual Indonesia kepada perwakilan negara-negara anggota World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa, Swiss.
Pasalnya, Indonesia memiliki potensi kekayaan intelektual yang sangat melimpah.
“Kekayaan intelektual di tanah air sangat berkaitan dengan tradisi dan budaya setempat.
Hampir seluruh kekayaan intelektual di Indonesia menyisipkan unsur-unsur kebudayaan lokal,”
Hal itu diucapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Rabu (17/7/2024).
Oleh karena itu, Kemenparekraf akan bekerja sama dengan berbagai pihak (Stakeholder) untuk menjaga tradisi dan budaya setempat.
Tradisi dan budaya Indonesia merupakan daya tarik utama dari sektor pariwisata dan ekonomi kratif.
“Tidak hanya sebagai sumber inspirasi, tradisi dan budaya Indonesia yang beragam juga merupakan daya tarik utama dari pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Sehingga kami senantiasa menjaga agar tradisi dan budaya yang kaya ini tidak terkikis oleh zaman,” ujar Sandiaga.
Selain itu, Sandiaga menyampaikan, pihaknya mempromosikan salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat yakni Tari Piring.
Ini merupakan salah satu dari sekian banyak kesenian tradisional Indonesia yang beragam.
Masyarakat berharap agar semua nilai nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur dahulu bisa tetap lestari.
Bahkan semua ilmu pengetahuan yang sudah tercipta harus mendapat perlindungan dari negara.









